Latest Update: Ahmad Ali PSI: Saya Tidak Keluar, tapi Dikeluarkan NasDem
Latest Update: Ahmad Ali PSI: Saya Tidak Keluar, tapi Dikeluarkan NasDem Di Mana Saja Basis PDIP yang Disasar PSI Latest Update - Ahmad Ali, Ketua Harian
Latest Update: Ahmad Ali PSI: Saya Tidak Keluar, tapi Dikeluarkan NasDem
Di Mana Saja Basis PDIP yang Disasar PSI
Latest Update – Ahmad Ali, Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memberikan pernyataan terbaru bahwa dirinya tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari Partai NasDem. Ali mengklaim keputusan untuk mengusirnya berasal dari internal partai setelah kongres tahun 2024, bukan dari keinginan pribadinya. Ia menegaskan bahwa meskipun diusir dari struktur pengurus, ia tetap menjadi anggota partai.
“Saya tidak keluar, tapi dikeluarkan dari NasDem,” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Ahad, 21 Juni 2026.
Kebijakan pengusiran ini, menurut Ali, berkaitan dengan penolakannya terhadap praktik mahar politik yang dianggap sebagai salah satu isu yang memicu konflik di dalam partai. “Saya selalu menolak mahar politik karena berpikir itu tidak sehat bagi demokrasi,” katanya. Ali menjelaskan bahwa ia dikeluarkan setelah memberikan pandangan yang berbeda terhadap strategi politik NasDem, khususnya dalam penggunaan dana partai untuk kepentingan kader.
“Saya tidak menginginkan mahar politik, tapi NasDem mengambil keputusan sendiri,” tambah Ali.
Kebijakan mengeluarkan anggota partai ini menjadi sorotan karena terjadi dalam konteks pilpres 2024 dan pemilu legislatif. Ali mengungkapkan bahwa pengusiran tersebut dianggap sebagai bentuk tekanan politik untuk memastikan konsistensi pihak NasDem dalam mengusung kandidat tertentu. “Masyarakat akan memberi perhatian lebih karena ini berkaitan dengan kebijakan partai yang mengatur proses perekrutan kader,” ujarnya. Dalam pernyataannya, Ali juga menyebut bahwa ia tetap yakin dengan prinsip NasDem, meski tidak sepakat dengan cara penerapannya.
Latest Update – Kebijakan mengusir Ahmad Ali dari NasDem menimbulkan perdebatan di kalangan kader. Banyak yang menyebut bahwa tindakan ini memperlihatkan kekacauan dalam pengambilan keputusan partai. Dalam sebuah wawancara, Ali menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah kongres 2024, yang dianggap sebagai momentum untuk mengubah arah partai. “Saya dikeluarkan karena berbeda pendapat, bukan karena keinginan pribadi,” katanya. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk berpindah ke PSI diambil setelah menimbang kebijakan partai NasDem yang dinilai tidak konsisten.
NasDem Usung Politik Tanpa Mahar, Surya Paloh: Bisa untuk Pilih Pemimpin Terbaik
Pengusiran Ahmad Ali dari NasDem sejalan dengan politik tanpa mahar yang digagas oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Dalam sebuah pidatonya di Surabaya pada 21 April 2026, Surya menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan proses perekrutan kader yang transparan. “Dengan politik tanpa mahar, kita bisa memilih pemimpin terbaik berdasarkan kemampuan dan komitmen, bukan karena uang,” ujarnya.
“Kebijakan ini adalah bagian dari prinsip partai yang ingin mendorong kader berkualitas,” kata Surya seperti dikutip dari YouTube Metro TV.
Latest Update – Namun, Ali menilai bahwa kebijakan mahar politik di NasDem justru menjadi alasan utama untuk mengusirnya. Ia menjelaskan bahwa sejak bergabung dengan partai pada 2023, ia menolak berpartisipasi dalam sistem pemberian mahar. “Saya sudah memberikan kontribusi finansial signifikan, termasuk dana untuk pembangunan NasDem Tower di Gondangdia, Jakarta Pusat,” katanya. Ali menyebut bahwa biaya acara “Apel Siaga Kader” pada 16 Juli 2023 sepenuhnya ditanggung oleh dirinya.
“Itu biaya saya semua, bukan dari kader lain,” tambahnya.
Latest Update – Sebagai wakil ketua umum NasDem, Ali dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan partai. Namun, sikapnya yang konsisten menolak mahar politik membuatnya menjadi bahan perdebatan. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk dikeluarkan terjadi setelah ada tekanan dari internal partai. “Saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri, tapi diberhentikan secara mendadak,” ujarnya. Ali juga menegaskan bahwa ia tetap loyal terhadap partai, meskipun tidak sepakat dengan kebijakan yang diambil.
Latest Update – Redaksi Tempo melanjutkan investigasinya dengan menghubungi beberapa tokoh NasDem, termasuk Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim dan Bendahara Umum Ahmad Sahroni, untuk meminta klarifikasi. Kedua pihak belum memberikan respons hingga Ahad, 21 Juni 2026. Ali menyebut bahwa keputusan pengusirannya tidak diumumkan secara resmi, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan kader. “Saya tidak tahu pasti alasan resmi, tapi secara umum itu terkait dengan mahar politik,” katanya. Ia berharap ada klarifikasi lebih jelas dari pihak NasDem.
Latest Update – Dalam konteks politik nasional, pengusiran Ahmad Ali menjadi contoh nyata bagaimana prinsip politik bisa menjadi alasan utama perubahan keanggotaan. Partai NasDem, yang sebelumnya dikenal dengan politik tanpa mahar, kini dianggap mengalami pergeseran arah. Ali mengungkapkan bahwa kebijakan ini terjadi setelah ada tekanan dari beberapa kelompok internal partai. “Saya tetap yakin bahwa NasDem bisa kembali pada prinsip awalnya,” katanya. Ia juga menyoroti peran penting kader dalam menjaga keberlanjutan partai.
