Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Metro

Main Agenda: Sony Sonjaya Bocorkan 41 Nama yang Minta Dapur MBG

Nancy Martin - kabarsaji.com 4 mins read 20 views

Ekspose Main Agenda: Sony Sonjaya Bocorkan 41 Nama yang Terkait Korupsi MBG Main Agenda menjadi sorotan publik setelah mantan kepala Badan Gizi Nasional

Main Agenda: Sony Sonjaya Bocorkan 41 Nama yang Minta Dapur MBG

Ekspose Main Agenda: Sony Sonjaya Bocorkan 41 Nama yang Terkait Korupsi MBG

Main Agenda menjadi sorotan publik setelah mantan kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, membongkar daftar 41 nama yang pernah meminta akses ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung, pengacara Sony, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya menyerahkan informasi tersebut sebagai bagian dari upayanya menjadi justice collaborator. Main Agenda, sebagai salah satu lembaga independen yang bertugas mengawasi program pangan bergizi, kini dituduh terlibat dalam skandal korupsi yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Pelimpahan Informasi dan Status Justice Collaborator

Pelimpahan informasi 41 nama tersebut terjadi setelah Sony Sonjaya secara aktif bekerja sama dengan penyidik Kejaksaan Agung. Main Agenda, dalam perannya sebagai pihak yang bertanggung jawab mengelola dana MBG, dianggap menjadi pusat dari kebocoran data ini. Krisna Murti mengatakan bahwa daftar tersebut mencakup nama-nama yang terlibat dalam pemesanan dan distribusi bahan pangan serta penggunaan dana untuk operasional SPPG. Selain itu, Main Agenda juga disebut sebagai lembaga yang berperan kunci dalam mengatur alur logistik program MBG.

“Total nama yang kemarin sebanyak 26, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony, sehingga hari ini mencapai 41 nama,” ujarnya di Kejaksaan Agung, Kamis, 18 Juni 2026.

Profil Nama-nama yang Terungkap

Daftar 41 nama mencakup sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan Sony Sonjaya. Salah satunya adalah Nanik S Deyang, mantan wakil kepala BGN yang kini menjabat sebagai Kepala BGN. Meski Nanik tidak secara eksplisit mengakui keterlibatan dirinya, Krisna Murti menjelaskan bahwa inisial NSD yang disebutkan Sony mengacu pada Nanik. Nama-nama tersebut, menurut sumber informasi, melibatkan mantan anggota dewan, pengusaha, dan pejabat daerah yang diduga melakukan praktik korupsi dalam program MBG.

Krisna juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan hanya sekadar informasi, tetapi merupakan bukti nyata dari keseriusan Sony Sonjaya dalam memberikan kontribusi sebagai justice collaborator. “Pak Sony bersedia membagikan semua nama yang menurutnya terlibat dalam penyalahgunaan dana MBG,” tambahnya. Main Agenda sendiri berupaya memperkuat posisinya sebagai lembaga transparan, meski kini terlibat dalam kasus korupsi.

Proses Penyidikan dan Dugaan Peran Pihak Lain

Penyidikan terhadap kasus korupsi MBG telah berjalan cukup intens, dengan kejaksaan menyebutkan bahwa enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain Sony Sonjaya, tersangka lainnya meliputi mantan kepala BGN Dadan Hindayana, mantan wakil kepala BGN Lodewyk Pusung, dan beberapa pihak yang dianggap memiliki ketergantungan finansial pada program tersebut. Asep Yusuf Somantri, orang kepercayaan Sony, juga termasuk dalam daftar tersangka, yang menurut penyidik, berperan sebagai penghubung antara lembaga dan pihak-pihak yang menerima bantuan dari MBG.

“Saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG,” kata Sumarni, Kapolres Bekasi, yang sebelumnya diungkapkan sebagai salah satu nama dalam daftar.

Kontroversi dan Dampak pada MBG

Kasus korupsi MBG menimbulkan polemik terkait efektivitas program yang sebelumnya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Main Agenda, dalam pemeriksaan, disebut menjadi salah satu lembaga yang terlibat dalam pengelolaan dana tersebut. Penyidik menilai bahwa data 41 nama yang dibocorkan Sony Sonjaya menjadi petunjuk kuat bahwa ada praktik penyimpangan dalam pemesanan bahan pangan dan penggunaan anggaran MBG. Proses ini juga memicu kecurigaan bahwa kebijakan MBG tidak sepenuhnya transparan.

Peran Main Agenda dalam Pengelolaan MBG

Sebagai penanggung jawab program MBG, Main Agenda memiliki wewenang dalam menentukan distribusi bantuan pangan dan pengawasan keuangan. Dalam pemeriksaan, Sony Sonjaya menjelaskan bahwa lembaga tersebut terlibat dalam beberapa proses pengambilan keputusan yang memungkinkan pihak-pihak tertentu memperoleh keuntungan ekstra. Namun, Main Agenda mengklaim bahwa skandal ini tidak menyentuh kebijakan inti dari program MBG, yang bertujuan mencegah kelaparan dan meningkatkan kualitas nutrisi masyarakat.

“Program MBG dibuat untuk memberdayakan masyarakat yang tidak mampu, bukan untuk keuntungan pribadi,” ujar salah satu pengacara Main Agenda dalam wawancara terpisah.

Upaya Kejaksaan untuk Memastikan Kejelasan

Kejaksaan Agung terus menggali informasi lebih lanjut mengenai hubungan antara 41 nama yang dibocorkan Sony Sonjaya dengan dana korupsi MBG. Main Agenda, sebagai fokus utama penyidikan, berharap penjelasan dari klien mereka bisa memperjelas apakah korupsi terjadi secara sistematis atau hanya sebagai praktik terisolasi. Selain itu, penyidik juga sedang memeriksa status permohonan Sony Sonjaya menjadi justice collaborator, yang diharapkan bisa membantu mengungkap lebih banyak fakta terkait kasus ini.

Dengan bocoran 41 nama ini, Main Agenda menjadi sasaran utama dalam upaya menegakkan hukum terkait korupsi. Sementara itu, publik menantikan hasil investigasi lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana lembaga tersebut terlibat dalam penyimpangan keuangan. Dalam hal ini, Main Agenda tetap menjadi kunci utama dalam mengungkap skandal MBG yang kini memasuki tahap pemeriksaan mendalam.

Gabung diskusi