Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Tekno

Main Agenda: Dokter Bikin Alat AI Tekan Rawat Ulang Pasien Gagal Jantung

Mary Martinez - kabarsaji.com 3 mins read 16 views

antung dengan Teknologi AI Main Agenda - Di tengah peningkatan jumlah pasien dengan penyakit gagal jantung di Indonesia, Main Agenda mengungkapkan inovasi

Main Agenda: Dokter Bikin Alat AI Tekan Rawat Ulang Pasien Gagal Jantung

Deteksi Dini Gagal Jantung dengan Teknologi AI

Main Agenda – Di tengah peningkatan jumlah pasien dengan penyakit gagal jantung di Indonesia, Main Agenda mengungkapkan inovasi yang berpotensi mengurangi risiko rawat ulang. Banyak pasien yang dipulangkan dari rumah sakit masih mengalami penumpukan cairan di paru-paru, hal ini sering kali tidak terdeteksi secara lengkap selama pemeriksaan medis rutin. Untuk menjawab masalah ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Primaya Hospital Tangerang, Rony Marethianto Santoso, tengah mengembangkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa mendeteksi gejala residual kongesti paru lebih dini. Main Agenda mengatakan bahwa alat ini bertujuan memperkuat sistem perawatan pasien dan meningkatkan keakuratan diagnosis medis.

Alat AI Berbasis Stetoskop Digital

Perangkat bernama Novel Artificial Intelligence-based Heart Failure Device (NAVI-HF) dibuat dengan menggabungkan stetoskop digital dan algoritma AI yang mampu menganalisis suara pernapasan. Main Agenda menjelaskan bahwa alat ini dirancang untuk memudahkan dokter dalam menilai tingkat kekambuhan penyakit, terutama pada pasien yang telah sembuh dari rawat inap. Melalui aplikasi di ponsel, perangkat ini memberi peringatan jika cairan masih terdeteksi di paru-paru, sehingga pasien dapat dijaga agar tidak segera dipulangkan tanpa pemantauan lanjutan.

“Tidak semua pasien yang terlihat sembuh benar-benar pulih. Kita perlu alat yang bisa mendeteksi risiko kekambuhan lebih awal, sebelum mereka kembali ke kehidupan normal,” ujar Rony Marethianto Santoso saat presentasi di Gedung IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa, 14 Juli 2026.

Main Agenda menekankan bahwa teknologi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan, terutama pada penyakit yang menuntut pemantauan konsisten.

Manfaat dan Efisiensi Diagnostik

Metode tradisional yang mengandalkan stetoskop konvensional sering kali terbatas karena hasilnya dipengaruhi oleh kemampuan pendengaran dan pengalaman dokter. Main Agenda menyatakan bahwa alat AI ini mampu mengatasi kelemahan tersebut dengan memproses data secara objektif dan cepat. Perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai alat pendukung di luar konsultasi rutin, sehingga memungkinkan dokter mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menentukan kapan pasien siap dipulangkan.

Dalam uji coba awal, alat ini menunjukkan tingkat akurasi 86%, sensitivitas 91%, dan spesifisitas 82% dalam mendeteksi sisa cairan di paru-paru. Main Agenda menegaskan bahwa teknologi ini tidak hanya efektif dalam mendeteksi gejala, tetapi juga bisa mempercepat proses diagnostik dan mengurangi biaya pengobatan. Selain itu, alat ini diharapkan bisa digunakan dalam lingkungan rumah untuk pemantauan jangka panjang, terutama pada pasien dengan risiko tinggi mengalami kekambuhan.

Pengembangan Berkolaborasi

Pengembangan NAVI-HF dilakukan secara kolaboratif antara Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, serta peneliti dari Nanyang Technological University, Singapura. Main Agenda menyebutkan bahwa kolaborasi ini memungkinkan integrasi algoritma biosinyal yang canggih dengan perangkat portabel, sehingga layak digunakan dalam berbagai situasi. Rony M. Santoso menambahkan bahwa hasil risetnya diharapkan bisa memberi solusi untuk menekan antrian rawat inap dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dengan fitur analisis suara toraks secara real-time, perangkat ini bisa menjadi bagian dari inisiatif Main Agenda dalam memperkenalkan teknologi AI untuk layanan kesehatan. Pasien hanya perlu menggunakan stetoskop digital yang terhubung ke perangkat gawai, data kemudian dikirim ke sistem cloud. Ini memungkinkan dokter memantau kondisi pasien dari jarak jauh, tanpa harus menunggu mereka kembali ke fasilitas kesehatan. Main Agenda menilai ini sebagai langkah penting dalam mengadaptasi metode medis modern di tengah tantangan sistem kesehatan yang kompleks.

Foto Rony M. Santoso dan Wilbert Huang usai presentasi

Rony M. Santoso (kanan) bersama peneliti dari Nanyang Technological University, Wilbert Huang, memaparkan Main Agenda terkait hasil penelitian NAVI-HF di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 14 Juli 2026. Alat ini menjadi bagian dari penelitian doktoral Rony yang bertujuan mengurangi beban rumah sakit melalui telemedicine dan pendekatan perawatan rumah tangga. Main Agenda mengharapkan alat ini bisa mengubah cara diagnosis gagal jantung di Indonesia, memberi harapan bagi pasien yang terus-menerus menghadapi risiko rawat ulang.

Gabung diskusi