Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

New Policy: Pemko Batam Gandeng Dalle Energy Bangun PLTGU 300 MW

Mark Hernandez - kabarsaji.com 4 mins read 11 views

mbangkan Pembangkit Listrik 300 MW New Policy - Under the new policy, Pemerintah Kota Batam bergerak cepat dalam memperkuat infrastruktur energi daerah

New Policy: Pemko Batam Gandeng Dalle Energy Bangun PLTGU 300 MW

Pemko Batam dan Dalle Energy Kembangkan Pembangkit Listrik 300 MW

New Policy – Under the new policy, Pemerintah Kota Batam bergerak cepat dalam memperkuat infrastruktur energi daerah melalui kerja sama strategis dengan Dalle Energy. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam 3 serta Batam 4, yang memiliki total kapasitas 300 megawatt (MW), menjadi bagian dari upaya kota ini untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, tetapi juga menjadi wujud kebijakan baru yang mengarah pada pengembangan energi terpadu dan pilar utama pembangunan kota. Dengan tambahan kapasitas ini, Batam diharapkan bisa meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional dan regional.

Kemitraan Melalui Penandatanganan Perjanjian

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara Dalle Energy Batam dan PLN Batam ditandatangani di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor Korporat PLN Batam, pada Kamis, 16 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Dalle Energy Batam Imron Gazali dan Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, serta diawasi oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert. Kemitraan ini sejalan dengan visi kota Batam dalam mendorong kebijakan baru yang fokus pada pemanfaatan sumber daya energi secara optimal. Dalle Energy dan PLN berkomitmen untuk mengimplementasikan proyek ini sesuai dengan kebijakan baru yang ditetapkan oleh Pemko Batam.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami menyampaikan sambutan hangat kepada Yang Mulia Duta Besar Swedia, H.E. Daniel Blockert. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Swedia dalam pengembangan sektor energi di Batam,” ujar Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah.

Komitmen untuk menerapkan kebijakan baru ini juga mencerminkan kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan swasta dalam menciptakan sistem energi yang lebih mandiri. Dalam pidato terbuka, Firmansyah menekankan bahwa kebijakan baru tersebut menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat seiring berkembangnya industri, kawasan digital, dan proyek-proyek strategis lainnya. “Ketersediaan listrik yang andal adalah prasyarat utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” lanjutnya. Kebijakan baru ini dirancang untuk mempercepat pengembangan infrastruktur kelistrikan, termasuk memperluas jaringan distribusi dan mengurangi risiko pemadaman listrik.

Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo menjelaskan bahwa proyek PLTGU Batam 3 dan 4 merupakan bagian dari kebijakan baru yang dirancang untuk memastikan ketersediaan energi yang memadai. “Kehadiran pembangkit ini akan menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat, sekaligus menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif,” katanya. Proyek ini juga sesuai dengan arah kebijakan baru Pemko Batam dalam memperkuat sektor energi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi kota. Dengan total kapasitas 300 MW, pembangkit ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi permintaan listrik di kawasan industri, rumah tangga, dan sektor publik.

Manfaat Kebijakan Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan baru yang dijalankan Pemko Batam menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan efisien. Dengan penambahan kapasitas listrik sebesar 300 MW, kota ini diharapkan bisa menopang pertumbuhan investasi sektor industri dan digital. “Kebijakan baru ini memberikan dasar yang kuat untuk mendorong keterlibatan investor asing dan lokal dalam pengembangan energi,” kata Imron Gazali, Direktur Utama Dalle Energy Batam. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi eksternal dan meningkatkan keandalan pasokan listrik secara lokal.

Kebijakan baru juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan energi bagi masyarakat. Dengan adanya PLTGU, Pemko Batam menargetkan peningkatan akses listrik ke area yang masih kurang terlayani, terutama di kawasan industri dan pusat ekonomi. “Kami berharap kebijakan baru ini bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat,” ujar Firmansyah. Selain itu, proyek ini juga mengurangi risiko krisis energi akibat fluktuasi harga bahan bakar minyak, yang menjadi tantangan utama dalam pengembangan daerah.

Proyek PLTGU Batam 3 dan 4 diharapkan menjadi model kebijakan baru yang dapat diterapkan di daerah lain. Dalam mengejar target ini, Pemko Batam menekankan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan energi seperti Dalle Energy, untuk menciptakan sistem yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Kebijakan baru ini juga memperkuat posisi Batam sebagai pusat kebijakan energi yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan investasi besar ini, Batam menunjukkan komitmen untuk menjadi kota yang mampu menjawab tantangan era industrialisasi dan digitalisasi.

Dalam konteks kebijakan baru, proyek PLTGU 300 MW menjadi bukti bahwa Pemko Batam tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguasaan sumber daya energi. Direktur Utama Dalle Energy Batam Imron Gazali menyatakan bahwa kebijakan baru ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur kota. “Kami yakin kebijakan baru akan memberikan dampak yang luas, tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam sektor industri dan perekonomian Batam secara keseluruhan,” imbuhnya. Proyek ini menjadi salah satu contoh kebijakan baru yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi modern dalam energi.

Kebijakan baru yang diterapkan Pemko Batam juga mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan pasar energi yang semakin dinamis. Dengan melibatkan mitra strategis seperti Dalle Energy, kota ini bisa memastikan keberlanjutan proyek pengembangan energi jangka panjang. Selain itu, kebijakan baru ini diperkuat oleh dukungan dari pihak luar, seperti Pemerintah Swedia, yang telah mengirimkan utusan diplomatik untuk mengawasi penandatanganan perjanjian ini. Duta Besar Swedia, H.E. Daniel Blockert, menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam mendorong kebijakan baru yang berdampak besar bagi pembangunan ekonomi.

Gabung diskusi