Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Travel

Latest Program: Mengapa Susu Nabati Makin Diminati untuk Campuran Kopi

Robert Hernandez - kabarsaji.com 2 mins read 37 views

Mengapa Susu Nabati Makin Diminati untuk Campuran Kopi Faktor yang Membawa Susu Nabati ke Tengah Perhatian Latest Program - Susu nabati, termasuk oat milk

Latest Program: Mengapa Susu Nabati Makin Diminati untuk Campuran Kopi

Mengapa Susu Nabati Makin Diminati untuk Campuran Kopi

Faktor yang Membawa Susu Nabati ke Tengah Perhatian

Latest Program – Susu nabati, termasuk oat milk, soy milk, almond milk, dan coconut milk, semakin populer di kalangan penggemar kopi sebagai bahan tambahan. Naiknya popularitas ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti adanya intoleransi laktosa, peningkatan kesadaran akan kesehatan, serta keinginan untuk menghadirkan rasa yang beragam dalam minuman kopi.

Karakteristik Rasa Susu Nabati

Mikael Jasin, World Barista Champion 2024, menyebutkan bahwa kepopuleran susu alternatif tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan. Di Indonesia, banyak konsumen tertarik karena keunikan rasa yang ditawarkan.

Kalau susu sapi rasanya relatif mirip-mirip. Sementara susu alternatif punya karakter yang berbeda-beda,” ujarnya dalam acara Café Hopping Program “Sip, Explore, and Win” Milklab di Kohi by Omakafe, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Mikael menjelaskan bahwa oat milk menghadirkan rasa yang manis dan lembut, almond milk memiliki aroma kacang khas, susu kedelai menawarkan karakteristik yang berbeda, sementara coconut milk memberikan sentuhan rasa tropis yang kuat. Keragaman karakteristik ini membuat susu nabati menarik bagi konsumen maupun pelaku industri kopi.

Kreativitas dalam Pembuatan Minuman

Berdasarkan pandangan Mikael, tren minuman kini semakin mengarah pada keinginan untuk mengeksplorasi rasa yang lebih inovatif dan beragam. Konsumen tidak lagi hanya mencari kopi susu dengan rasa yang sudah dikenal, tetapi juga minuman yang unik dan menciptakan pengalaman baru. Susu nabati menjadi bahan yang memperkaya variasi kreasi.

Ia memberi contoh penggunaan coconut milk yang bisa menghasilkan minuman dengan nuansa rasa seperti kue atau dessert. Kombinasi bahan lain seperti pistachio, cokelat, maupun gula aren juga mampu menciptakan profil rasa yang berbeda dari kopi susu konvensional.

Perubahan Pilihan Konsumen

Banyak warung kopi mulai mencatat peningkatan pesanan kopi yang dicampur susu nabati. Andy Phan, co-founder Brown Puck Coffee, menyebutkan bahwa dulu pesanan semacam ini mungkin hanya satu dari sepuluh, tetapi kini bisa mencapai tiga dari sepuluh. Intoleransi laktosa bukan satu-satunya alasan pelanggan memilih susu nabati. Kesadaran akan kesehatan dan gaya hidup juga turut memengaruhi keputusan mereka.

“Biasanya karena health conscious juga dan lifestyle, walaupun itu kembali ke pilihan masing-masing,” kata dia di kedai kopinya di Plaza Indonesia, Kamis.

Di Brown Puck Coffee, beberapa jenis susu nabati digunakan, seperti oat milk, kedelai, almond milk, dan coconut milk. Dari opsi tersebut, oat milk menjadi yang paling banyak dipilih, diikuti oleh almond milk dan kedelai. Menurut Andy, popularitas oat milk dipengaruhi oleh pengetahuan publik yang semakin luas, serta kesesuaian karakteristiknya dengan kopi.

“Karakter oat-nya masih terasa, tapi tidak mengganggu rasa kopi. Dari segi tekstur dan proses pembuatan minuman juga lebih mudah,” ujarnya.

Perkembangan Tren Susu Alternatif

Ketertarikan pada susu alternatif dahulu lebih terkait dengan kebutuhan khusus, seperti intoleransi laktosa atau pola makan vegan. Namun, kini peran rasa, kreativitas, serta gaya hidup menjadi faktor utama yang mendorong minat terhadap kopi susu nabati.

Gabung diskusi