Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Metro

Polisi Belum Simpulkan Dugaan Penculikan Jesslyn

William Lopez - kabarsaji.com 3 mins read 8 views

Hingga saat ini, pihak kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat belum memberikan kesimpulan definitif mengenai dugaan penculikan yang dialami oleh Jesslyn

Polisi Belum Simpulkan Dugaan Penculikan Jesslyn

Polisi Belum Simpulkan Dugaan Penculikan Jesslyn: Investigasi Masih Berjalan

Kabarsaji.com – Hingga saat ini, pihak kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat belum memberikan kesimpulan definitif mengenai dugaan penculikan yang dialami oleh Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf profesional. Meskipun informasi terbaru menunjukkan bahwa Jesslyn berada di Bangkok, Thailand, bersama ibu dan tantenya, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan bahwa keselamatan korban telah terjamin sepenuhnya.

Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra, yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa para penyidik masih dalam tahap pengumpulan informasi.

“Masih belum kami simpulkan, selama belum mengetahui pasti kejadian yang terjadi dan keamanan serta keselamatan Jesslyn yang sesungguhnya,”

ujar Roby saat dihubungi pada Kamis, 23 Juli 2026.

Rute Perjalanan Jesslyn ke Bangkok

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, Jesslyn terlebih dahulu meninggalkan Indonesia dan melakukan transit di Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bangkok.

“(Sekarang) di Bangkok bersama ibu dan tantenya,”

kata Roby.

Berdasarkan data manifes penerbangan yang telah diterima oleh polisi, Jesslyn meninggalkan Indonesia pada tanggal 14 Juli 2026.

“Yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes yang kami terima,”

Roby menjelaskan pada hari Selasa.

Kronologi Lengkap Peristiwa Penculikan

Kasus ini bermula ketika Jesslyn diduga diculik sesaat sebelum menghadiri acara ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, sesaat sebelum acara dimulai dan lagu ulang tahun diputar, seorang pria diduga menutup mata Jesslyn. Dua pria bertubuh besar kemudian mengangkat dan menggendongnya menuju sebuah mobil berwarna hitam yang telah menunggu di lokasi.

“Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi,”

Andi Darti, kuasa hukum Jesslyn, menyampaikan kronologi tertulis pada 17 Juli 2026. Ia juga menambahkan bahwa saksi melihat sekitar lima laki-laki berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.

Motif dan Langkah Penyelidikan Lanjutan

Meski Jesslyn telah diketahui berada bersama keluarganya, polisi belum memastikan motif di balik peristiwa tersebut.

“Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait dengan permintaan uang tebusan,”

ujar Roby.

Roby juga membenarkan adanya dugaan Jesslyn dibawa secara paksa ke dalam mobil oleh empat atau lima orang. Menurut temuan penyidik, Jesslyn berangkat bersama dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Saat ini, penyidik masih berupaya memanggil dua orang yang bepergian bersama Jesslyn untuk diperiksa. Polisi juga akan meminta keterangan ayah Jesslyn.

“Termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat,”

ujar Roby.

Prosedur Laporan dan Penarikan Laporan

Kasus tersebut pertama kali dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada 16 Juli 2026 dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Pelapor merupakan sahabat Jesslyn berinisial NAH.

NAH melaporkan dugaan tindak pidana penculikan sebagaimana diatur dalam Pasal 450 dan/atau Pasal 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, ia mencabut laporannya pada Ahad, 19 Juli 2026.

Meski laporan telah dicabut, Roby memastikan penyelidikan tetap berlanjut.

“Kami masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana,”

kata dia.

Sejak kejadian tersebut, Jesslyn tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-teman maupun pihak lain yang berusaha memastikan kondisinya. Telepon seluler yang diduga digunakan Jesslyn juga tidak dapat diakses seperti biasanya.

Gabung diskusi