Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Visit Agenda: Gibran Dorong Museum Asmat Jadi Wajah Diplomasi Budaya Papua

Nancy Martin - kabarsaji.com 3 mins read 24 views

si Budaya Papua Visit Agenda - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Visit Agenda di Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Kabupaten Asmat

Visit Agenda: Gibran Dorong Museum Asmat Jadi Wajah Diplomasi Budaya Papua

Gibran Dorong Museum Asmat Jadi Wajah Diplomasi Budaya Papua

Visit Agenda – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Visit Agenda di Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada hari Ahad, 21 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat peran museum sebagai representasi budaya Papua dalam diplomasi global, sekaligus menyoroti pentingnya pelestarian seni tradisional dan nilai-nilai kebudayaan lokal yang kaya. Dalam pembukaan acara, Gibran menyampaikan bahwa Museum Asmat memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi dan promosi budaya yang mampu menarik perhatian audiens internasional.

Kunjungan yang Berkesan: Inti Perhatian Gibran pada Budaya Asmat

Sebagai bagian dari rangkaian Visit Agenda, Gibran berinteraksi langsung dengan koleksi seni ukir Asmat yang terkenal dengan keunikan bentuk dan simbolnya. Ia mengeksplorasi berbagai eksposisi yang menampilkan karya-karya artistik dari masyarakat Asmat, termasuk ukiran ritual, peralatan tradisional, dan artefak sejarah yang menunjukkan hubungan antara seni dan kehidupan spiritual. Dalam wawancara dengan John Ohoiwirin, Direktur Museum, Gibran menyoroti bagaimana seni Asmat bisa menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, serta bagaimana keterlibatan pemerintah bisa mempercepat pengembangan destinasi budaya ini.

“Gibran sangat antusias menyimak penjelasan tentang filosofi seni Asmat. Ia pun bertanya tentang ritual adopsi dan alasan bentuk ukiran yang khas,” ujar John Ohoiwirin, Direktur Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, seperti dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden.

Menurut John, Gibran juga menunjukkan ketertarikan pada aspek budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Asmat. “Ia memahami betul bahwa seni ini menggambarkan filsafat dan identitas mereka,” tambahnya. Selama kunjungan, Gibran turut meninjau beberapa ruangan yang berisi koleksi seni, termasuk karya-karya yang dipamerkan untuk mengajarkan tentang sejarah, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat Asmat. Ia juga berdiskusi dengan para penjaga museum terkait langkah-langkah pengembangan yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik destinasi ini.

Peran Museum Asmat dalam Pelestarian Budaya

Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, yang merupakan salah satu institusi tertua di wilayah tersebut, dianjurkan untuk terus berkembang menjadi pusat edukasi dan promosi budaya. Hal ini bertujuan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur, serta menarik minat wisatawan dan peneliti dari berbagai belahan dunia. Dalam kunjungan ini, Gibran menekankan bahwa museum tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran yang hidup dan dinamis. “Kita harus memastikan bahwa Museum Asmat bisa menjadi wajah kebudayaan Papua yang mampu menarik perhatian masyarakat internasional,” kata Gibran.

Sebagai bagian dari Visit Agenda, museum ini diharapkan menjadi titik awal untuk mempromosikan budaya Papua melalui cara yang lebih inovatif. Dengan dukungan dari pemerintah, museum dapat mengembangkan program edukasi, kerja sama dengan lembaga internasional, serta pameran interaktif yang membuat pengunjung lebih memahami makna seni Asmat. Selain itu, Gibran juga menyinggung pentingnya pengembangan infrastruktur dan fasilitas di museum untuk memudahkan pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Budaya

Dalam rangkaian kunjungan, Gibran didampingi sejumlah pejabat seperti Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Selatan Mathius Fakhiri, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Gus Miftah. Keseluruhan delegasi meninjau program pengembangan Museum Asmat, termasuk rencana pameran bertema “Budaya Asmat dalam Perspektif Global” yang akan digelar dalam beberapa bulan mendatang.

Gibran menegaskan bahwa Visit Agenda ini adalah bagian dari upaya menyelaraskan budaya lokal dengan kebutuhan dunia modern. “Kita harus menampilkan budaya Asmat dengan cara yang menarik dan relevan, sehingga mampu menginspirasi generasi muda untuk merawat warisan leluhur,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam menjaga keberlanjutan museum sebagai simbol kebudayaan Papua. Dengan adanya Visit Agenda, museum ini diharapkan bisa menjadi destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi platform untuk memperkenalkan kekayaan budaya Papua secara lebih luas.

Gabung diskusi