Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Bisnis

Main Agenda: ANTAM Bagikan Dividen Rp 5,05 Triliun

Mark Hernandez - kabarsaji.com 2 mins read 19 views

Main Agenda: Agenda - PT ANTAM (Persero) Tbk mengumumkan pembagian dividen tahunan sebesar Rp 5,05 triliun pada tahun buku 2025, yang merupakan peningkatan

Main Agenda: ANTAM Bagikan Dividen Rp 5,05 Triliun

ANTAM Bagikan Dividen Rp 5,05 Triliun

Main Agenda – PT ANTAM (Persero) Tbk mengumumkan pembagian dividen tahunan sebesar Rp 5,05 triliun pada tahun buku 2025, yang merupakan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,65 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil yang stabil kepada pemegang saham, sejalan dengan strategi Main Agenda yang fokus pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui keberlanjutan bisnis. Dividen ini dibayarkan pada 10 Juli 2026, sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang dilaksanakan pada 17 Juli 2026.

Detail Pembagian Dividen dan Kinerja Keuangan

Pembagian dana tunai ini berupa Rp 209,98 per lembar saham biasa Seri B, dengan nilai setara Rp 1.049,94 per CHESS Depository Interest (CDI) bagi pemegang saham yang diperdagangkan di Australian Securities Exchange (ASX). Dengan jumlah saham yang diberikan, keputusan RUPS menetapkan dividen sebesar 70 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama Antam, Untung Budiharto. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memprioritaskan keberlanjutan pendapatan bagi para investor.

Mengingat market capitalization Antam yang terus berkembang, pembagian dividen tahun ini menjadi salah satu main agenda utama dalam laporan tahunan mereka. Dengan peningkatan 38 persen dibandingkan tahun 2024, keputusan ini mencerminkan kemajuan kinerja keuangan Antam, yang diakui oleh para analis pasar. Untung Budiharto menekankan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari Main Agenda perusahaan untuk memperkuat kepercayaan investor dan memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Kebijakan Dividen dan Pengaruhnya

Kebijakan pembagian dividen minimal 30 persen dari laba bersih setelah pajak tetap berlaku, kecuali jika RUPS menyetujui penyesuaian persentase. Dalam konteks Main Agenda, kebijakan ini menjadi penting karena mencerminkan komitmen Antam untuk menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham. Selain itu, pembagian dividen yang konsisten juga berdampak positif pada kepercayaan pasar, karena menunjukkan keseimbangan antara distribusi keuntungan dan investasi dalam operasional.

Pembagian dana tunai ini dilakukan dalam bentuk CDI atau sertifikat penitipan efek ASX, yang memudahkan pemegang saham untuk memperoleh imbal hasil. Satu unit CDI dapat ditukar dengan lima lembar saham biasa Seri B, sehingga menjaga fleksibilitas bagi para investor. Dalam rangkaian Main Agenda Antam, pembagian dividen ini dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi pasar dan menarik minat investor internasional.

Kebijakan Main Agenda juga mencakup komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas investasi melalui pengelolaan sumber daya alam secara optimal. Untung Budiharto menambahkan bahwa pembagian dividen ini merupakan bukti nyata dari fokus Antam pada peningkatan kinerja ekonomi nasional. Dengan adanya dana tunai yang signifikan, perusahaan mengharapkan nilai saham mereka terus menguat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor pertambangan.

Penyebab peningkatan dividen ini terkait dengan peningkatan laba bersih Antam, yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan bantuan Main Agenda, perusahaan memastikan bahwa keuntungan ini diarahkan untuk memberikan manfaat maksimal kepada pemegang saham. Selain itu, kebijakan ini juga memperkuat citra Antam sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan mengutamakan keberlanjutan.

Gabung diskusi