Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

Solving Problems: Museum Bahari Gelar Pameran Fotografi Jakarta-San Francisco, Sambut Lima Abad Jakarta

Jessica Johnson - kabarsaji.com 2 mins read 10 views

Museum Bahari Rayakan Lima Abad Jakarta dengan Kolaborasi Fotografi Jakarta-San Francisco Solving Problems - Dalam rangka memperingati lima abad Jakarta

Solving Problems: Museum Bahari Gelar Pameran Fotografi Jakarta-San Francisco, Sambut Lima Abad Jakarta

Museum Bahari Rayakan Lima Abad Jakarta dengan Kolaborasi Fotografi Jakarta-San Francisco

Solving Problems – Dalam rangka memperingati lima abad Jakarta, Museum Bahari menggelar pameran fotografi kolaboratif antara kota metropolitan Jakarta dan San Francisco, Amerika Serikat. Acara ini bertujuan memperkuat hubungan budaya dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar melalui karya seni visual. Pameran dibuka pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, dan akan berlangsung selama 13 hari, hingga 29 Juli 2026.

Kerja Sama Antara DKI Jakarta dan San Francisco

Kolaborasi ini terwujud berkat kerja sama antara Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Universitas Tarumanagara, dan University of San Francisco. Mis’ari, Kepala Unit Pengelola Museum Bahari, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan menyelesaikan masalah dalam komunikasi antarbudaya dengan menampilkan perspektif kota besar dari dua wilayah berbeda.

“Kami telah menyiapkan dua lokasi pameran, yaitu Museum Bahari dan Museum Seni Rupa dan Keramik,” ujarnya. “Proses riset dan survei lokasi dimulai sekitar setahun silam. Setelah melalui koordinasi serta komunikasi intensif, hari ini kita bisa melaksanakan pembukaan.”

Mis’ari menekankan bahwa pameran ini menjadi solusi dalam memperkaya pengalaman pengunjung dan menciptakan dialog budaya yang lebih inklusif. Ia menambahkan bahwa Museum Bahari memperkuat perannya sebagai pusat kota global dengan menghadirkan perspektif internasional.

Perspektif Lintas Budaya

Pameran ini menggabungkan karya dari fotografer Jakarta dan San Francisco, menggambarkan beragam sudut pandang mengenai kehidupan masyarakat, budaya, serta dinamika perkotaan. Dengan menghadirkan seniman dari dua kota besar, pameran ini berupaya memecahkan masalah komunikasi budaya dan menciptakan wawasan baru tentang Jakarta.

“Karya saya di sini berdampingan dengan hasil fotografi para mahasiswa, yang menawarkan sudut pandang lokal dan global. Mereka ingin menyuarakan isu-isu relevan dengan kehidupan perkotaan Jakarta yang kompleks tetapi menarik,” kata fotografer San Francisco, Pedro Lange Churion.

Menurut Pedro, pameran ini menjadi bentuk solusi dalam menunjukkan keindahan Jakarta dari perspektif yang berbeda. Ia menegaskan bahwa karya yang ditampilkan menggambarkan realitas kota yang sibuk dan dinamis, serta upaya mengatasi tantangan perkotaan yang sering dianggap sebagai masalah.

Konten dan Tujuan Pameran

Sebanyak 40 karya fotografi dari San Francisco akan dipamerkan di Museum Bahari, sementara Jakarta menyumbang 60 karya. Pameran ini juga bertujuan memecahkan masalah dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerja sama lintas budaya. Mis’ari menjelaskan bahwa Museum Bahari memperlihatkan keunikan Jakarta sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dan perubahan yang signifikan.

Pameran ini tidak hanya menyelesaikan masalah dalam memperkenalkan Jakarta ke dunia internasional, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kesadaran akan keberagaman dan kompleksitas kota besar. Dengan menampilkan perspektif yang berbeda, pameran ini berharap dapat menciptakan solusi baru dalam memahami dinamika perkotaan dan mengatasi masalah lingkungan atau sosial yang dihadapi Jakarta.

Gabung diskusi