Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Main Agenda: 300 Orang Akan Hadiri Konsolidasi Konferensi Republik

Michael Anderson - kabarsaji.com 2 mins read 12 views

Konsolidasi Konferensi Republik Terima 300 Peserta dari Berbagai Kalangan Main Agenda - Konsolidasi Nasional Konferensi Republik yang berlangsung di Jakarta

Main Agenda: 300 Orang Akan Hadiri Konsolidasi Konferensi Republik

Konsolidasi Konferensi Republik Terima 300 Peserta dari Berbagai Kalangan

Main Agenda – Konsolidasi Nasional Konferensi Republik yang berlangsung di Jakarta pada Ahad, 28 Juni 2026, telah menerima pendaftaran dari 300 orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, pegiat, guru besar, dan mahasiswa. Acara ini bertujuan mengumpulkan pernyataan bersama terkait keadaan bangsa saat ini.

Koalisi Masyarakat Sipil Ajak Partisipasi Luas

Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Konferensi Republik mengadakan konsolidasi nasional dengan tema ‘Jalan Menata Kembali Republik’ di kampus Salemba Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, pada pagi hari, 28 Juni 2026.

Konsolnas Konferensi Republik besok akan mengupas tiga agenda utama, seperti landasan gerakan, bentuk organisasi, serta kepemimpinan. Jejaring sipil tetap memerlukan tokoh yang siap bekerja di depan dan di belakang layar untuk memastikan komunikasi serta koordinasi berjalan lancar tanpa terbatasi kelompok tertentu.

Sekretaris Umum Panitia Konferensi Republik, Yanuar Nugroho, menjelaskan bahwa agenda konsolidasi ini berbeda dari kegiatan sebelumnya di berbagai kota. “Konsolnas Konferensi Republik besok akan membahas dan mencoba menyepakati tiga agenda utama,” ujarnya pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Forum Terbuka untuk Semua Kalangan

Ketua Forum Indonesia Muda, Mandira Bienna Elmir, yang turut hadir dalam konsolidasi nasional ini mengatakan bahwa acara terbuka bagi siapa pun yang prihatin terhadap situasi bangsa. “Akan terbuka, sejauh ini yang sudah mendaftar sekitar 300 orang,” kata Mandira dihubungi pada Sabtu, 27 Juni 2026.

“Pada prinsipnya ini adalah forum keresahan bersama. Masyarakat sipil bisa saling mendukung dan memperkuat gerakan melalui Konferensi Republik,” ujarnya.

Mandira menambahkan bahwa keikutsertaan BEM belum dipastikan. “Namun, secara teknis semua kelompok diundang karena masyarakat sipil ini tidak terbatas pada satu grup saja,” jelasnya.

Menurut Yanuar, peserta Konferensi Republik merupakan organisasi otonom yang masing-masing memiliki peran berbeda, tetapi memiliki kekhawatiran serupa. “Konferensi Republik ini tidak melebur mereka, melainkan menghubungkan berbagai simpul untuk berbagi agenda dan meningkatkan koordinasi,” tambahnya.

Konferensi Republik Pertama di Yogyakarta

Konsolidasi nasional ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Republik pertama yang diadakan di Yogyakarta pada 30 Mei 2026. Acara di Universitas Gadjah Mada itu dihadiri oleh ratusan organisasi, aktivis, serta akademikus.

Konferensi di Yogyakarta menghasilkan temuan penting, di antaranya fokus pada kesulitan yang terjadi secara bersamaan di berbagai aspek kehidupan republik. Masyarakat sipil juga mengkritik lembaga demokrasi yang kurang efektif dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan meskipun berjalan formal.

Gabung diskusi