Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Seleb

Facing Challenges: Goenawan Mohamad Puji Penari Muda di Pesta Kesenian Bali

Jessica Johnson - kabarsaji.com 4 mins read 23 views

Goenawan Mohamad Puji Penari Muda di Pesta Kesenian Bali Facing Challenges - Di tengah tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga keberlanjutan budaya

Facing Challenges: Goenawan Mohamad Puji Penari Muda di Pesta Kesenian Bali

Goenawan Mohamad Puji Penari Muda di Pesta Kesenian Bali

Facing Challenges – Di tengah tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga keberlanjutan budaya, budayawan ternama Goenawan Mohamad memberikan apresiasi khusus kepada generasi muda yang tetap bersemangat dalam memperkuat warisan budaya Indonesia. Dalam acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, ia mengakui peran penting para penari muda dalam menghadirkan spirit kreativitas dan kebersamaan. Menurut Goenawan, keberadaan mereka adalah jawaban atas tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam menjaga identitas budaya di tengah perubahan global. “Keikutsertaan generasi muda dalam acara seperti ini adalah bentuk ‘panggulawentah’ yang menggambarkan proses menjadi manusia yang utuh dan bebas,” tulisnya dalam artikel yang diterima Tempo pada Rabu, 17 Juni 2026.

Kehadiran Generasi Muda sebagai Pilar Budaya

Goenawan menekankan bahwa menghadapi tantangan dalam membawa budaya ke tengah masyarakat adalah tugas yang penuh makna bagi para penari muda. Ia mengkritik para pemimpin yang cenderung fokus pada kepentingan pribadi, sementara generasi muda tetap aktif dalam menjaga kehidupan seni dan budaya. “Dalam menari, mereka menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan tentang kejujuran, ketulusan, dan kebahagiaan,” lanjutnya. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi banyak peserta yang mengikuti Pesta Kesenian Bali, termasuk dari Manca Academy, yang berperan aktif dalam mengembangkan seni tari Bali.

Mira Adnyaswari, Direktur Eksekutif Manca Academy, menjelaskan bahwa proses pembelajaran tari tidak hanya mengarah pada teknik gerakan, tetapi juga pada nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui pertunjukan. “Kami berusaha menggabungkan elemen tradisional dan modern agar para penari muda mampu menjawab tantangan dalam menampilkan budaya Bali secara relevan,” katanya. Hal ini sejalan dengan konsep ‘Facing Challenges’ yang menjadi fokus utama Goenawan dalam menilai kiprah seniman muda di acara tersebut. Pesta Kesenian Bali tahun ini, yang mengusung tema Tattwa Parisuda Basudewa Kutumbhakam, menjadi panggung untuk mengeksplorasi hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan alam semesta.

Proses Pendidikan Berbasis Budaya di Manca Academy

Dalam menjalankan misinya, Yayasan Naluri Manca, yang bertindak sebagai Duta Kota Denpasar dalam PKB, memberikan pelatihan intensif selama 1,5 hingga 2 bulan sebelum acara dimulai. Mira menambahkan bahwa kesuksesan pertunjukan tari Bungan Jaja di pawai pembukaan berkat komitmen peserta untuk memahami makna di balik setiap gerakan. “Tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menjawab tantangan dalam menyampaikan pesan tentang kepolosan dan kebahagiaan generasi muda,” ujarnya. Goenawan pun menyoroti bahwa menghadapi tantangan dalam mempertahankan budaya adalah cara untuk menunjukkan keberanian dan kreativitas.

Bungan Jaja, yang merupakan bagian dari pertunjukan Manca Academy, menggambarkan semangat kebersamaan dan kelembutan dalam menari. Ia menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya mampu mempertahankan nilai-nilai tradisional, tetapi juga mampu mengadaptasinya sesuai dengan konteks kontemporer. “Dengan tarian ini, para peserta menunjukkan bahwa budaya Indonesia bisa tetap relevan meskipun di tengah persaingan global,” kata Mira. Tantangan utama dalam menyusun pertunjukan adalah menyesuaikan teknik dan makna tarian dengan tema ‘Facing Challenges’ yang diusung PKB tahun ini.

Menurut Goenawan, keikutsertaan penari muda dalam acara seperti PKB adalah bentuk perlawanan terhadap kehilangan identitas budaya. Ia menekankan bahwa menghadapi tantangan dalam menjaga tradisi adalah bagian dari proses menjadi manusia yang matang. “Dalam menari, mereka menunjukkan bahwa budaya adalah alat untuk memperkuat karakter dan kepercayaan diri,” pesan ayahnya yang menjadi sumber inspirasi bagi penulis. Apresiasi ini juga menjadi bukti bahwa Pesta Kesenian Bali tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga wadah untuk mengeksplorasi kehidupan budaya di tengah perubahan zaman.

Manca Academy mencoba memadukan elemen-elemen seperti Bapang Barong, Legong Manca, dan iringan Semar Pegulingan dalam pertunjukan mereka. Mira menjelaskan bahwa inovasi ini dilakukan agar tarian tidak terasa kaku, tetapi tetap memiliki makna yang mendalam. “Menghadapi tantangan dalam menggabungkan tradisi dan modernitas adalah tantangan besar, tetapi kami yakin bahwa itu bisa menjadi jembatan untuk memperkuat budaya Indonesia,” ujarnya. Tarian Bungan Jaja yang dipentaskan dalam pawai ini menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi aktor utama dalam mempertahankan kekayaan seni Bali.

Dalam kesimpulannya, Goenawan Mohamad menegaskan bahwa ‘Facing Challenges’ adalah bagian dari perjalanan budaya Indonesia. Ia menilai bahwa keberhasilan Pesta Kesenian Bali tergantung pada kemampuan generasi muda untuk tetap bersemangat dalam menampilkan warisan seni yang unik. “Dengan menari, mereka menunjukkan bahwa budaya Indonesia bisa tetap hidup meskipun di tengah tantangan zaman, dan itu adalah kebanggaan kita bersama,” tulisnya. Pesta Kesenian Bali tahun ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan budaya bisa dicapai melalui kolaborasi dan inovasi yang terus-menerus.

Gabung diskusi