Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Kata Ahmad Ali Soal Kapan Jokowi Gabung PSI

Jessica Johnson - kabarsaji.com 3 mins read 17 views

Latest Program: est Program - Program terbaru dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menarik perhatian publik, khususnya terkait kemungkinan mantan Presiden

Latest Program: Kata Ahmad Ali Soal Kapan Jokowi Gabung PSI

Kata Ahmad Ali Soal Kapan Jokowi Gabung PSI

Latest Program – Program terbaru dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menarik perhatian publik, khususnya terkait kemungkinan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bergabung dengan partai tersebut. Dalam sesi wawancara terbaru, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Ahmad Ali, mengungkap bahwa Jokowi telah beberapa kali menunjukkan dukungan untuk PSI, termasuk melalui kunjungan ke berbagai wilayah dan pertemuan dengan pengurus partai. Namun, Ali belum mampu memberikan jadwal pasti mengenai kapan Jokowi resmi bergabung atau jabatan yang akan diberikan. “Keputusan mengenai jabatan Jokowi bukan berada di bawah kewenangan saya,” jelas Ali saat dihubungi beberapa hari lalu dalam rangka menghadiri acara Latest Program.

Latest Program pada kesempatan tersebut juga menjadi platform untuk menjelaskan dinamika politik di belakang layar. Selain Ali, Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan bahwa Jokowi akan segera diumumkan sebagai anggota dewan pembina partai. Namun, pemberian jabatan secara simbolis menunggu keputusan dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. “Jika yang bersifat simbolis, maka harus sabar. Nanti menjadi ranah Kaesang Pangarep,” ungkap Bestari saat diwawancara, Jumat, 19 Juni 2026.

“Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung,” kata Jokowi kepada wartawan saat wawancara cegat seusai salat Jumat di Solo, Jumat, 19 Juni 2026.

Jokowi menegaskan bahwa proses bergabung ke partai politik tidak bisa dilakukan secara langsung. Ia menambahkan, keputukan tersebut harus mengikuti prosedur internal yang berlaku. Meski demikian, mantan Wali Kota Solo tersebut memastikan akan menghadiri berbagai undangan dari PSI, termasuk dalam kegiatan struktur partai. “Yang paling penting, undangan-undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI, nanti akan saya hadiri semuanya,” ujarnya. Ini menunjukkan komitmen Jokowi untuk menjaga keterlibatan aktif, meski belum tentu dalam kapasitas jabatan.

Dalam Latest Program, Jokowi juga menyebutkan bahwa dirinya akan hadir sebagai pemberi motivasi, bukan dalam kapasitas jabatan tertentu. Saat ditanya mengenai peran yang akan diambilnya, ia hanya menjawab, “Sebagai apa… sebagai motivator.” Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Jokowi ingin memperkuat konsensus dan menginspirasi partai, tanpa mengambil alih fungsi struktural yang telah ada.

Dalam kesempatan terpisah, Ali menilai Jokowi sebagai tokoh inspiratif bagi PSI. Apalagi, Jokowi telah memenangkan pemilu secara beruntun, sehingga menjadi contoh yang patut diikuti. “Saya kira itu patut untuk menjadi contoh,” katanya. Penilaian ini menegaskan bahwa penggabungan Jokowi dengan PSI bukan hanya tentang kekuatan politik, tetapi juga pengaruh moral dan strategis dalam menggerakkan partai.

Analisis Dalam Konteks Pemilu

Penambahan Jokowi ke dalam struktur PSI bisa menjadi strategi untuk meningkatkan elektabilitas partai dalam menghadapi pemilu berikutnya. Dengan menggandeng tokoh seperti Jokowi, PSI diharapkan bisa menarik suara dari basis pendukung mantan presiden tersebut. Namun, perlu diwaspadai dampak dari keputusan ini terhadap koalisi PDIP, yang telah lama memiliki hubungan kuat dengan Jokowi.

Latest Program juga membahas perspektif analis politik terkait keputusan ini. Sejumlah ahli menyatakan bahwa penerimaan Jokowi oleh PSI berdampak pada dinamika partai, khususnya dalam meningkatkan kredibilitas dan daya tarik calon-calon pemimpin yang akan dipilih. “Keberadaan Jokowi bisa menjadi penjembatannya dalam menarik masyarakat yang menyukai gaya kepemimpinan yang berbeda,” kata seorang ahli politik. Namun, ada juga yang memperingatkan bahwa keputusan ini bisa memicu ketegangan dalam PDIP, terutama jika Jokowi tidak diberikan jabatan strategis.

Gabung diskusi