Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Bisnis

Topics Covered: Penerimaan Negara dari Freeport akan Turun jadi USD 2,6 M

Robert Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 12 views

da 2026 Topics Covered – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan pendapatan negara dari operasionalnya akan mengalami penurunan signifikan sebesar 39,5

Topics Covered: Penerimaan Negara dari Freeport akan Turun jadi USD 2,6 M

Penerimaan Negara dari Freeport Diprediksi Menurun pada 2026

Topics Covered – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan pendapatan negara dari operasionalnya akan mengalami penurunan signifikan sebesar 39,5 persen menjadi US$ 2,6 miliar pada tahun 2026. Angka ini menggantikan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai US$ 4,3 miliar. Penurunan ini diakui oleh Tony Wenas, Direktur Utama PTFI, dalam rapat dengar pendapat di Komisi XII DPR pada Selasa, 14 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama penurunan pendapatan negara terkait dengan ketidakstabilan produksi tambang akibat kejadian longsor di Grasberg.

Komposisi Pendapatan Negara Tahun 2026

Menurut Tony Wenas, pendapatan negara pada 2026 terdiri dari tiga komponen utama: US$ 1 miliar pajak, US$ 1,1 miliar dividen yang dibayarkan ke pemerintah melalui MIND ID, serta US$ 500 juta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencakup royalti. Topics Covered juga mencakup kebijakan fiskal yang berdampak pada proyeksi pendapatan, termasuk kenaikan harga komoditas logam mulia dan tembaga yang sejauh ini belum mampu menutupi kerugian akibat penurunan produksi. Dalam pernyataannya, Tony menyebutkan bahwa perusahaan sedang fokus pada pemulihan operasional dan mengoptimalkan efisiensi pengelolaan sumber daya untuk meminimalkan dampak kejadian alam tersebut.

Produksi Tahun Ini dan Proyeksi Jangka Panjang

PTFI menetapkan target produksi tahun ini sekitar 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas, yang setara dengan 21 ton emas. Topics Covered mengindikasikan bahwa meski ada penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan tetap berupaya mempertahankan kinerja operasional. Produksi bijih tambang pada tahun ini diharapkan mencapai rata-rata 124 ribu ton per hari, lebih rendah dibandingkan 139 ribu ton per hari pada 2025. Penurunan kapasitas produksi ini disebabkan oleh penutupan tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) setelah kejadian longsor yang mengganggu operasional penuh.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pendapatan negara akan kembali naik pada 2027, ketika operasional tambang stabil dan fasilitas hilirisasi berjalan optimal. Topics Covered menyoroti bahwa proyeksi 2027 mencapai US$ 4,7 miliar, dengan komposisi pajak sebesar US$ 1,9 miliar, dividen US$ 1,9 miliar, serta PNBP US$ 800 juta. Tony Wenas menekankan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan produksi emas dan perak, serta pengembangan proyek hilirisasi yang diperkirakan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Pengaruh Penurunan Pendapatan pada Perekonomian

Topics Covered menyoroti bahwa penurunan pendapatan negara dari Freeport berpotensi mengurangi kontribusi ekspor logam mulia dan tembaga terhadap penerimaan pemerintah. Dalam konteks ini, perusahaan harus memperbaiki efisiensi produksi dan mengurangi biaya operasional guna mempercepat pemulihan. Tony Wenas menjelaskan bahwa investasi dalam infrastruktur tambang dan pengembangan teknologi akan menjadi prioritas utama untuk memastikan kelangsungan operasional dan menyeimbangkan pendapatan negara.

Selain itu, Topics Covered juga mencakup dampak kejadian longsor terhadap rantai pasok dan keselamatan pekerja. Tony menyebutkan bahwa tim internal sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengangkutan dan keamanan tambang. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah konservatif untuk memastikan operasional tetap berjalan dengan aman sebelum meningkatkan produksi secara bertahap. Proyeksi peningkatan pendapatan di 2028 juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan nilai US$ 7,1 miliar.

Langkah Strategis dan Harapan Masa Depan

Dalam upayanya memulihkan pendapatan negara, PTFI berencana mengoptimalkan distribusi keuntungan melalui dividen kepada pemerintah. Topics Covered juga menyoroti bahwa dividen akan menjadi salah satu komponen utama peningkatan pendapatan setelah produksi stabil. Tony Wenas menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada penguatan produksi emas dan tembaga, serta meningkatkan kualitas hilirisasi untuk memperkuat nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia. Proyeksi untuk 2029 dan 2030 menunjukkan potensi pendapatan negara yang lebih tinggi, dengan angka US$ 7,1 miliar hingga US$ 8 miliar per tahun.

“Pendapatan negara akan mencapai puncaknya pada 2030 sebesar US$ 8 miliar, dengan pajak US$ 3,2 miliar, dividen US$ 3,5 miliar, serta PNBP US$ 1,3 miliar. Dengan proses pemulihan yang berjalan baik, kami optimis dapat memperbaiki kontribusi ekonomi nasional,” ujar Tony. Ia menambahkan bahwa meskipun terdapat penurunan sementara, PTFI tetap berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan sumber daya tambang.

Gabung diskusi