Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Tekno

Facing Challenges: Tim Dosen di Lamandau Ajari Petani Praktik Agrosilvopastura

Daniel Martinez - kabarsaji.com 3 mins read 16 views

Petani Praktik Agrosilvopastura Facing Challenges adalah tantangan utama yang dihadapi oleh sekelompok dosen dari Politeknik Lamandau, Kalimantan Tengah

Facing Challenges: Tim Dosen di Lamandau Ajari Petani Praktik Agrosilvopastura

Tim Dosen di Lamandau Ajari Petani Praktik Agrosilvopastura

Facing Challenges adalah tantangan utama yang dihadapi oleh sekelompok dosen dari Politeknik Lamandau, Kalimantan Tengah, dalam upaya menerapkan metode agrosilvopastura. Proyek ini bertujuan untuk mengintegrasikan pertanian, kehutanan, dan peternakan secara harmonis, sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui pengelolaan limbah yang cerdas. Dengan Facing Challenges sebagai pendekatan utama, tim menggandeng masyarakat setempat untuk mengubah cara bertani yang konvensional menjadi lebih berkelanjutan.

Menggabungkan Sumber Daya Lokal dalam Pupuk Organik

Tim dosen yang terdiri dari Ika Fitirani Dyah Ratnasari dan Erlina Astuti menggunakan bahan-bahan lokal seperti limbah sapi, kelapa sawit, dan biochar untuk menciptakan pupuk organik. Biochar, yang dihasilkan dari proses pembakaran limbah kelapa sawit pada suhu 300 derajat Celcius, menjadi elemen penting dalam perbaikan kualitas tanah.

“Biochar memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitas tanah,” ujar Firdaus Husein, ketua tim, Sabtu 27 Juni 2026.

Selain itu, mikroorganisme lokal dari kulit nanas digunakan untuk mempercepat fermentasi, yang memakan waktu sekitar 21 hari. Hasil akhir pupuk ini menunjukkan kandungan nitrogen 2,8 persen, fosfor 1,1 persen, dan kalium 3,56 persen, nilai yang dinilai cukup untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Menyasar Petani dan Masyarakat Adat

Proyek ini melibatkan masyarakat Kelompok Tani Sumber Usaha Muda di Kabupaten Lamandau, yang dikenal sebagai komunitas adat. Tim dosen mengajak petani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia secara bertahap, sekaligus mengenalkan teknik pengolahan limbah menjadi bahan pupuk. Facing Challenges juga mencakup adaptasi iklim, di mana kehutanan tetap dipertahankan sebagai bagian dari sistem pertanian yang seimbang. Dengan pendekatan ini, limbah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tapi juga menjadi peluang untuk peningkatan ekonomi lokal.

Peluang dan Manfaat Ekosistem Agrosilvopastura

Agrosilvopastura, yang diintegrasikan ke dalam proyek ini, memberikan solusi multifungsi. Sistem ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga mempertahankan keanekaragaman hayati dan ketersediaan air tanah. Firdaus Husein menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah contoh penerapan Facing Challenges dalam mengubah pola pertanian tradisional menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. Pupuk organik yang dikembangkan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, sehingga mengurangi pencemaran dan biaya produksi.

Proses pengabdian kemitraan ini juga memperkuat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. Petani diberikan pelatihan untuk mengelola limbah dengan teknik fermentasi yang mudah diaplikasikan. Meski Facing Challenges terkadang menemui hambatan, seperti keterbatasan sumber daya atau keengganan awal, tim dosen terus berupaya menginspirasi masyarakat untuk beradaptasi. Tantangan ini diatasi dengan memperkenalkan metode yang praktis dan menghasilkan manfaat jangka panjang.

Langkah-Langkah Penerapan Agrosilvopastura

Pengembangan agrosilvopastura dimulai dari pembersihan lahan dan penanaman tanaman legum untuk menambah nitrogen ke tanah. Setelah itu, limbah seperti lumpur dan tandan kosong kelapa sawit digunakan sebagai bahan baku pupuk, dicampur dengan kotoran sapi dan biochar. Proses fermentasi dilakukan secara alami dengan bantuan mikroorganisme lokal, sementara hasil granulasi menggunakan mesin memastikan pupuk siap digunakan. Facing Challenges dalam penerapan sistem ini terlihat dari kebutuhan adaptasi teknik dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan.

Berbagai tantangan Facing Challenges juga terjadi dalam pemasaran hasil pertanian. Tim dosen bekerja sama dengan petani untuk membangun sistem digitalisasi, seperti mengakses informasi tentang harga pasar atau menjual produk secara online. Hasilnya, pertanian berkelanjutan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberikan akses ekonomi yang lebih luas. Proyek ini menjadi bukti bahwa Facing Challenges dalam pertanian bisa menjadi jalan untuk inovasi yang bermanfaat.

Potensi Masa Depan dan Pengembangan Lanjutan

Proyek agrosilvopastura ini diharapkan menjadi model yang bisa diterapkan di daerah lain. Dengan Facing Challenges yang menjadi fokus utama, tim dosen terus menggali potensi baru, seperti mengintegrasikan teknologi informasi dalam pengelolaan pertanian.

“Agrosilvopastura adalah langkah penting dalam menciptakan ekonomi sirkular,” tambah Firdaus.

Dukungan pemerintah daerah dan organisasi lingkungan juga diharapkan untuk mendorong penerapan sistem ini lebih luas. Dengan Facing Challenges sebagai pondasi, pertanian di Lamandau bisa menjadi contoh bagus bagi pengembangan keberlanjutan di Indonesia.

Gabung diskusi