Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Bisnis

Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini

Jennifer Taylor - kabarsaji.com 3 mins read 16 views

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan kebijakan fiskal terbaru dalam sektor tembakau. Melalui

Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini

Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini

Kabarsaji.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan kebijakan fiskal terbaru dalam sektor tembakau. Melalui pernyataan resminya, Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai Rokok yang telah lama ditunggu oleh berbagai pemangku kepentingan akan mulai diterapkan pada tahun ini. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus mengendalikan konsumsi produk tembakau.

Proses pembahasan mengenai penambahan lapisan tarif cukai ini masih berlangsung intensif antara Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat. Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai sebagai instrumen kebijakan yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Meskipun belum ada kepastian mengenai jadwal pertemuan lanjutan dengan para legislator, kedua belah pihak optimis dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

Tapi tahun ini akan dijalankan,

Ungkapan tegas tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers mengenai APBN yang diselenggarakan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat implementasi kebijakan cukai yang telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu.

Target dan Tantangan Implementasi

Pemerintah menargetkan bahwa lapisan tarif tambahan ini mampu memberantas peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara. Dengan adanya Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai, diharapkan dapat tercipta ekosistem peredaran rokok yang lebih tertib dan transparan. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari CISDI, IYCTC, dan RUKKI.

Kalau kami merasa pasti tetap akan ada (rokok ilegal). Tambahan layer enggak akan menjamin rokok ilegal akan secara sukarela masuk ke sistem yang sudah ada. Karena tentu itu kalau masuk ke sistem berarti akan mengurangi profit margin-nya mereka,

Beladenta Amalia, yang menjabat sebagai Lead for Tobacco Control CISDI, menyampaikan pandangannya pada bulan Juni lalu. Ia menjelaskan bahwa penambahan layer tidak serta-merta menjamin hilangnya rokok ilegal dari pasaran. Menurut Beladenta, Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai perlu disertai dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan efektivitas kebijakan.

Kompleksitas Struktur Cukai Indonesia

Indonesia saat ini menerapkan delapan struktur golongan cukai untuk kategori rokok mesin dan sigaret kretek tangan. Manik Margana Mahendra, Executive Director IYCTC, menilai bahwa sistem layer cukai di Indonesia merupakan yang paling rumit di dunia. Ia mendesak agar lapisan tarif ini disederhanakan agar lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh semua pihak.

Menurut Manik, rencana penambahan layer cukai terasa ironis mengingat pemerintah sedang berupaya berhemat anggaran. Jika layer ditambah namun rokok murah tetap bebas beredar, anggaran kesehatan berpotensi membengkak karena konsumen memiliki akses yang lebih mudah. Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Implementasi kebijakan ini juga akan berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk industri tembakau, distribusi, dan retail. Para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan struktur tarif yang akan berlaku. Dengan demikian, Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional tanpa mengganggu stabilitas industri yang sudah ada.

Pilihan Editor: Jika Pusat Finansial Internasional Indonesia Bebas Pajak

Gabung diskusi