Solution For: Manajemen RANS Bantah Rumor Pencucian Uang
an Uang Klarifikasi Terhadap Isu Pencucian Uang Solution For - Manajemen RANS, yang merupakan perusahaan terbuka di bursa efek Indonesia (BEI), membantah
Solution For: Manajemen RANS Bantah Rumor Pencucian Uang
Klarifikasi Terhadap Isu Pencucian Uang
Solution For – Manajemen RANS, yang merupakan perusahaan terbuka di bursa efek Indonesia (BEI), membantah rumor pencucian uang yang belakangan mengemuka. Klarifikasi ini ditegaskan oleh Darwin Cyril Noerhadi, Komisaris Utama RANS, dalam jumpa pers setelah penawaran umum perdana (IPO) yang sukses dilakukan pada 10 Juli 2026. Menurut Cyril, perusahaan telah memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, termasuk prinsip transparansi dalam pengelolaan dana. “Solusi untuk menyikapi isu pencucian uang adalah dengan menunjukkan fakta-fakta yang terbuka dan terverifikasi,” ujarnya. Klarifikasi ini juga sekaligus menjawab kekhawatiran publik yang mengaitkan RANS dengan aktivitas korupsi berbasis uang.
RANS, yang merupakan salah satu emiten besar di Indonesia, mengklaim bahwa semua transaksi keuangan telah diakui secara hukum melalui dokumen notaris dan laporan akuntansi yang terstandarisasi. Dalam menjelaskan proses IPO, Cyril menyebutkan bahwa tiga aspek utama menjadi fokus evaluasi: keterbukaan aspek hukum, transparansi akuntansi, serta kejelasan kepemilikan saham. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang terkumpul, sebesar Rp 429,25 miliar, digunakan secara efektif dan akuntabel, sesuai dengan prinsip solution for dalam manajemen keuangan perusahaan publik.
Proses IPO dan Standar Regulasi
Proses IPO RANS tidak hanya menjadi langkah strategis untuk menarik investasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pasar. Dalam konferensi pers, Cyril menegaskan bahwa RANS memenuhi syarat minimal free float sebesar 15 persen, dengan saham yang diperdagangkan mencapai lebih dari 20 persen. Ini menunjukkan bahwa kekuasaan atas kepemilikan saham telah terbagi secara proporsional, sehingga mengurangi risiko konflik kepentingan. Selain itu, perusahaan juga melalui proses pengungkapan data kepemilikan saham yang lebih dari 1 persen, sesuai dengan standar solution for yang diterapkan OJK.
Transparansi akuntansi menjadi bagian penting dalam solution for membangun kepercayaan investor. RANS mengungkapkan bahwa semua aktivitas keuangan telah direkam secara rinci dan diakui oleh auditor independen. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesan menyembunyikan informasi atau menyalahgunakan dana. Cyril juga menambahkan bahwa perusahaan terus memperkuat sistem internal pengawasan, termasuk melibatkan auditor eksternal dan komite audit untuk memastikan keakuratan laporan keuangan. “Solusi untuk menjaga integritas keuangan adalah dengan sistem pengawasan yang ketat dan berkelanjutan,” jelasnya.
“Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor daripada fakta,” kata Cyril. Ia menekankan bahwa RANS tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Hal ini menjadi dasar untuk menjawab berbagai pertanyaan publik yang terus-menerus muncul sejak IPO diumumkan.”
Penjelasan dari Direktur Utama RANS
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menambahkan bahwa klarifikasi dari Cyril cukup membuka mata investor tentang perusahaan yang dijalankannya. “Solution for menghadapi rumor pencucian uang adalah dengan memperjelas alur dana serta kejelasan transaksi yang terjadi,” ujarnya. Nagita juga menyebutkan bahwa keberhasilan IPO tidak hanya tergantung pada kepastian regulasi, tetapi juga pada strategi bisnis yang matang. “Kami berkomitmen untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, dan solution for ini adalah bagian dari upaya kami memastikan keberlanjutan tersebut,” tambahnya.
Rumor yang mencuat sebelum IPO diduga melibatkan Raffi Ahmad, yang menjadi salah satu pendiri perusahaan. Namun, dalam konferensi pers pada 5 Februari 2024, Raffi langsung membantah dugaan pencucian uang yang diungkapkan oleh National Corruption Watch (NCW). Ia menjelaskan bahwa dana yang digunakan dalam operasional bisnis RANS telah dikelola secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Solusi untuk menyelesaikan isu ini adalah dengan menunjukkan data pendukung secara langsung,” ujarnya. Klaim ini mendapat dukungan dari manajemen RANS yang menegaskan bahwa semua keputusan finansial telah dipertimbangkan matang.
RANS dan Langkah Strategis untuk Pertumbuhan Bisnis
Sebagai perusahaan yang tercatat di BEI, RANS tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana, tetapi juga pada ekspansi bisnis. Dana yang terkumpul dari IPO akan dialokasikan untuk beberapa proyek strategis, seperti penyelenggaraan konser, akusisi PT Rans Kosmetika Indonesia, serta pembangunan wahana Cipungland yang menggabungkan pendidikan dan hiburan. Ini menunjukkan bahwa solution for dalam pengelolaan keuangan juga mendukung visi jangka panjang perusahaan. “Kami yakin bahwa dana ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan kepuasan investor,” kata Nagita.
Manajemen RANS juga menekankan bahwa transparansi merupakan kunci utama dalam menjaga kredibilitas di pasar modal. Dengan memenuhi semua standar regulasi, perusahaan memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat digunakan secara optimal. Selain itu, mereka juga mengajak investor untuk melihat secara objektif proses IPO yang telah dilalui, termasuk peran OJK dan BEI sebagai pengawas. “Solution for menghadapi skeptisisme adalah dengan mengajak semua pihak untuk melihat fakta secara bersama,” tutur Cyril. Hal ini menjadi dasar untuk membangun kepercayaan yang lebih kuat.
