Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

New Policy: Demo PMII Usung Lima Tuntutan di DPR Sudah Bubar

Daniel Martinez - kabarsaji.com 2 mins read 15 views

DPR Sudah Bubar New Policy - Demo PMII yang mengusung tuntutan terkait New Policy mengakhiri kegiatan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto

New Policy: Demo PMII Usung Lima Tuntutan di DPR Sudah Bubar

Demo PMII Usung Lima Tuntutan di DPR Sudah Bubar

New Policy – Demo PMII yang mengusung tuntutan terkait New Policy mengakhiri kegiatan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Senin sore, 22 Juni 2026. Peserta aksi kembali ke kendaraan masing-masing setelah menyelesaikan pernyataan tuntutan mereka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Aksi ini menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya mewujudkan tujuan New Policy.

Latar Belakang dan Tujuan Aksi

Aksi tersebut diinisiasi oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai respons terhadap kebijakan New Policy yang dianggap kurang transparan dalam penyebaran manfaatnya kepada masyarakat. Massa PMII mengumpulkan pendapat dari berbagai elemen masyarakat untuk menilai efektivitas kebijakan tersebut. Sebelum bergerak ke DPR, mereka berkumpul di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, sebelum memulai perjalanan menuju Gedung DPR RI di Senayan.

Limpa Tuntutan Utama

Demo ini mengusung lima tuntutan utama yang dianggap relevan dengan New Policy. Pertama, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kedua, meninjau kembali kinerja menteri yang dinilai kurang efektif dalam mengimplementasikan kebijakan New Policy. Ketiga, mengubah Badan Gizi Nasional agar lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat. Keempat, menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap memperumit struktur pemerintahan. Kelima, meningkatkan kesejahteraan guru sebagai bagian dari kebijakan pendidikan yang menjadi komponen penting dalam New Policy.

Dalam proses aksi, peserta demo menghadirkan berbagai simbol yang menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap New Policy. Salah satu momen yang menarik adalah saat massa membakar replika keranda yang dianggap sebagai simbol kehancuran demokrasi dalam konteks kebijakan New Policy. “

Ini tanda kita telah lelah dengan pemerintahan sekarang, sahabat-sahabat,” ujar seorang orator di mobil komando.

Peristiwa ini menunjukkan kepedasan massa PMII dalam menuntut perubahan yang lebih signifikan terhadap New Policy.

Selama aksi berlangsung, terjadi gesekan kecil antara peserta dan polisi ketika upaya membakar replika keranda sempat dihentikan. Meski demikian, mahasiswa tetap berusaha mempertahankan simbol tersebut sebagai bentuk penekanan tuntutan mereka. Aksi ini tidak hanya menyoroti kebijakan New Policy, tetapi juga menyoroti peran organisasi kemahasiswaan dalam mengawasi kebijakan pemerintah.

Demo PMII berbeda dari aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti dan perguruan tinggi lainnya pada Jumat pekan lalu, yang berujung pada pertemuan dengan pimpinan DPR. Sementara aksi PMII ini tidak mendapat respons serupa, suasana tetap tenang hingga semua peserta pulang. Meski demikian, aksi ini memberikan dampak signifikan dalam menyuarakan kebijakan New Policy secara langsung kepada institusi legislatif.

Peristiwa demo PMII menjadi contoh bagaimana New Policy tidak hanya diimplementasikan di tingkat kebijakan, tetapi juga dikritik dan diawasi oleh elemen masyarakat. Partisipasi mahasiswa menunjukkan bahwa New Policy masih memerlukan perbaikan dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Aksi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran PMII sebagai organisasi yang aktif dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan terkait kebijakan New Policy.

Gabung diskusi