Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

What Happened During: Pramono Akan Revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre

Robert Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 12 views

What Happened During: Pramono Akan Revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre: Apa yang Terjadi Selama...

What Happened During: Pramono Akan Revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre

Pramono Akan Revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre: Apa yang Terjadi Selama…

What Happened During – Apa yang Terjadi Selama periode pemulihan masjid menjadi perhatian utama masyarakat Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggodok rencana revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, yang terletak di Koja, Jakarta Utara. Gedung ibadah bersejarah ini sempat ditutup selama beberapa bulan akibat kebakaran besar pada tahun 2022, menimbulkan kebutuhan untuk perbaikan menyeluruh. Pramono menegaskan bahwa revitalisasi akan menjadi prioritas dalam upaya mengembalikan fungsi dan keberlanjutan masjid sebagai pusat keagamaan serta budaya.

Proses Revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre

Apa yang Terjadi Selama kebakaran tahun 2022 berdampak signifikan pada kondisi fisik dan penggunaan masjid. Pramono menjelaskan bahwa proses revitalisasi sedang dalam evaluasi, dengan penekanan pada perbaikan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, serta pemanfaatan teknologi modern. Ia menyebutkan bahwa revitalisasi akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat sekitar. “Kerja sama dengan pihak eksternal menjadi kunci untuk mempercepat proses revitalisasi,” kata Pramono, yang hadir dalam acara peresmian Gedung SMP & SMA Labschool Ciracas, Jakarta Timur, pada hari Kamis, 16 Juli 2026.

“Masjid di Jakarta Utara saat ini sedang dianalisis agar bisa segera diperbaiki dan direnovasi,” tambah Pramono, Kamis. Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol keberagamaan yang harus dipertahankan.

Apa yang Terjadi Selama proyek revitalisasi akan memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat, termasuk penggunaan ruang yang lebih efisien untuk kegiatan dakwah dan pendidikan. Pramono menyatakan bahwa masjid akan menjadi pusat aktivitas keagamaan yang lebih dinamis, dengan fasilitas modern seperti sistem pengelolaan air hujan dan fasilitas teknologi informasi. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya.

Kerja Sama dengan Pihak Swasta dalam Revitalisasi

Pramono menyoroti peran pihak swasta dalam mendukung revitalisasi masjid, terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menjelaskan bahwa CSR perusahaan-perusahaan besar dapat dimanfaatkan untuk pendanaan dan pengembangan program edukasi serta sosial di sekitar masjid. “Nanti akan saya sampaikan kepada pihak luarnya, karena di swasta ada CSR yang mirip seperti itu,” ujarnya. Pramono berharap kerja sama ini bisa mempercepat proses pemulihan, sekaligus memastikan bahwa masjid menjadi bagian dari komunitas yang lebih kuat.

Apa yang Terjadi Selama kebakaran 2022 membuat sejumlah elemen penting dalam revitalisasi harus diperhatikan, seperti keamanan dan keselamatan. Pramono menyebutkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi sistem pencahayaan, ventilasi, dan sirkulasi udara di area masjid. Selain itu, ada rencana untuk mengembangkan area sekitar masjid menjadi ruang publik yang lebih multifungsi, seperti taman kota atau pusat informasi budaya.

Apa yang Terjadi Selama revitalisasi juga akan mencakup penggunaan material ramah lingkungan, dengan upaya mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan ulang. Pramono berharap bahwa masjid bisa menjadi contoh keberhasilan dalam pemanfaatan sumber daya lokal dan keberlanjutan infrastruktur. “Revitalisasi ini tidak hanya tentang perbaikan fisik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa masjid Raya Jakarta Islamic Centre akan menjadi pusat keagamaan yang lebih mudah diakses oleh seluruh kalangan.

Apa yang Terjadi Selama pembangunan ulang akan diawasi secara ketat oleh tim ahli dan warga sekitar. Pramono menyebutkan bahwa komunitas lokal telah menunjukkan antusiasme tinggi untuk berpartisipasi dalam proses revitalisasi. Dukungan dari masyarakat akan menjadi penentu keberhasilan proyek ini, yang diharapkan selesai dalam waktu 18-24 bulan. Selain itu, revitalisasi juga akan mengintegrasikan teknologi digital untuk mempercepat layanan ibadah dan pendidikan agama. “Kita ingin masjid menjadi lebih dekat dengan masyarakat, baik secara fisik maupun melalui media digital,” ujar Pramono.

Gabung diskusi