Special Plan: Warga Sipiongot Sumut Senang Akhirnya Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun Terbengkalai
n Special Plan - Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur, Special Plan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akhirnya
Warga Sipiongot Sumut Antusias Jalan Aspal Mulai Dibangun
Special Plan – Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur, Special Plan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akhirnya membuahkan hasil nyata bagi warga Sipiongot. Setelah puluhan tahun tidak berkembang, jalan lintas antar kabupaten yang menghubungkan Padang Lawas Utara (Paluta) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) kini mulai diaspal. Masyarakat setempat sangat gembira dengan perubahan ini, karena jalan yang sebelumnya rusak dan berlumpur kini menjadi lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Progres Konstruksi yang Mengesankan
“Setelah delapan dekade menunggu, kami akhirnya melihat kemajuan. Jalan ini bukan hanya memudahkan akses, tetapi juga menumbuhkan harapan baru,” kata Sabarullah Ritonga, warga Sipiongot, dalam wawancara Rabu, 24 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa proyek Special Plan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.
Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Pemprov Sumut melaporkan progres signifikan dalam beberapa ruas jalan. Sejak dimulainya Special Plan, ruas Hutaimbaru-Sipiongot telah mencapai 23,474 persen, melebihi target awal. Ruas Sipiongot-Batas Labuhanbatu menunjukkan kemajuan 6,60 persen, sementara Sipiongot-Tolang menuju perbatasan Tapanuli Selatan mencapai 3,348 persen. Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan infrastruktur yang memadai.
Langkah Kritis dalam Peningkatan Kualitas Jalan
Kepala Dinas Bina Marga, Chandra Dalimunthe, menjelaskan bahwa Special Plan tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga memperkuat struktur jalan agar dapat menahan beban lalu lintas jangka panjang. “Kami sedang memasuki tahapan kritis dengan pemasangan aspal AC-BC. Ini menjadi dasar utama untuk memastikan jalan mencapai standar teknis,” tuturnya.
Dalam postingan Instagram, Gubernur Sumut Bobby Nasution membagikan video pemutusan batu pertama proyek tersebut. Ia menyebutkan bahwa jalan ini akan melintasi tujuh desa di Paluta dan menyelesaikan panjang total 11,50 kilometer. Bobby juga menegaskan bahwa Special Plan akan selesai pada 2028, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat infrastruktur yang sudah lama ditunggu.
Sebelumnya, proyek ini diawali dengan peresmian jembatan Aek Sipange di Kecamatan Aek Bilah, Tapsel, pada Kamis, 5 Maret 2026. Jembatan ini menjadi bagian dari Special Plan yang bertujuan menghubungkan wilayah Paluta dengan Tapsel, Labuhanbatu, dan Gunung Tua. Pekerjaan ruas Hutaimbaru-Sipiongot tahun ini akan diperluas hingga 11 dari 32 kilometer, sementara Sipiongot-Batas Labuhanbatu diperbaiki sepanjang 16 dari 23 kilometer.
Masyarakat Sipiongot menilai Special Plan memberi dampak positif yang signifikan. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui akibat hujan deras dan tanah longsor kini menjadi lebih aman. Kegembiraan warga juga terlihat dari antusiasme mereka mengikuti progres pekerjaan. “Ini seperti lomba lari yang akhirnya selesai. Semua warga harapkan jalan ini segera selesai agar ekonomi kami bisa berkembang,” ujar seorang warga lokal.
“Special Plan ini adalah refleksi komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami tidak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan wilayah,” tambah Chandra Dalimunthe.
