Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Meeting Results: Kemenkop: Latihan Militer Manajer Kopdes Tetap Berlanjut

Mark Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 21 views

Kemenkop: Latihan Militer Manajer Kopdes Tetap Berlanjut Meeting Results — Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) mengonfirmasi bahwa Program Latihan Dasar

Meeting Results: Kemenkop: Latihan Militer Manajer Kopdes Tetap Berlanjut

Kemenkop: Latihan Militer Manajer Kopdes Tetap Berlanjut

Meeting Results — Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) mengonfirmasi bahwa Program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) untuk calon pengelola Koperasi Desa (Kopdes) tetap dilanjutkan meski terjadi insiden serius selama pelaksanaan. Dalam hasil rapat terbaru, Kemenkop menyatakan evaluasi terhadap kejadian tersebut sedang berlangsung, namun program ini tidak dihentikan. Tujuan utama Latsarmil adalah menghasilkan manajer Kopdes yang memiliki kemampuan kepemimpinan, disiplin, serta penguasaan dasar-dasar manajemen koperasi yang lebih matang.

Evaluasi dan Perbaikan Program

Destry Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop, menjelaskan bahwa hasil rapat dengan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) menunjukkan komitmen untuk memperbaiki aspek-aspek yang rentan dalam pelatihan. Panselnas, yang terdiri dari sejumlah kementerian dan lembaga, berupaya menilai seluruh prosedur pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar lebih aman dan profesional. Evaluasi ini dilakukan secara paralel dengan berjalannya program, sehingga hasil rapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.

“Kita menghargai kepedulian publik terhadap keselamatan peserta, dan hasil rapat telah memastikan bahwa semua kelemahan dalam pelaksanaan SPPI akan diidentifikasi serta diperbaiki,” tambah Destry. Ia menekankan bahwa revisi kebijakan akan dilakukan untuk mengoptimalkan program ini dalam masa depan.

Tindak Lanjut Pemerintah Terhadap Insiden

Kementerian Koperasi mengungkapkan bahwa tiga peserta Latsarmil meninggal dunia selama pelatihan, namun pihaknya tetap memutuskan untuk melanjutkan program. Langkah ini didasari oleh hasil rapat yang menilai risiko insiden dapat dikendalikan melalui langkah-langkah pencegahan tambahan. Selain itu, Kemenkop menegaskan telah memberikan bantuan kepada keluarga para korban dan memastikan prosedur penanganan sesuai standar.

Hasil rapat menunjukkan bahwa keberlanjutan program SPPI lebih penting dari kejadian sementara. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelatihan, baik dalam teknis maupun keamanan,” ujar Destry. Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap pelatihan akan diperketat agar tidak terulangnya insiden serupa.

Dalam hasil rapat yang dilakukan pada 17-20 Juni 2026, Kemenkop dan Panselnas sepakat menyelaraskan rencana penguatan mekanisme pengawasan. Pelatihan akan tetap berlangsung, tetapi dengan tambahan fasilitas medis, pelatihan keselamatan, dan pengawasan oleh tim khusus. Panselnas juga berencana menambahkan modul tentang manajemen risiko dalam kurikulum SPPI.

Insiden yang terjadi selama pelatihan menimbulkan sorotan publik terhadap keamanan program. Kementerian Koperasi menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak menggugat keseluruhan keberhasilan SPPI, yang telah melatih ribuan calon pengelola Kopdes sejak 2022. Hasil rapat menyoroti bahwa jangka panjang program ini akan memberikan dampak besar dalam memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan koperasi.

Hasil rapat menegaskan bahwa SPPI adalah upaya penting untuk menciptakan pemimpin koperasi yang tangguh dan profesional. Meski ada kejadian yang menyedihkan, program ini tetap berjalan dengan baik, selama ada evaluasi yang terus dilakukan,” jelas Destry. Ia menambahkan bahwa Kemenkop akan menyusun laporan lengkap dari kejadian tersebut dalam waktu dekat.

Menurut hasil rapat, Kemenkop juga akan melakukan rapat tambahan dengan institusi terkait untuk menyelaraskan rencana pelatihan. Pelatihan akan dijadwalkan ulang pada Juli 2026, dengan pengawasan yang lebih ketat. Pihak Kemenkop berharap kejadian serius ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas program Latsarmil, sehingga keberhasilan SPPI tetap tercapai meski dengan tambahan langkah antisipasi.

Gabung diskusi