Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

New Policy: Koster Paparkan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bali di Hadapan Megawati

Jennifer Taylor - kabarsaji.com 3 mins read 19 views

Koster Bangun Ekonomi Kreatif Bali di Hadapan Megawati New Policy - Di bawah naungan New Policy , Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, memaparkan

New Policy: Koster Paparkan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bali di Hadapan Megawati

Koster Bangun Ekonomi Kreatif Bali di Hadapan Megawati

New Policy – Di bawah naungan New Policy, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, memaparkan progres pengembangan ekonomi kreatif yang berlandaskan budaya selama acara Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Ahad, 28 Juni 2026. Acara ini dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden kelima Republik Indonesia, serta M. Prananda Prabowo, yang juga hadir sebagai pendamping.

Koster menegaskan bahwa New Policy tidak hanya tentang perubahan kebijakan, tetapi juga transformasi yang mendorong perekonomian daerah melalui inisiatif budaya. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa kegiatan Bulan Bung Karno menjadi wadah untuk mengimplementasikan Trisakti Bung Karno, yakni kemandirian politik, ekonomi, dan kebudayaan. “Kita menggabungkan kegiatan budaya dengan strategi ekonomi kreatif sebagai bagian dari New Policy,” ujarnya.

Ekonomi Kreatif Sebagai Gerakan Nasional

Bulan Bung Karno 2026, menurut Koster, merupakan bentuk penerapan konsep Trisakti yang diterapkan secara massif. Ia menyoroti bahwa kegiatan ini menarik 27.000 pengunjung dan melibatkan 14.569 peserta, mencerminkan keberhasilan New Policy dalam menyatukan kegiatan budaya dengan pengembangan ekonomi. “Tujuan utama New Policy adalah menguatkan identitas lokal Bali sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dalam konteks ini, New Policy menjadi platform untuk membangun keterlibatan masyarakat luas. Koster menyebutkan bahwa seluruh acara dirancang agar tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi berubah menjadi gerakan permanen. “Masyarakat tidak hanya menyaksikan, tetapi menjadi bagian dari New Policy ini,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut berkontribusi dalam meningkatkan daya saing produk lokal, terutama arak dan kopi Bali.

Salah satu inisiatif utama dalam New Policy adalah kompetisi Miksologi Arak Bali, yang bertujuan memacu kreativitas generasi muda. Koster menyebutkan bahwa 54 merek arak Bali telah terdaftar dalam pasar internasional, menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan industri ini. “Dengan New Policy, arak Bali tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga dikenal di tingkat global,” terangnya.

Di sisi lain, lomba Barista Kopi Bali menjadi fokus lain dalam New Policy untuk mempromosikan komoditas kopi dari daerah Kintamani, Pupuan, dan Banyuatis yang telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis. “Kopi Bali menjadi simbol kemandirian ekonomi daerah, dan New Policy bertujuan menjadikannya lebih dikenal,” kata Koster. Ia juga mengapresiasi peran Prananda Prabowo dalam mengarahkan kebijakan ini.

Koster menegaskan bahwa New Policy memberikan solusi untuk menekan ketergantungan pada produk luar. “Dengan mengembangkan ekonomi kreatif, kita menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun kegiatan berbasis budaya.

Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Keterlibatan Masyarakat

Dalam New Policy, ekonomi kreatif ditekankan sebagai peran utama ekonomi kerakyatan. Koster menyebutkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat awam hingga pelaku usaha kecil menengah. “Masyarakat tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Para peserta lomba, baik dalam bidang arak maupun kopi, menjadi penggerak utama dalam New Policy. Koster menyebutkan bahwa kegiatan ini memberikan peluang untuk mengembangkan usaha kecil, menjaga warisan budaya, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Dengan New Policy, kita menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan budaya,” pungkasnya.

Gabung diskusi