Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Bisnis

Jasa Marga Perkuat Layanan Jalan Tol melalui Transformasi Travoy Rest dan JMTC

Nancy Martin - kabarsaji.com 3 mins read 14 views

Pada Selasa, 21 Juli 2026, kunjungan strategis dilakukan oleh dua pimpinan kunci di sektor infrastruktur nasional. Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola BUMN

Jasa Marga Perkuat Layanan Jalan Tol melalui Transformasi Travoy Rest dan JMTC

Jasa Marga Perkuat Layanan Jalan Tol dengan Transformasi Digital

Kabarsaji.com – Pada Selasa, 21 Juli 2026, kunjungan strategis dilakukan oleh dua pimpinan kunci di sektor infrastruktur nasional. Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola BUMN dan COO Danantara Indonesia, didampingi Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Keduanya meninjau fasilitas Travoy Rest di Kilometer 88A dan 88B pada jalur tol Cipularang, Jawa Barat. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat layanan jalan tol melalui inovasi.

Setelah inspeksi rest area, rombongan melanjutkan perjalanan ke Jasamarga Tollroad Command Center di Jatiasih, Bekasi. Kunjungan ini bertujuan mengamati implementasi transformasi digital dalam pengelolaan operasional jalan tol secara langsung.

Strategi Destination Hub Area

Rivan menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan perubahan fundamental melalui revitalisasi rest area dan penguatan fungsi JMTC sebagai pusat kendali berbasis teknologi. Pengembangan Travoy Rest merupakan komponen penting dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jalan melalui konsep destination hub area.

“Harapannya, Travoy Rest KM 88A dapat menjadi rest area percontohan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal,” ujar Rivan.

Konsep ini mengubah fungsi tradisional rest area yang sebelumnya hanya sebagai tempat istirahat menjadi destinasi yang memberikan pengalaman perjalanan lebih nyaman dan berkesan bagi para pengguna jalan.

Perbaikan Fasilitas dan Dukungan UMKM Lokal

Travoy Rest disiapkan sebagai showcase pengembangan rest area dengan fokus pada peningkatan layanan melalui beberapa aspek. Perluasan kawasan, revitalisasi fasilitas, penambahan ruang terbuka hijau, serta optimalisasi sirkulasi kendaraan dan kapasitas parkir menjadi prioritas utama.

Transformasi yang dilakukan di KM 88A dan KM 88B Jalan Tol Cipularang mencakup berbagai pembaruan. Toilet ditambahkan dan diperbarui, fasilitas menjadi lebih lengkap, titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ditambah, serta peran UMKM lokal diperkuat.

Penguatan UMKM lokal diwujudkan melalui penyediaan berbagai produk khas Nusantara yang memberikan pilihan kuliner lebih beragam. Selain itu, sistem pengelolaan sampah terpadu diterapkan dengan mencakup pemilahan sejak sumber, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali hasil olahan sampah menjadi pupuk organik.

Sistem tersebut dikembangkan sebagai showcase waste management di rest area untuk mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

JMTC sebagai The Eye of Toll Road

Dalam transformasi layanan digital, perusahaan terus mengoptimalkan JMTC sebagai The Eye of Toll Road. Pusat kendali operasional terintegrasi ini memantau seluruh jaringan jalan tol selama 24 jam secara real-time guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan responsif terhadap dinamika lalu lintas.

Didukung lebih dari 3.500 CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta analisis big data, JMTC mampu memantau sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Teknologi tersebut juga mempercepat koordinasi penanganan kondisi darurat, rekayasa lalu lintas, serta penyampaian informasi perjalanan secara akurat kepada pengguna jalan.

Arah Kebijakan dan Apresiasi

Dony Oskaria menekankan bahwa pelayanan BUMN kepada masyarakat harus terus ditingkatkan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Dony, pemanfaatan teknologi perlu terus dioptimalkan, mulai dari pemantauan seluruh ruas jalan tol hingga percepatan respons terhadap setiap kejadian.

“Teknologi juga harus mampu menyediakan informasi perjalanan yang akurat agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas dan memperkirakan waktu tempuh perjalanan. Dalam perjalanan tersebut, peningkatan kualitas rest area penting sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari layanan jalan tol karena pengguna jalan berhak memperoleh layanan yang baik dan fasilitas istirahat yang aman dan nyaman,” ujar Dony.

Ia menilai transformasi yang dilakukan perusahaan sejalan dengan arah Danantara Indonesia dalam mendorong value creation yang berlandaskan service excellence. Dony mengapresiasi peningkatan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada aspek operasional jalan tol, tetapi juga memberikan kemudahan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh direksi dan karyawan Jasa Marga atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam meningkatkan kualitas layanan,” tutup Dony.

Gabung diskusi