Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Key Discussion: Anggota Fraksi PDIP dan PAN Minta Febrie Adriansyah Dihukum Mati

Jennifer Taylor - kabarsaji.com 3 mins read 9 views

Kasus Febrie, DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen Key Discussion menjadi perbincangan hangat di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah

Key Discussion: Anggota Fraksi PDIP dan PAN Minta Febrie Adriansyah Dihukum Mati

Kasus Febrie, DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen

Key Discussion menjadi perbincangan hangat di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah dua fraksi partai politik, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Amanat Nasional (PAN), mengungkapkan kecaman terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tersebut dikenai status tersangka dalam tiga kasus besar, yakni skandal korupsi di PT Asabri, korupsi di PT Krakatau Steel, serta dugaan penggelapan anggaran dalam pasokan batu bara. Selain Febrie, Don Ritto dari sektor swasta juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama.

Reaksi Fraksi PDIP dan PAN Terhadap Kasus Febrie

Dalam pertemuan khusus yang diadakan pada Sabtu, 11 Juli 2026, anggota Komisi III DPR dari PDIP, Nasyirul Falah Amru, secara tegas menyampaikan bahwa Key Discussion tentang kasus korupsi ini harus menjadi fokus utama dalam pemberantasan tindak pidana. Ia menekankan bahwa tindakan korupsi yang dilakukan Febrie berdampak luas pada kebutuhan hidup masyarakat. “Kalau bisa dihukum mati, karena kasus ini menyangkut kebutuhan hidup banyak orang,” kata Amru saat memberikan pernyataan di Kompleks DPR, Jakarta.

Kasus korupsi pasokan batu bara yang melibatkan Febrie, menurut Amru, menyebabkan beberapa daerah mengalami gangguan listrik yang berdampak pada kehidupan sehari-hari warga. Ia menambahkan bahwa penyelidikan terhadap tiga kasus ini tidak hanya penting untuk keadilan, tetapi juga menjadi Key Discussion yang mendesak dalam konteks krisis ekonomi nasional. “Masyarakat saat ini sedang menghadapi tantangan ekonomi yang berat, dan kasus ini memperparah kesulitan mereka,” tutur Amru.

Perspektif dari Fraksi PAN

Anggota Komisi III DPR dari PAN, Endang Agustina, juga menyampaikan kepedulian serupa. Ia menyoroti bahwa Key Discussion ini menjadi momentum untuk menguji integritas lembaga penegak hukum. “Kasus ini sangat memprihatinkan karena melibatkan pejabat yang dianggap menjadi panutan masyarakat,” ujarnya. Endang menekankan bahwa tim penyidik harus independen untuk menghindari konflik kepentingan. “Masyarakat berharap ada kepastian hukum, dan kasus ini harus ditangani secara transparan,” tambahnya.

Kasus korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah tidak hanya menjadi perhatian anggota DPR, tetapi juga menarik perhatian publik luas. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai media massa dan akun media sosial aktif mengulas dugaan penggelapan dana yang melibatkan pejabat negara. Banyak masyarakat menganggap kasus ini sebagai contoh nyata korupsi yang mengorbankan kepentingan rakyat. “Kita perlu Key Discussion yang terus-menerus hingga ada kejelasan,” pungkas Endang.

Langkah DPR untuk Memastikan Proses Hukum Transparan

Sebagai respons terhadap Key Discussion ini, Komisi III DPR telah mengambil langkah konkret dengan membentuk tim investigasi yang independen. Tim ini bertugas mengawasi proses penyidikan kasus Febrie Adriansyah, mulai dari pengumpulan bukti hingga evaluasi hasil penyelidikan. Habiburokhman, ketua tim, mengatakan bahwa Kejaksaan Agung harus menjamin keterbukaan informasi selama proses hukum berlangsung.

Kasus Febrie Adriansyah, yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung, menunjukkan upaya DPR untuk memastikan bahwa pelaku korupsi dihukum berdasarkan fakta. Don Ritto, yang telah ditahan di Polda Metro Jaya, menjadi bagian dari investigasi yang sedang berjalan. Dengan adanya Key Discussion yang terus-menerus, diharapkan proses hukum bisa berjalan cepat dan adil, mengingat dampak sosial dari kasus ini sangat besar.

Korupsi di sektor batu bara dan kebijakan pemerintah yang dianggap menyebabkan kesenjangan antara kepentingan korporasi dan kebutuhan rakyat menjadi Key Discussion utama dalam rapat komite. Anggota DPR dari PDIP dan PAN sepakat bahwa kejelasan tentang skandal ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum. “Kita harus menegaskan bahwa korupsi tidak bisa dihindari oleh siapa pun, termasuk pejabat negara,” tutur Amru dalam sidang yang berlangsung.

Gabung diskusi