Key Discussion: Bandung Jadi Titik Temu Kolaborasi Investasi Jawa Barat dan Selangor
Bandung: Titik Temu Kolaborasi Investasi Jawa Barat dan Selangor Key Discussion menjadi tema utama pertemuan strategis yang diadakan di Kota Bandung, Jawa
Bandung: Titik Temu Kolaborasi Investasi Jawa Barat dan Selangor
Key Discussion menjadi tema utama pertemuan strategis yang diadakan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 9-10 Juli 2026. Pertemuan ini menandai upaya Jawa Barat dan Selangor, Malaysia, untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mencari peluang investasi bersama. Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, pengusaha, dan tokoh dunia usaha, keduanya sepakat mengembangkan kerja sama di bidang infrastruktur, pendidikan, serta sektor industri yang relevan.
Misi Kolaborasi untuk Penguatan Ekonomi
“Kolaborasi antara Jawa Barat dan Selangor tidak hanya sebatas pertukaran informasi, tetapi juga mengarah pada implementasi konkret untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua wilayah,” ujar Dedi Taufik, Kepala Dinas Penanaman Modal Jabar, dalam sambutannya.
Pertemuan ini dirancang untuk menggali potensi kebijakan investasi yang saling menguntungkan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung Yana Muhammad Farhan menjadi pembicara utama, memberikan penjelasan mengenai strategi pemerintah daerah dalam mendorong masuknya investasi asing. Di sisi lain, delegasi dari Selangor menyampaikan proyeksi ekonomi wilayahnya dan minat investor Malaysia terhadap peluang di Jawa Barat.
Key Discussion tidak hanya fokus pada investasi langsung, tetapi juga mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan dan teknologi. Contohnya, kerja sama antara Universiti Selangor dan Institut Teknologi Bandung diharapkan dapat mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan inovasi ke industri lokal. Selain itu, Tourism Selangor dan Batik Air juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.
Hasil Kegiatan dan Langkah Ke Depan
Kunjungan lapangan ke berbagai pusat industri di Bandung menjadi bagian penting dari Key Discussion. Delegasi Selangor mengeksplorasi empat bidang utama: teknologi penerbangan, perkeretaapian, sektor kreatif, dan energi terbarukan. Dalam sesi ini, para peserta membahas peran infrastruktur modern dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok serta menarik minat investor internasional.
Key Discussion juga menyoroti pentingnya kolaborasi lembaga seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dan Wanita Berdaya Selangor. Kedua pihak sepakat untuk membangun program pelatihan dan pemasaran produk lokal. Adapun Bappenas dan lembaga investasi Malaysia, Invest Selangor Berhad, akan memantau perkembangan kerja sama ini untuk memastikan keberlanjutan program jangka panjang.
Sebagai hasil dari Key Discussion, sejumlah perjanjian kerja sama diteken, termasuk kerja sama pengembangan kawasan industri dan pelatihan keterampilan. Dedi Taufik menegaskan bahwa Jawa Barat bersedia menyediakan insentif khusus bagi investor Selangor, terutama di bidang teknologi dan energi. “Kita ingin menunjukkan komitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Dalam rangkaian kegiatan, Bandung menjadi salah satu dari tiga lokasi utama yang dijadwalkan sebagai titik temu antara Jawa Barat dan Selangor. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan bilateral, sekaligus menjadi contoh baik untuk kolaborasi daerah-daerah lain di Indonesia dan Malaysia. Pertemuan ini juga menjadi pendahuluan untuk acara besar Selangor International Business Summit 2026 yang akan diadakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) pada Oktober 2026.
Key Discussion menunjukkan komitmen kedua provinsi untuk mewujudkan visi ekonomi yang lebih inklusif. Selain diskusi teknis, acara ini juga menjadi platform untuk membangun hubungan personal antara para pejabat dan investor, yang dinilai penting dalam menciptakan iklim investasi yang lebih nyaman. Hasilnya, keduanya sepakat membangun mekanisme kerja sama lebih intensif, termasuk pertukaran data dan pengembangan program pengembangan kewirausahaan.
