Pemerintah Bilang AI Bisa Tambah Pertumbuhan hingga 1 Persen
Pemerintah Optimis Teknologi AI Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Jadi Faktor Utama Pemerintah Bilang AI Bisa Tambah Pertumbuhan - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Usaha Badan Usaha…
Pemerintah Optimis Teknologi AI Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi
Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Jadi Faktor Utama
Pemerintah Bilang AI Bisa Tambah Pertumbuhan – Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kementerian Perekonomian, Ferry Irawan, menyampaikan bahwa pemerintah sedang berfokus pada pengembangan faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Dua aspek yang menjadi perhatian utama adalah transformasi digital dan penerapan kecerdasan buatan, atau artificial intelligence (AI).
“Dengan mendorong dua bidang ini secara terus-menerus, kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi tambahan sekitar 0,8 hingga 1 persen,” ujarnya dalam acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Langkah strategis pemerintah mencakup pembangunan infrastruktur data center serta peningkatan efisiensi produktivitas sektor usaha. Sebagaimana diketahui, pengembangan data center menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan digital yang meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Selain itu, upaya penguatan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dilakukan. Dukungan akses pasar dan investasi diberikan melalui kerja sama dengan berbagai forum internasional, seperti OECD, BRICS, ASEAN, serta platform global lainnya.
Tujuan utama dari inisiatif tersebut adalah mengadopsi standar terbaik dari luar negeri untuk menarik investasi masuk ke perekonomian Indonesia. Ferry menekankan pentingnya tata kelola yang kuat dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik. “Transformasi digital serta pertumbuhan ekonomi hijau menjadi dua sumber daya baru yang mendorong perkembangan ekonomi,” tambahnya.
Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Kuat Meski Ada Ketidakpastian Global
Menurut Ferry, perekonomian Indonesia hingga kini masih stabil meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan internasional dan konflik global. Ia mengutip laporan World Economic Outlook (WEO) dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tetap berada di level 5 persen sepanjang tahun ini.
Sementara itu, IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan negara-negara berkembang di kawasan Asia dari 5,1 persen menjadi 5 persen. Namun, prediksi Asia Development Bank (ADB) dalam edisi Juli 2026 menunjukkan bahwa Indonesia masih mempertahankan pertumbuhan sebesar 5,2 persen, sementara pertumbuhan kawasan Asia Tenggara berkurang dari 4,7 ke 4,6 persen.
Analisis ADB menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap menjadi salah satu yang paling solid di tengah situasi global yang tidak menentu. Pemerintah memandang ini sebagai kesempatan untuk terus mendorong penguatan sektor-sektor strategis melalui kolaborasi internasional.
