Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Bisnis

New Policy: Penjelasan Nagita Slavina soal Pendapatan RANS yang Turun

Michael Anderson - kabarsaji.com 4 mins read 19 views

Pengantar New Policy - Dalam rangkaian kegiatan pemasaran saham RANS Entertainment Indonesia (RANS), yang resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada

New Policy: Penjelasan Nagita Slavina soal Pendapatan RANS yang Turun

Pengantar

New Policy – Dalam rangkaian kegiatan pemasaran saham RANS Entertainment Indonesia (RANS), yang resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026, Nagita Slavina, sebagai direktur utama perusahaan, memberikan penjelasan mengenai perubahan pendapatan yang terjadi sejak diterapkannya New Policy pada awal tahun 2023. Kebijakan ini menjadi fokus utama dalam strategi perusahaan untuk menjaga keseimbangan bisnis dan memperluas basis penghasilan. Selain menjelaskan dampak kebijakan tersebut, Nagita juga mengungkapkan rencana masa depan RANS dalam menghadapi tantangan pasar yang terus berubah.

Penyesuaian Strategi Bisnis

Penurunan pendapatan RANS yang tercatat dalam laporan keuangan tahunan tidak terlepas dari implementasi New Policy yang diumumkan pada awal 2023. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari merek Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang sebelumnya mencapai 24 persen, menjadi 14 persen di 2025. Dengan adanya New Policy, perusahaan secara aktif mengembangkan bisnis dalam bidang-bidang lain, seperti konten digital, hiburan massal, dan kolaborasi kreatif dengan brand baru. Nagita menjelaskan bahwa perusahaan mengevaluasi ulang struktur pendapatan guna memastikan pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar ketergantungan pada satu titik fokus.

Pendapatan dari segmen non-media, yang sebelumnya hanya menyumbang 37 persen pada 2023, kini meningkat menjadi 51,76 persen di 2025. Hal ini menunjukkan keberhasilan New Policy dalam mengarahkan RANS menuju diversifikasi yang lebih luas. Perusahaan juga meluncurkan inisiatif baru seperti pengembangan acara hiburan massal, pemanfaatan teknologi AI, dan ekspansi ke industri kosmetik. Strategi ini dipilih untuk mengurangi risiko ketidakstabilan pendapatan yang berasal dari brand ambassador tunggal.

Analisis Pendapatan Tahunan

Laporan keuangan RANS menunjukkan tren penurunan pendapatan sejak 2023. Pendapatan perusahaan pada tahun pertama IPO sebesar Rp 437,8 miliar, kemudian menurun menjadi Rp 410,5 miliar di tahun berikutnya. Pada 2025, pendapatan terus berkurang 13,9 persen, mencapai Rp 353,38 miliar. Meski terjadi penurunan, Nagita menegaskan bahwa ini bukan akhir dari kinerja RANS, melainkan bagian dari proses transformasi yang disebut New Policy. Perusahaan memperkirakan bahwa perubahan ini akan membawa dampak positif dalam jangka menengah, terutama dengan meningkatnya kontribusi dari bisnis yang lebih beragam.

Menurut laporan keuangan, pendapatan yang menurun terjadi karena fokus RANS pada tahun 2023 lebih pada perluasan sektor bisnis baru, yang memakan biaya operasional lebih tinggi. Perusahaan juga mengalami penyesuaian dalam pengelolaan konten dan pemasaran, sebagai bagian dari New Policy. Nagita menambahkan bahwa meskipun ada penurunan sementara, RANS tetap mempertahankan tingkat keuntungan yang stabil, dengan margin keuntungan tetap di atas rata-rata industri hiburan.

Tujuan Kebijakan Baru

Kebijakan baru yang diterapkan RANS mencakup beberapa langkah kunci untuk menjaga daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Salah satu fokus utama adalah memperkuat ekosistem kreator dengan mengembangkan lebih banyak talenta dan konten orisinal. Nagita menjelaskan bahwa New Policy dirancang untuk menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan, di mana pendapatan tidak hanya bergantung pada influencer, tetapi juga pada inovasi produk dan layanan baru. “Kita ingin menjadi perusahaan yang tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui berbagai industri terkait,” kata Nagita dalam jumpa pers tersebut.

Dalam upaya menghadapi persaingan, RANS juga memperkenalkan strategi pemasaran yang lebih modern, termasuk penggunaan data dan analisis pasar untuk mengoptimalkan pengembangan bisnis. Kebijakan ini mencakup penyesuaian dalam rencana IPO, di mana saham yang ditawarkan mencapai 2.525.000.000 unit atau 20,02 persen dari modal total. Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk mengembangkan proyek-proyek strategis seperti konser besar, pembelian perusahaan kosmetik, dan pembangunan wahana rekreasi Cipungland. Nagita menegaskan bahwa New Policy bukan hanya mengubah arah pendapatan, tetapi juga membangun fondasi baru untuk pertumbuhan perusahaan.

Kesiapan dan Harapan Masa Depan

Nagita Slavina juga menyampaikan bahwa perusahaan telah mempersiapkan diri dengan matang sebelum mengajukan IPO. Dengan adanya New Policy, RANS bertujuan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih kuat dan beragam. “Kami percaya bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak jangka panjang, baik bagi perusahaan maupun bagi penggemar yang telah mendukung kami selama ini,” ujarnya. Kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan RANS di masa depan.

Kehadiran RANS di bursa saham dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar keuangan. Nagita menegaskan bahwa New Policy menjadi pilar utama dalam proses ini, dengan tujuan membangun ekosistem bisnis yang lebih kompetitif. Meski ada penurunan pendapatan sementara, perusahaan yakin bahwa strategi ini akan menghasilkan dampak positif dalam beberapa tahun mendatang. “Kami fokus pada jangka panjang, dan New Policy adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan,” tutur Nagita, menambahkan bahwa RANS siap menghadapi tantangan pasar dengan adaptasi yang cepat dan strategi yang matang.

Gabung diskusi