Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Key Strategy: Profil Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi BGN

Robert Hernandez - kabarsaji.com 4 mins read 38 views

Korupsi BGN Dugaan Peran Glory Harimas Sihombing dalam Kasus Korupsi MBG Key Strategy, atau pendekatan strategis, menjadi fokus utama dalam penyelidikan

Key Strategy: Profil Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi BGN

Profil Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi BGN

Dugaan Peran Glory Harimas Sihombing dalam Kasus Korupsi MBG

Key Strategy, atau pendekatan strategis, menjadi fokus utama dalam penyelidikan korupsi yang menyeret Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam kasus ini, Glory Harimas Sihombing, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, ditetapkan sebagai tersangka oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Peran Key Strategy dalam mengelola program makan bergizi gratis disebut sebagai salah satu aspek yang menjadi pusat perhatian penyidik. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaiman Nahdi, mengungkapkan bahwa Glory dianggap terlibat dalam skema korupsi yang menyeret BGN. Menurut Syarief, Glory tidak hanya sebagai pihak yang memanfaatkan kebijakan Key Strategy, tetapi juga sebagai salah satu pelaku dalam pengelolaan dana yang dikelola oleh lembaga tersebut.

Perjalanan Karier Glory Harimas Sihombing

Sebelum terlibat dalam kasus korupsi BGN, Glory Harimas Sihombing telah menunjukkan jejak karier yang luas. Sebagai lulusan Biologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ia pernah menjabat sebagai analis pengadaan nasional di PT Toyota Astra Financial Services pada 2015–2016. Setelah itu, Glory bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company hingga 2019, sebelum bergabung dengan sistemiq Ltd. di 2017. Pada akhir 2019, ia menjadi kepala perencanaan korporasi dan pengembangan bisnis di LinkAja. Key Strategy yang ia bawa ke berbagai perusahaan dinilai menjadi salah satu strategi utama dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat keberhasilan proyek-proyek strategis yang ia bantu.

Di 2020, Glory menjabat sebagai direktur di PT Agro Industri Nasional (PT Agrinas) dan berperan dalam menandatangani MoU dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan Sumatera Selatan. Ia juga dikenal sebagai bagian dari tim yang menerapkan Key Strategy dalam bidang pertanian berkelanjutan. Dalam jabatan tersebut, Glory menggagas inisiatif yang menurut laporan awalnya bertujuan meningkatkan efisiensi program pengadaan pangan. Namun, investigasi terus berlanjut untuk mengungkap apakah Key Strategy yang ia terapkan benar-benar transparan atau justru digunakan untuk memperkaya skema korupsi.

Hubungan dengan Tim Kampanye Prabowo-Gibran

Glory Harimas Sihombing juga dikenal sebagai koordinator Balai Dewan Pakar Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam Pilpres 2024, ia berperan aktif dalam memperkuat strategi kampanye dan mengelola inisiatif-inisiatif yang berdampak pada masyarakat. Key Strategy dalam konteks ini tidak hanya terbatas pada kebijakan pangan, tetapi juga melibatkan pemanfaatan sumber daya dan jaringan untuk mendukung visi politik pasangan tersebut. Selain itu, Glory terlibat dalam penerbitan buku “Strategi IFSR dalam Akselerasi Implementasi 32.000 SPPG & 82 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” yang dirilis pada 9 Mei 2025. Buku ini diduga menjadi alat untuk mempromosikan kebijakan Key Strategy yang telah diimplementasikan dalam berbagai sektor.

Penyelidikan dan Pemangkasan Peran

Penyidikan korupsi BGN terus berjalan, dengan Glory Harimas Sihombing menjadi tersangka keenam dalam kasus ini. Sebelumnya, Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN, serta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, telah ditetapkan sebagai tersangka. Key Strategy yang diterapkan dalam program makan bergizi gratis diduga terkait dengan pembagian keuntungan dan penggunaan dana yang tidak transparan. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaiman Nahdi, mengatakan bahwa investigasi sedang fokus pada bagaimana Key Strategy digunakan untuk mempercepat keputusan administratif atau mengalihkan tanggung jawab ke pihak lain.

Dalam laporan Indonesia Corruption Watch berjudul “Ada Siapa di Balik MBG?” Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) disebut berafiliasi dengan Relawan Muda Prabowo-Gibran, Balai Dewan Pakar Prabowo, dan Tim Kampanye Nasional. Pembina yayasan ini adalah Hanief Adrian, Sekretaris Jenderal RMPG. Key Strategy dalam konteks ini tidak hanya memengaruhi program pangan, tetapi juga memperluas jaringan politik yang terkait dengan pembangunan infrastruktur dan kebijakan publik. Dengan demikian, Glory Harimas Sihombing dinilai sebagai tokoh yang menggabungkan keahlian teknis dengan strategi politik untuk memperkuat posisi kelembagaan.

Strategi dan Dampak di Berbagai Sektor

Glory Harimas Sihombing juga dikenal sebagai inisiator beberapa proyek yang mencakup penerapan Key Strategy dalam berbagai bidang. Salah satu contohnya adalah pengelolaan dapur MBG di lokasi strategis seperti Jalan Ki Hajar Dewantara, Ciputat, Jalan Godean, Sleman, dan Jalan M Bakri, Bogor. Dalam perannya sebagai kepala yayasan, ia berusaha membangun sistem yang mengintegrasikan Key Strategy dengan kebutuhan masyarakat. Namun, ada kekhawatiran bahwa strategi ini justru digunakan untuk menyembunyikan kesalahan administratif atau memanipulasi data dalam laporan keuangan.

Menurut pengamat korupsi, penyelidikan terhadap Glory Harimas Sihombing adalah bagian dari upaya untuk mengungkap keterlibatan Key Strategy dalam penyimpangan kelembagaan. Ia dituduh memanfaatkan jabatan dan akses ke sumber dana untuk mengarahkan kebijakan yang lebih menguntungkan pihak tertentu. Dengan jumlah tersangka yang terus bertambah, kasus ini menjadi contoh bagaimana Key Strategy bisa menjadi alat dual-use, baik untuk pembangunan maupun korupsi, tergantung pada pengelolaannya.

Dalam konteks ini, Key Strategy juga menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara penyelidik mengevaluasi proses kelembagaan. Dengan memperhatikan faktor-faktor kritis seperti transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi, investigasi terus memperjelas peran Glory Harimas Sihombing dalam kasus BGN. Meskipun masih ada informasi yang belum terungkap, penjelasan dari Syarief Sulaiman Nahdi dan laporan dari Indonesia Corruption Watch memberikan gambaran bahwa Key Strategy menjadi bagian integral dari korupsi yang terjadi.

Gabung diskusi