Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Metro

Polisi Masih Telusuri Motif Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya

Robert Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 15 views

Polisi Masih Telusuri Motif Dugaan Penculikan yang menimpa Jesslyn Wijaya Lay, seorang remaja berusia 16 tahun. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan

Polisi Masih Telusuri Motif Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya

Investigasi Penculikan Jesslyn Wijaya: Polisi Masih Telusuri Motif Dugaan

Kabarsaji.com – Polisi Masih Telusuri Motif Dugaan Penculikan yang menimpa Jesslyn Wijaya Lay, seorang remaja berusia 16 tahun. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari peristiwa mencengangkan ini. Ajun Komisaris Roby Heri Saputra, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa tim penyidik sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan motif. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai permintaan uang tebusan dari pihak pelaku.

«Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait dengan permintaan uang tebusan.»

Kronologi Kejadian di Restoran Saung Kita

Peristiwa menculik tersebut diperkirakan terjadi sebelum Jesslyn menghadiri acara ulang tahun neneknya. Berdasarkan keterangan saksi mata, kejadian berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat. Saat persiapan ulang tahun telah selesai dan lagu selamat ulang tahun akan dinyanyikan, seseorang secara tiba-tiba menutup mata korban. Jesslyn kemudian diangkat dan digendong oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam yang telah menunggu di dekat lokasi.

Andi Darti, pengacara Jesslyn, menyusun kronologi tertulis pada 17 Juli 2026. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa korban terdengar berteriak meminta tolong dengan keras. Jesslyn sempat mencoba keluar dari kendaraan, namun akhirnya dimasukkan kembali ke dalam mobil. Kendaraan tersebut kemudian meninggalkan lokasi dengan cepat. Andi juga menyampaikan bahwa terdapat sekitar lima orang laki-laki di tempat kejadian saat peristiwa berlangsung, termasuk sopir dan dua orang yang membantu membawa korban.

«Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi.»

Sejak kejadian itu, Jesslyn tidak dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun pihak yang berusaha memastikan kondisinya. Andi Darti menambahkan bahwa telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses seperti biasanya. Melalui penyelidikan intensif, polisi menemukan bahwa Jesslyn kini berada di Malaysia. Ia terlacak meninggalkan Indonesia menuju ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, pada 14 Juli 2026 menggunakan penerbangan komersial.

«Yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes yang kami terima.»

Menurut temuan polisi, Jesslyn meninggalkan Indonesia bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga. Roby Heri Saputra juga membenarkan bahwa Jesslyn dibawa secara paksa ke dalam sebuah mobil oleh empat atau lima orang. Saat ini, penyidik sedang berupaya memanggil kedua orang yang meninggalkan Indonesia bersama Jesslyn untuk diperiksa. Termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat.

Kasus ini awalnya dilaporkan ke polisi pada 16 Juli 2026, dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Pelapor adalah perempuan berinisial NAH, yang diketahui merupakan sahabat dari Jesslyn. NAH melaporkan tindak pidana penculikan sebagaimana diatur dalam pasal 450 dan/atau 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, ia telah mencabut laporannya pada Ahad, 19 Juli 2026.

Meski laporan telah dicabut, Roby memastikan penyelidikan masih berjalan. Ia menyatakan bahwa mereka belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, serta memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana. Polisi juga sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang di Malaysia untuk melacak lokasi pasti Jesslyn saat ini.

Gabung diskusi