Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Cerita Warga Jakarta Diajak Demo Dukung MBG di Monas

Daniel Martinez - kabarsaji.com 2 mins read 16 views

ng MBG di Monas Latest Program - Pada Senin, 22 Juni 2026, massa dari Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar demonstrasi mendukung program makan bergizi gratis

Latest Program: Cerita Warga Jakarta Diajak Demo Dukung MBG di Monas

Cerita Warga Jakarta Diajak Demo Dukung MBG di Monas

Latest Program – Pada Senin, 22 Juni 2026, massa dari Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar demonstrasi mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di Selatan Monumen Nasional, Jakarta. Sejumlah peserta aksi mengungkapkan bagaimana mereka terlibat dalam kumpulan ini.

Alasan Bunga Berdemo

Bunga, warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menceritakan ajakan ikut aksi dari teman dekatnya. Informasi tentang unjuk rasa tersebut ia terima malam sebelumnya. “Teman saya yang ajak demo tadi malam,” ujarnya di lokasi.

“Teman saya yang ajak demo tadi malam,” kata Bunga di lokasi.

Ia menjelaskan, alasan utamanya adalah anaknya yang saat ini belajar dan mendapat MBG. Bunga mengatakan, program itu menjadi dorongan kuat untuk berpartisipasi.

Pertemuan Margi dengan Koordinator

Margi, warga Jakarta Utara, mengaku baru pertama kali mengikuti demonstrasi. Ia bertemu dengan orang yang mengajaknya ke aksi saat pergi ke gereja pada Ahad petang, satu hari sebelum acara.

“Ada orang baru yang datang dan minta kenalan. Ngajak demo,” ucap Margi.

Orang tersebut, yang ia sebut berinisial F, menjanjikan uang Rp 80 ribu jika Margi hadir. Namun, saat tiba di lokasi, F tidak dapat dihubungi. Margi akhirnya bergabung dengan koordinator kelompok lain dan menerima Rp 50 ribu secara langsung.

Beda Besaran Uang yang Diberikan

Besaran insentif untuk peserta aksi tidak seragam. Seorang perempuan dari Jakarta Selatan mengungkapkan, ia menerima Rp 60 ribu meski awalnya dijanjikan Rp 100 ribu.

“Yang bagiin (uang) enggak adil. Jebakan Batman,” kata perempuan paruh baya.

Beberapa peserta tidak menerima uang saku. Andir, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengatakan datang ke demo hanya karena informasi dari tetangga lewat aplikasi perpesanan. Ia bersama istri dan anaknya berusia tujuh tahun mengikuti aksi tanpa bayaran.

“Enggak ada, cuma ikut-ikut saja. Tetangga juga paling kasih tahu doang, ada informasi demo MBG di Monas. Ya mau enggak mau ikut serta lah,” ujar Andir.

Partisipasi Pegawai Dapur MBG

Para pegawai dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) turut serta dalam aksi. Salah satu rombongan berasal dari SPPG Jatinegara 02 di Jakarta Timur. Mai Aldi, asisten lapangan, mengatakan 47 orang dari timnya hadir di lokasi.

“Alhamdulillah datang (demonstrasi) semua,” kata Aldi di lokasi unjuk rasa.

Ia menyebutkan, keikutsertaan mereka berasal dari inisiatif sendiri. Pegawai membagi biaya konsumsi, pembuatan poster, serta kebutuhan lainnya secara bersama. “Kebetulan dari kami ada inisiatif patungan relawan, yaitu kami minta satu orang Rp 20 ribu,” tambahnya.

Aldi menegaskan, tidak ada instruksi dari yayasan pemilik program atau pengelola MBG. Kehadiran pegawai SPPG dianggap sebagai bentuk kekhawatiran akan kelanjutan program setelah kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) terungkap.

Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta

Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta, Edy Marzuki, memberikan pernyataan mengenai keberlangsungan aksi. Ia menekankan bahwa keikutsertaan masyarakat terjadi secara spontan, tanpa tekanan dari pihak tertentu.

Gabung diskusi