Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

New Policy: Pindad Akan Buat Senapan untuk Tentara Arab Saudi

Nancy Martin - kabarsaji.com 3 mins read 16 views

Pindad Akan Mengembangkan Senapan untuk Tentara Arab Saudi dalam Rangka New Policy New Policy - Dalam upaya memperkuat hubungan bilateral dan menunjukkan

New Policy: Pindad Akan Buat Senapan untuk Tentara Arab Saudi

Pindad Akan Mengembangkan Senapan untuk Tentara Arab Saudi dalam Rangka New Policy

New Policy – Dalam upaya memperkuat hubungan bilateral dan menunjukkan komitmen Indonesia terhadap ekspor pertahanan, New Policy yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto menitikberatkan pada kerja sama strategis antara PT Pindad dengan industri pertahanan Arab Saudi. Kemitraan ini diumumkan setelah pemesanan peralatan senjata yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi, sebuah langkah yang diperkirakan akan meningkatkan kemampuan militer negara tersebut. New Policy ini menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk menembus pasar global dengan produk senjata berkualitas tinggi, termasuk senapan mesin yang akan dikembangkan oleh Pindad.

Kemitraan Teknis dan Tantangan Produksi

Kerja sama antara Pindad dan Industri Pertahanan Arab Saudi (SAM DS) dilakukan di Riyadh pada 9 Februari 2026, seperti yang diumumkan melalui siaran pers resmi. Pindad akan mengembangkan senapan kaliber 7,62 mm dan 12,7 mm, dua jenis senapan yang menjadi standar dalam operasi militer modern. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi Pindad di luar pasar Asia Tenggara, sambil menyesuaikan dengan kebutuhan tentara Saudi yang berfokus pada keandalan dan kinerja tinggi. New Policy ini mencakup penguasaan teknologi produksi, pengujian kualitas, serta penyesuaian spesifikasi untuk memenuhi standar internasional.

“Kami berkomitmen untuk memberikan senjata yang berkualitas, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan operasional Arab Saudi,” kata Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dalam wawancara terpisah. Ini merupakan bagian dari New Policy yang mengutamakan kolaborasi teknis dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan negara-negara pemimpin di bidang pertahanan.

Impak New Policy pada Pertahanan Nasional

Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan eksportasi senjata, tetapi juga berpotensi menumbuhkan industri pertahanan dalam negeri. Pindad, sebagai perusahaan produksi senjata milik pemerintah, akan mengalami penguatan dalam keahlian desain dan manufaktur senapan. New Policy ini juga diharapkan mendorong inovasi dalam bidang pertahanan, termasuk pengembangan senapan dengan fitur teknologi canggih yang bisa bersaing dengan produsen global seperti Germany atau USA. Selain itu, kolaborasi ini menjadi contoh konkret keberhasilan industri Indonesia dalam memenuhi permintaan pasar internasional.

Kepala Partai Gerindra Prabowo Subianto menekankan bahwa New Policy ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan industri pertahanan. “Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia bukan hanya menjadi penyuplai senjata, tetapi juga menjadi mitra yang bisa memberikan solusi secara berkelanjutan,” ujarnya. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah sebelumnya yang mendorong diversifikasi produk pertahanan nasional.

Proyek Pemeliharaan dan Pelatihan

Pindad tidak hanya akan mengembangkan senapan, tetapi juga menangani layanan pemeliharaan dan pelatihan bagi tentara Arab Saudi. Proses ini melibatkan teknisi dan insinyur dari Pindad yang akan bekerja sama dengan tim militer Saudi untuk memastikan senapan beroperasi optimal. New Policy ini juga mencakup pengadaan pelatihan prajurit Indonesia, yang akan dijadwalkan selama dua tahun setelah penandatanganan kontrak. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya tentang barang, tetapi juga peningkatan kapasitas SDM di bidang pertahanan.

“Pengembangan senapan dan pelatihan bersama menjadi bagian dari New Policy yang mewujudkan keunggulan Indonesia dalam industri pertahanan,” tambah Sigit Santosa. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perang dagang senjata global, sekaligus membangun jaringan kerja sama yang bisa diandalkan.

Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Produksi

Pindad berencana menginvestasikan dana sekitar Rp50 miliar untuk menyempurnakan proses produksi senapan, termasuk penggunaan bahan baku lokal dan teknologi pengolahan modern. New Policy ini menekankan bahwa pengembangan senapan tidak hanya tentang kecepatan produksi, tetapi juga kualitas dan daya tahan produk. Pindad akan menyesuaikan standar produksi dengan kebutuhan spesifik Arab Saudi, termasuk desain ergonomis dan kemampuan adaptasi dalam berbagai kondisi medan. Proyek ini diharapkan selesai dalam waktu 18 bulan, dengan pengujian uji coba dilakukan di lapangan.

Dengan New Policy ini, Pindad berupaya menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan senjata yang bisa diandalkan secara internasional. Kemitraan dengan Arab Saudi dianggap sebagai langkah awal menuju ekspor senapan ke pasar Timur Tengah, yang merupakan salah satu daerah strategis dalam pertahanan global. Selain itu, proyek ini juga memberikan peluang untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara lain, seperti negara-negara Timur Tengah dan Afrika.

Gabung diskusi