Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Bisnis

Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap II di 8 Lokasi

Robert Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 12 views

Danantara Umumkan Delapan Mitra untuk PSEL Tahap II di Delapan Wilayah Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap II - PT Danantara Investment Management, perusahaan

Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap II di 8 Lokasi

Danantara Umumkan Delapan Mitra untuk PSEL Tahap II di Delapan Wilayah

Danantara Tunjuk Mitra PSEL Tahap II – PT Danantara Investment Management, perusahaan investasi yang bergerak di bidang energi terbarukan, resmi mengumumkan delapan mitra strategis yang akan terlibat dalam pengembangan Proyek Sampah ke Energi Listrik (PSEL) Tahap II di delapan lokasi strategis di Indonesia. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya besar Danantara dalam mendorong transformasi sampah menjadi sumber energi yang berkelanjutan. Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa total nilai proyek ini mencapai antara Rp24 hingga Rp25 triliun, dengan masing-masing proyek memiliki nilai sekitar Rp3-3,5 triliun.

“Ini adalah langkah krusial dalam mewujudkan visi Danantara untuk mengembangkan ekosistem pengolahan sampah menjadi energi listrik secara bertahap dan berkelanjutan,”

katanya saat memberikan keterangan di Wisma Danantara, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Proses seleksi mitra dilakukan secara ketat dan transparan, dengan melibatkan 85 perusahaan yang telah lolos screening di bulan Mei 2026. Mitra yang terpilih berasal dari konsorsium yang menggabungkan perusahaan asing dan lokal, dengan penyeimbangan antara pengalaman internasional dan keahlian dalam pasar Indonesia. Dalam penjelasannya, Fadli menyebutkan bahwa kehadiran mitra internasional akan memperkuat kemampuan teknologi dan manajemen proyek, sementara konsorsium lokal diperhitungkan dalam mendorong penguasaan teknologi nasional.

“Kami juga akan membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pembangunan, persiapan, dan pelaksanaan proyek secara berkala, sehingga dapat menjamin kualitas dan keberlanjutan proyek,”

ujarnya.

Daftar Konsorsium yang Terpilih

  • SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia): Medan Raya
  • Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni): Kabupaten Bekasi
  • Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas): Lampung Raya
  • Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE): Serang Raya
  • Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia): Semarang Raya
  • Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS): Surabaya Raya
  • MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA): Bogor Raya 2
  • Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC): Yogyakarta Raya

Dari delapan konsorsium yang terpilih, empat di antaranya dipimpin oleh perusahaan lokal yang telah menunjukkan kompetensi dalam industri pengelolaan sampah. Sementara dua konsorsium lainnya berasal dari Prancis, dan dua lagi dipimpin oleh perusahaan Tiongkok. Pandu Patria Sjahrir, CEO PT Danantara Investment Management, menambahkan bahwa keberagaman mitra ini memberikan keuntungan dalam menerapkan solusi yang lebih komprehensif.

“Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memberikan peluang bagi ekosistem industri lokal untuk tumbuh secara signifikan,”

ujarnya.

Pengembangan proyek PSEL Tahap II akan mengikuti standar emisi yang dipandang ketat, seperti standar Eropa. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi benchmark dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia. Proyek sebelumnya, seperti di Denpasar Raya, telah berjalan lancar sejak dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026. Dengan pengalaman tersebut, Danantara berharap PSEL Tahap II dapat memberikan dampak lebih luas, termasuk mengurangi volume sampah yang mengendap di daerah pesisir dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Salah satu aspek penting dalam proyek ini adalah komitmen untuk menerapkan teknologi terkini dalam pengolahan sampah. Mitra yang terpilih diberikan waktu kurang dari enam bulan untuk memulai konstruksi, dengan target rampung pada akhir 2027. Proses ini akan diawasi oleh tim khusus yang bertugas memastikan kesesuaian dengan standar kualitas dan keberlanjutan. Fadli Rahman menegaskan bahwa inisiatif ini akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang Danantara dalam membangun lebih dari 20 proyek PSEL dalam lima tahun ke depan.

“PSEL Tahap II ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM dan ekosistem industri pengelolaan sampah,”

katanya.

Kemitraan dengan perusahaan asing seperti SUEZ dan Veolia diharapkan dapat memberikan kontribusi teknologi dan manajemen yang matang. Sementara mitra lokal seperti Bumi Biru Indonesia dan Masa Depan Energi Indonesia akan memastikan adaptasi proyek sesuai dengan kondisi lokal. Fadli menekankan bahwa setiap proyek akan disusun dengan perhitungan risiko yang matang, termasuk keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. “Kami memastikan setiap proyek PSEL Tahap II memiliki dampak sosial yang signifikan, seperti menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Gabung diskusi