Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

New Policy: Pramono Targetkan Normalisasi Kali Ciliwung Selesai Tahun Depan

Jessica Johnson - kabarsaji.com 3 mins read 12 views

Pramono Targetkan Normalisasi Kali Ciliwung Selesai Tahun Depan New Policy - Dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan mengatasi masalah banjir yang

New Policy: Pramono Targetkan Normalisasi Kali Ciliwung Selesai Tahun Depan

Pramono Targetkan Normalisasi Kali Ciliwung Selesai Tahun Depan

New Policy – Dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa new policy terbaru pemerintah daerah akan fokus pada normalisasi Kali Ciliwung. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2026, yang menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperingati hari jadi Jakarta yang ke-500 pada tahun 2027. Dengan new policy ini, pemerintah DKI berharap dapat menciptakan sistem drainase yang lebih efektif, mengurangi risiko banjir di wilayah rawan, serta meningkatkan fungsi alami sungai sebagai bagian dari ekosistem kota.

Progres Pembebasan Lahan di Kelurahan Cawang

Pernyataan Pramono diungkapkan saat ia melakukan inspeksi di lokasi penyelesaian pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta, pada Jumat 10 Juli 2026. Menurut gubernur, proses pembersihan lahan di wilayah tersebut berjalan lancar dan menjadi langkah awal penting dalam mewujudkan new policy normalisasi Kali Ciliwung. Ia menegaskan bahwa pembebasan lahan adalah kunci untuk memulai revitalisasi sungai yang selama ini menjadi sumber masalah bagi masyarakat. “Jika pekerjaan ini berjalan lancar, normalisasi salah satu sumbu utama Kali Ciliwung akan selesai tepat pada perayaan 500 tahun kota Jakarta tahun 2027,” ujar Pramono selama inspeksinya.

Rencana Lokasi dan Timeline Proyek

Pemerintah DKI Jakarta telah menetapkan dokumen lokasi (penlok) untuk empat kelurahan, yaitu Cawang, Rajawati, Pengadegan, dan Cililitan, sebagai bagian dari new policy normalisasi Kali Ciliwung. Pramono menyatakan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari program normalisasi yang sempat terhenti beberapa tahun lalu. Dengan menyelesaikan dokumen penlok untuk empat kelurahan tersebut, ia yakin bahwa penyelesaian proyek bisa tercapai tepat waktu. Selain itu, masih ada 10 kelurahan lain dari total 14 yang sedang dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan. Proses ini akan terus berjalan selaras dengan new policy yang dirancang untuk mempercepat rehabilitasi sungai.

Dalam kunjungan kedua ke lokasi peninjauan di Kelurahan Cawang, Pramono menegaskan bahwa pembebasan lahan akan tuntas di akhir 2026. Ia menyampaikan bahwa ada 488 rumah yang telah dibebaskan, dan masih ada 142 rumah lain yang akan diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan demikian, pihaknya optimis bahwa progres ini bisa mencapai target yang telah ditetapkan. “Pembebasan lahan adalah langkah penting dalam memulihkan fungsi Kali Ciliwung sebagai sistem drainase yang sehat,” tambahnya. Proses ini tidak hanya mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah DKI dalam menerapkan new policy yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.

Manfaat dan Tujuan New Policy Normalisasi

Pembebasan lahan di Kelurahan Cawang menjadi contoh nyata dari manfaat new policy normalisasi Kali Ciliwung. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi alami sungai sebagai saluran air, mengurangi ketergantungan pada sistem drainase yang tidak efektif, serta meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar daerah rawan banjir. Dengan normalisasi, luas area tangkapan air akan diperluas, sehingga mampu menyerap air hujan secara lebih efisien. Selain itu, proses ini juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekitar melalui pengembangan lahan yang lebih produktif.

Dalam rangka mewujudkan new policy ini, Pemerintah DKI Jakarta melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, agar tidak ada hambatan dalam proses pembebasan lahan. Pramono menjelaskan bahwa pembebasan lahan bukan hanya tentang mengosongkan rumah, tetapi juga memastikan keberlanjutan program normalisasi dengan mendukung pengembangan infrastruktur yang lebih modern. “Kali Ciliwung adalah salah satu dari empat sungai utama di Jakarta yang perlu diperbaiki. Dengan new policy ini, kita bisa memulihkan fungsi alami sungai dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah,” tegas gubernur dalam sebuah wawancara.

Adapun progres dalam pembebasan lahan juga menjadi penegas bahwa new policy normalisasi Kali Ciliwung tidak hanya menjadi rencana pemerintah, tetapi juga didukung oleh masyarakat yang sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Kehadiran warga di lokasi peninjauan menunjukkan bahwa mereka antusias dan siap bekerja sama dalam mencapai target new policy tersebut. Pramono pun berharap bahwa proyek ini bisa menjadi contoh sukses dalam penerapan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Gabung diskusi