What Happened During: Bagaimana Kafe Mistis di Bekasi Menarik Pengunjung
ik Pengunjung What Happened During adalah konsep kafe yang semakin populer di Kota Bekasi, dengan keunikan yang membuat pengunjung tak hanya menikmati
Bagaimana Kafe Mistis di Bekasi Menarik Pengunjung
What Happened During adalah konsep kafe yang semakin populer di Kota Bekasi, dengan keunikan yang membuat pengunjung tak hanya menikmati minuman, tetapi juga merasakan pengalaman berbeda. Sejak beroperasi, kafe ini menjadi pusat diskusi dan kreativitas, berkat desain interior yang menggabungkan nuansa mistis dan budaya lokal. Konsep ini dirancang untuk memikat calon pengunjung yang mencari suasana santai sekaligus mengeksplorasi keunikan budaya Jawa, yang menjadi inti dari identitas kafe ini. Di tengah ketatnya persaingan, What Happened During mampu menciptakan daya tarik khusus yang menarik minat wisatawan dan masyarakat lokal.
Desain Interiornya yang Menciptakan Suasana Mistis
Suasana mistis di What Happened During tercipta melalui dekorasi yang memadukan elemen tradisional dan modern. Pemilik kafe, Benedictus Cleo Werdi, Nur Latifah, dan Alvin Guruh Saputra, memilih konsep kejawen sebagai inspirasi utama, dengan menggambarkan kafe sebagai tempat berinteraksi yang lebih dari sekadar tempat minum kopi. Pemandangan kafe yang menghadap ke kebun kosong memberikan kesan alami, sementara penggunaan lampu-lampu remang-remang dan ornamen lokal menciptakan atmosfer santai yang unik. “Kami ingin pengunjung merasa seperti berada di lingkungan kejawen, meski di tengah kota modern,” kata Cleo kepada Tempo, Kamis, 18 Juni 2026.
Interaksi antar pengunjung juga menjadi bagian integral dari konsep ini. Fasilitas seperti Wi-Fi dan stop kontak listrik sengaja dihilangkan untuk mendorong komunikasi langsung. Hal ini membuat pengalaman di What Happened During lebih personal, dengan setiap sesi kopi menjadi kesempatan berbagi cerita dan keunikan budaya. Pemilik kafe memperkuat efek mistis dengan menambahkan nuansa seperti pertunjukan budaya tradisional atau musik alat tradisional yang dimainkan secara live.
Menu yang Menggabungkan Rasa Lokal dan Kreativitas
What Happened During tidak hanya berfokus pada suasana, tetapi juga pada kualitas makanan dan minuman yang menyajikan rasa autentik. Menu khas kafe ini menggabungkan rempah-rempah lokal dengan inovasi kreatif, seperti ayam bacem yang dianggap sebagai hidangan yang memiliki rasa manis yang sedikit berbeda dari yang biasa ditemukan di pasar. Cleo menegaskan bahwa setiap hidangan dirancang untuk membangun identitas kejawen, dengan keahlian dalam pengolahan bahan-bahan tradisional sejak awal operasional. “Kami berusaha agar pengunjung tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga merasakan warisan budaya Jawa,” ujarnya.
Sebagai penggemar budaya Jawa, Cleo terinspirasi oleh pengalaman di Yogyakarta, khususnya kawasan Imogiri dan lingkungan keraton yang dikenal memiliki aura mistis. Konsep ini diadaptasi ke dalam kafe dengan menggabungkan elemen ritual dan humor, yang membuat interaksi antara pelanggan dan barista terasa lebih hidup. Misalnya, barista di kafe ini sering menambahkan cerita lokal atau permainan tebak-tebakan sederhana selama proses pemesanan, menjadikan setiap langkah pengalaman yang tak terlupakan. Dengan memadukan kualitas makanan, desain interior, dan interaksi sosial, What Happened During berhasil menciptakan daya tarik yang lebih dari sekadar konsep kafe.
Mengapa Pengunjung Merasa Terhibur dan Terinspirasi
Pengunjung What Happened During sering merasakan antusiasme yang berbeda dari kafe konvensional. Keunikan konsep ini membuat setiap kunjungan menjadi pengalaman berbeda, terutama bagi mereka yang mencari tempat beristirahat dari rutinitas sehari-hari. “Pengunjung tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga merasakan kesan magis yang membuat mereka ingin kembali,” kata Nur Latifah, salah satu pemilik kafe. Atmosfer yang diciptakan melalui dekorasi, musik, dan interaksi pelanggan menjadi daya tarik utama yang membedakan kafe ini dari yang lain.
What Happened During juga menjadi ruang untuk menggali keunikan budaya Jawa yang terkadang terabaikan di kota-kota besar. Misalnya, suasana kafe yang menyebar ke kebun kosong dianggap sebagai penggambaran kehidupan di desa-desa Jawa yang lebih tenang. Penggunaan bahan-bahan lokal dalam menu dan pengaruh kejawen dalam desain interior memperkuat identitas kafe ini. Selain itu, konsep ini juga menjadi platform untuk memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda, yang mungkin lebih akrab dengan nuansa modern.
Ekspansi dan Harapan untuk Masa Depan
Kafe What Happened During telah menarik perhatian banyak orang sejak beroperasi pada Maret 2026. Lokasi kafe ini berada di Jalan Ro’oh No. 96, Bojongsari, Jatiasih, Kota Bekasi, yang cukup jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Meski lokasi terpencil, rasa ingin tahu pengunjung terhadap suasana mistis dan menu unik tetap menarik. Pemilik kafe berharap konsep ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang lebih luas, bahkan bisa diadopsi oleh kafe-kafe lain di Indonesia.
Dalam jangka panjang, What Happened During ingin menjadi contoh sukses dalam menggabungkan kafe dan budaya lokal. Cleo menegaskan bahwa keberhasilan kafe ini tidak hanya tergantung pada desain atau menu, tetapi juga pada interaksi dan pengalaman yang diberikan kepada pelanggan. “Setiap pengunjung harus merasa bahwa mereka tidak hanya datang untuk minum kopi, tetapi juga untuk menyatu dengan budaya Jawa,” katanya. Dengan kontinuitas kualitas dan inovasi, kafe ini memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak pengunjung dalam waktu dekat.
