Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Tekno

Kebun Raya BRIN Koleksi 361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah

Mark Martin - kabarsaji.com 3 mins read 18 views

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia yang menyimpan kekayaan flora luar biasa. Berdasarkan data terbaru dari Badan Riset dan

Kebun Raya BRIN Koleksi 361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah

Kebun Raya BRIN Koleksi 361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah

Kabarsaji.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia yang menyimpan kekayaan flora luar biasa. Berdasarkan data terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tercatat sebanyak 361 spesies tumbuhan dengan status terancam punah telah berhasil dikonservasi. Jumlah ini mencakup 2.370 spesimen hidup yang tersebar di lima kebun raya milik BRIN. Informasi tersebut diperoleh dari hasil analisis mendalam terhadap koleksi ilmiah tumbuhan hidup hingga akhir tahun 2025.

Posisi Indonesia dalam Biodiversitas Global

Lutfi Rahmaningtyas, yang menjabat sebagai Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hayati Hidup–KKI Kebun Raya Cibinong, menyoroti posisi Indonesia dalam peta biodiversitas global. Negara ini memiliki sekitar 30.466 spesies tumbuhan vaskular asli, yang setara dengan 8,7 persen dari total flora vaskular dunia. Angka ini menjadi sangat signifikan mengingat luas daratan Indonesia hanya mencakup 1,3 persen dari total luas daratan dunia.

“Angka tersebut sangat signifikan, mengingat luas daratan Indonesia hanya mencakup 1,3 persen dari total luas daratan dunia,” kata Lutfi, melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.

Analisis yang dilakukan Lutfi mencakup empat kategori spesies berdasarkan Daftar Merah IUCN. Sistem penilaian internasional ini mengukur tingkat kepunahan suatu spesies dengan klasifikasi extinct in the wild (punah di alam liar), critically endangered (kritis atau terancam punah sangat tinggi), endangered (genting atau terancam punah tinggi), dan vulnerable (rentan atau berisiko punah).

Menurut Lutfi, kategori endangered dan vulnerable mendominasi sekitar 88,4 persen dari seluruh spesies yang dianalisis. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar spesies yang dikoleksi masih memiliki populasi di alam, namun terus mengalami penurunan. Dari 361 spesies yang terancam punah, sebanyak 214 spesies atau sekitar 59,3 persen merupakan flora asli Indonesia. Di antaranya, 63 spesies merupakan tumbuhan endemik.

Lutfi menjelaskan bahwa spesies endemik menjadi tanggung jawab nasional karena hanya ditemukan di Indonesia. Jika tumbuhan ini punah di Indonesia, maka tumbuhan ini juga tidak ditemukan di bagian lain di seluruh dunia. Salah satu spesies yang berstatus extinct in the wild adalah mangga kasturi (Mangifera casturi), yang kini hanya terselamatkan melalui koleksi di kebun raya.

Lutfi mengungkapkan analisis juga menemukan sebanyak 260 dari 361 spesies hanya terdapat di satu kebun raya. “Jika di lokasi kebun raya tersebut terjadi bencana atau terkena serangan penyakit tertentu, maka BRIN tidak memiliki koleksi cadangan,” jelasnya. Dari jumlah tersebut, terdapat 29 spesies berstatus critically endangered dan 111 spesies yang tergolong tunggal ganda kritis.

Lutfi mengatakan BRIN akan melakukan verifikasi kondisi koleksi di lapangan, mengaudit asal koleksi, mengevaluasi kemampuan perbanyakan, serta memperbanyak spesies terpilih sebagai koleksi cadangan di kebun raya lain. Menurutnya, lima kebun raya BRIN bersama 44 kebun raya binaan perlu dipandang sebagai satu jaringan konservasi nasional yang saling melengkapi.

Penguatan jaringan perlu disesuaikan dengan tiga wilayah fitogeografi Indonesia, yaitu Sunda Shelf, Wallacea, dan Sahul Shelf. Efektivitas sistem kebun raya nasional bertumpu pada keseimbangan regional, spesialisasi, dan komplementaritas, bukan hanya menumpuk koleksi pada satu institusi besar.

“Tantangan utama konservasi tumbuhan terancam bukan sekadar membawa spesies masuk ke kebun raya, tetapi menjaga material tersebut tetap hidup, teridentifikasi valid, terlacak asal-usulnya, dan terintegrasi dalam jaringan koleksi nasional yang saling melengkapi,” kata Lutfi.

Gabung diskusi