Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Sederet Fakta soal Penembakan Pilot AS di Papua

Daniel Martinez - kabarsaji.com 2 mins read 15 views

Sederet Fakta soal Penembakan Pilot AS di Papua Sederet Fakta soal Penembakan Pilot - Konflik bersenjata di Papua kembali menjadi fokus pembicaraan setelah

Sederet Fakta soal Penembakan Pilot AS di Papua

Sederet Fakta soal Penembakan Pilot AS di Papua

Sederet Fakta soal Penembakan Pilot – Konflik bersenjata di Papua kembali menjadi fokus pembicaraan setelah seorang pilot asing, Nicholas F. Goselin, tewas akibat tembakan dari kelompok TPNPB-OPM. Insiden terjadi saat pesawat milik PT AMA yang dikemudikan Nicholas melintas di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada hari Kamis, 3 Juli 2026.

Pemicu Penembakan

Pesawat yang dikemudikan Nicholas ditembak karena diduga membawa bahan logistik untuk pasukan TNI. Penembakan dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak. Sebby Sambom, juru bicara TPNPB, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan ultimatum untuk menghentikan akses maskapai Indonesia ke wilayah Papua.

“Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua,” ujar Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam pernyataannya, Sambom menjelaskan bahwa 36 komando daerah pertahanan (Kodap) TPNPB telah menerbitkan perintah larangan penerbangan di berbagai wilayah Papua. Larangan ini dikeluarkan sebagai antisipasi terhadap keberadaan prajurit TNI non-organik yang dikirim ke daerah terpencil.

Langkah TNI Setelah Insiden

Setelah penembakan, TNI meluncurkan operasi khusus untuk menguasai Lapangan Terbang Ipdeheik di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Tujuan utama operasi tersebut adalah menjaga keamanan dan mendukung pencarian serta evakuasi korban.

“Operasi dilakukan untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan SAR taktis dan evakuasi korban,” kata Wirya Arthadiguna, Kepala Penerangan Koops Habema, Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam operasi tersebut, Koops Habema mengerahkan 10 prajurit yang didukung dua helikopter Caracal. Penggunaan helikopter dilakukan karena medan pegunungan di lokasi terbilang cukup sulit. Wirya menyatakan bahwa jenazah Nicholas telah dievakuasi ke Timika untuk diproses lebih lanjut.

Kabupaten dalam Zona Perang

Sejak Desember 2024, TPNPB mengklaim bahwa sembilan kabupaten di Papua ditetapkan sebagai zona perang. Wilayah-wilayah ini termasuk Nduga, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, Intan Jaya, Maybrat, Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Yahukimo.

Sambom menegaskan bahwa pihak TPNPB telah berkali-kali memberi peringatan soal akses ke zona perang. Menurutnya, kesalahan pemerintah Indonesia terletak pada memperbolehkan pesawat sipil masuk ke area tersebut.

Pilihan Editor

Buat Apa Taruna Akademi Militer di Sekolah Rakyat

Gabung diskusi