Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Tekno

Begini Rencana Unpad yang Diminta Pimpin Riset Vaksin TB

Daniel Martinez - kabarsaji.com 3 mins read 18 views

Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menjadi pemimpin dalam penelitian Vaksin Tuberkulosis (TB) yang dikembangkan di dalam negeri. Dengan skenario yang paling

Begini Rencana Unpad yang Diminta Pimpin Riset Vaksin TB

Unpad Ditugaskan Memimpin Pengembangan Vaksin Tuberkulosis Buatan Indonesia

Target Lima Tahun untuk Vaksin TB Nasional

Kabarsaji.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menjadi pemimpin dalam penelitian Vaksin Tuberkulosis (TB) yang dikembangkan di dalam negeri. Dengan skenario yang paling optimistis, vaksin tersebut diharapkan dapat dihasilkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Bachti Alisjahbana, seorang peneliti tuberkulosis dari Unpad, menyampaikan bahwa target ini masuk akal dan dapat dicapai. Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada Tempo pada Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Bachti, seluruh peneliti akan bekerja dengan cepat guna menghasilkan kandidat vaksin yang memiliki potensi tinggi. Proses pengembangan vaksin memerlukan beberapa tahapan penting, salah satunya adalah penguatan pemahaman ilmiah mengenai respons imunologis manusia terhadap infeksi tuberkulosis yang kompleks. Tim peneliti juga akan memanfaatkan berbagai teknologi terbaru untuk memastikan efektivitas vaksin yang dikembangkan.

“Penelitian mengenai respons inang pada infeksi TB saat ini sebenarnya sudah kami mulai dan berjalan terus secara berkesinambungan,” ujar Bachti.

Pengalaman Tim Unpad dalam Validasi Vaksin

Sebelumnya, tim peneliti Unpad telah berkontribusi dalam proses validasi klinis berbagai jenis vaksin TB. Dalam upaya tersebut, mereka juga mempelajari bagaimana respons imun tubuh manusia menghadapi kuman TB. Beberapa penelitian yang telah dilakukan mencakup efek re-vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) serta uji klinis Vaksin M72/AS01e yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi multinasional.

Bachti menambahkan bahwa pengalaman tim Unpad yang paling relevan dengan vaksin adalah pengembangan Vaksin TB berbasis mRNA. “Uji praklinis pada hewan coba sudah dilakukan dan rencananya akan diteruskan pengembangannya ke uji pada manusia,” kata Ketua Pusat Penelitian untuk Perawatan dan Pengendalian Penyakit Menular (RC3ID) Unpad tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Unpad memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memimpin riset nasional.

Kolaborasi Internasional dan Riset Berbasis Kandidat Vaksin

Riset terbaru tentang Vaksin TB buatan dalam negeri yang dipimpin Unpad tidak dimulai dari nol, melainkan memanfaatkan sebuah kandidat vaksin yang sudah ada. Peneliti dari tim Unpad telah memulai pengembangan vaksin bersama The Jenner Institute di University of Oxford. Kolaborasi ini memungkinkan transfer teknologi dan pengetahuan yang berharga bagi pengembangan vaksin nasional.

“Di sana telah dikembangkan kandidat vaksin mRNA yang berhasil menunjukkan respons yang baik pada mencit,” katanya.

Harapan besar adalah berbagai hasil penelitian yang telah ada dapat menjadi landasan untuk mempercepat proses pengembangan Vaksin TB dalam negeri yang bermanfaat dan dapat disebarkan secara luas. Dengan dukungan berbagai pihak, proses ini diharapkan berjalan lebih efisien.

Inisiatif Nasional dan Dukungan Pemerintah

Sebelumnya, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional Pengentasan TB di Indonesia di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa, 14 Juli 2026, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meminta Unpad untuk memimpin penelitian dan pengembangan vaksin TB dalam negeri. Rapat tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Indi Dharmayanti, perwakilan Biofarma, dan sejumlah peneliti dari berbagai lembaga.

“Saat mendengar Unpad akan buat vaksin TB, saya senang sekali. Saya langsung bilang, kami akan bawa tim ke Unpad, kita semua akan mendukung,” kata Benjamin dikutip dari laman Unpad.

Karena Rumah Sakit Unpad akan membangun satu gedung yang dibangun khusus untuk pemberantasan TB, Benjamin mengusulkan agar penelitian Vaksin TB ini dipusatkan di Unpad dengan mengajak pihak lain bergabung bersama. “Usul saya, penelitian vaksin ini secara nasional dipusatkan di Unpad,” ujarnya. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan nasional.

Beban TB Indonesia dan Target 2029

Dari laman Kementerian Kesehatan, Indonesia saat ini masih berada dalam daftar negara dengan beban TB yang signifikan. Berdasarkan data 2024, Indonesia menyumbang sekitar 10 persen kasus TB global, dengan perkiraan 1,08 juta orang sakit dan 126 ribu kematian. Angka-angka ini menunjukkan urgensi pengembangan vaksin TB yang efektif.

Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita mengatakan akan segera merumuskan langkah-langkah yang akan diajukan kepada Kementerian Kesehatan untuk jangka pendek dan jangka menengah. “Agar pada 2029 nanti kita punya hasil yang signifikan mengenai penanganan TB,” kata dia. Dengan demikian, Indonesia memiliki harapan besar untuk mengurangi beban penyakit tuberkulosis dalam beberapa tahun mendatang.

Gabung diskusi