Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba di Bandara Kualanamu
Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba di Bandara Kualanamu Operasi Anti-Narkoba di Bandara Kualanamu Berhasil Mengungkap Jaringan Perdagangan Etomidate Polisi
Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba di Bandara Kualanamu
Operasi Anti-Narkoba di Bandara Kualanamu Berhasil Mengungkap Jaringan Perdagangan Etomidate
Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Ditipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal Polri kembali menunjukkan kemampuannya dalam menangkap jaringan penyelundupan narkoba. Dalam operasi terbaru di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, polisi berhasil mengungkap 112 unit vape yang berisi narkoba etomidate. Etomidate, yang dikenal sebagai zat aditif di bidang medis, kini menjadi incaran para pengedar karena mudah diselundupkan dan diminum oleh pengguna narkoba. Penyelidikan ini berawal saat Satgas NIC dan tim Subdirektorat IV Ditipidnarkoba melakukan pemeriksaan di area keberangkatan, sebelum pesawat melanjutkan penerbangan ke Jakarta pada 20 Juni 2026.
“Ketika itu, seorang pelaku terlihat lari dari zona pemeriksaan bagasi sambil dikejar petugas keamanan bandara,” terang Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri, dalam keterangan tertulis pada Ahad, 28 Juni 2026.
Pelaku utama, Samuel Roynald Sihaan, ditemukan membawa 112 unit vape Batman yang diselimuti kotak styrofoam berisi kopi durian dan es batu. Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba ini menjadi bukti bahwa narkoba bisa disembunyikan secara kreatif, bahkan dalam bentuk produk konsumsi sehari-hari. Samuel menerima bayaran Rp250 juta untuk mengirimkan narkoba ke Jakarta. Ketika petugas Avsec meminta ia membuka barang bawaannya, etomidate terungkap dari dalam cartridge vape yang secara tampilan tidak mencurigakan.
Operasi ini menggambarkan keterlibatan jaringan besar yang merancang pengiriman narkoba melalui jalur udara. Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba yang ditangkap pada hari yang sama, Willy Raja Pande Turnip, mengungkap bahwa vape dari Samuel berasal dari Deddy Pratama Putra, yang kemudian ditangkap di gerai Indomaret, Jalan Tuasan, Kota Medan. Deddy menyebutkan bahwa narkoba tersebut disuplai oleh suaminya, Safrizal, dan istrinya, Widya Siregar. Keduanya, bersama dengan Wiwin Pradina (istri Deddy), telah ditahan di Supratman, Lorong Family No. 34, Kota Medan.
Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba terus menelusuri jaringan distribusi. Dari pemeriksaan, sumber narkoba diketahui berasal dari Akbar Bodamer, yang kemudian ditahan setelah mengungkap bahwa etomidate itu berasal dari Teddy Hamdani, yang diduga menjadi koordinator distribusi. Teddy, bersama dengan Ahmad, kemungkinan besar menjadi bos dari jaringan tersebut. Etomidate, yang biasanya digunakan sebagai obat anestesi, kini diubah bentuknya menjadi vape agar lebih mudah dikonsumsi dan tidak mudah terdeteksi selama pemeriksaan fisik.
Kemungkinan Manfaat Etomidate dalam Penggunaan Narkoba
Etomidate menjadi pilihan para pengedar karena efeknya yang mirip dengan obat pujer, membuatnya populer di kalangan pengguna narkoba. Dalam bentuk vape, zat ini bisa diminum dengan cepat dan dalam jumlah besar, meningkatkan risiko ketergantungan. Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba ini menunjukkan bahwa para pengedar menyesuaikan metode mereka dengan tren konsumsi modern. Selain itu, etomidate juga diketahui memiliki dampak sampingan seperti mengganggu fungsi hati dan ginjal, sehingga menjadi risiko kesehatan bagi pengguna.
Proses penyelundupan yang dilakukan oleh jaringan ini memperlihatkan tingkat keahlian mereka dalam merancang skema yang tidak mudah terdeteksi. Kotak styrofoam yang digunakan sebagai tempat sembunyi narkoba tidak hanya berisi etomidate, tetapi juga barang-barang lain seperti kopi durian dan es batu, yang memperkuat kesan alami dari barang bawaan. Polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba menyebutkan bahwa metode ini dilakukan untuk menghindari penangkapan selama pemeriksaan oleh petugas bandara.
Dalam operasi ini, polisi berhasil menangkap lima orang terkait, termasuk Samuel, Willy, Deddy, dan dua orang yang ditahan bersamanya. Penyidik masih terus mencari Teddy Hamdani serta Ahmad, yang diduga menjadi pemimpin jaringan distribusi. Dengan menangkap para pelaku, polisi Bongkar 112 Vape Isi Narkoba berharap menghentikan aliran narkoba yang bisa merusak kesehatan masyarakat. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap barang bawaan penumpang di bandara.
