Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Seleb

Key Discussion: Vino G. Bastian Ungkap Alasan Bergabung di Film Tanah Runtuh

William Lopez - kabarsaji.com 3 mins read 22 views

Vino G. Bastian: Key Discussion Mengenai Alasan Bergabung dalam Film Tanah Runtuh Key Discussion mengenai alasan Vino G.

Key Discussion: Vino G. Bastian Ungkap Alasan Bergabung di Film Tanah Runtuh

Vino G. Bastian: Key Discussion Mengenai Alasan Bergabung dalam Film Tanah Runtuh

Key Discussion mengenai alasan Vino G. Bastian memilih untuk berpartisipasi dalam film Tanah Runtuh karya sutradara Rudi Soedjarwo menjadi topik yang menarik perhatian. Aktor berusia 35 tahun ini menyatakan bahwa keinginan untuk kembali bekerja sama dengan Rudi adalah salah satu faktor utama. Namun, hal yang membuatnya tertarik adalah cerita yang menggambarkan emosional anak-anak, sesuatu yang langka ditemukan dalam industri perfilman lokal. Menurut Vino, film ini mampu menyampaikan kisah dalam yang sebetulnya sederhana, sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

“Yang menarik adalah cerita mengenai anak-anak, walaupun ini bukan cerita anak-anak. Maksudnya sudah lama banget kita enggak pernah punya cerita tentang anak-anak yang sederhana tapi sebetulnya dalam. Bukan tentang mimpi anak-anak, tapi tentang sesuatu yang pernah terjadi,” ujar Vino kepada Tempo pada Senin, 8 Juni 2026.

Pilihan Editor: Kebangkitan Kembali Kerja Sama Vino dan Rudi Soedjarwo

Dalam film Tanah Runtuh, dua bersaudara, Kai (Yoan Cocohamida) dan Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan sindrom Down, terpisah dari ibu mereka, Emmy (Sigi Wimala), akibat kerusuhan agama di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Konflik ini menjadi latar belakang perjalanan Kai dan Ringgo untuk mencari ibunya. Vino G. Bastian, yang berperan sebagai Idham, seorang anggota polisi, menjelaskan bahwa kehadiran tokoh seperti dirinya memberikan dimensi baru pada narasi film.

“Film ini menggambarkan dampak konflik sosial terhadap kehidupan anak-anak. Dalam Key Discussion, saya menekankan bagaimana anak-anak itu mengalami kerentanan yang sering terabaikan. Mereka tidak hanya kehilangan mainan, tapi juga kehilangan orang yang dicintai. Itu yang membuat film ini punya makna lebih dalam,” papar Vino.

Kerja sama antara Vino G. Bastian dan Rudi Soedjarwo kembali terjalin setelah 18 tahun berlalu. Mereka pernah berduet dalam film In the Name of Love pada tahun 2008, yang menjadi awal dari kemitraan mereka. Dalam Key Discussion terkini, Vino menyoroti bahwa Rudi memiliki kemampuan unik dalam memadukan teknik sutradara dengan karakter yang menyentuh. Simulasi yang digunakan dalam produksi Tanah Runtuh dinilai sebagai langkah kreatif untuk meningkatkan realisme cerita.

Pilihan Editor: Simulasi dan Eksplorasi Emosi dalam Film Tanah Runtuh

“Jadi simulasi itu yang dikembangkan terus buat kami semua. Makanya, ketika ketemu Yoan dan Ringgo, mereka sudah memahami dengan simulasi sebelumnya. Saya enggak tahu caranya Mas Rudi menanamkan ke anak-anak itu. Jadi begitu anak-anak itu masuk ke dalam frame, mereka langsung seperti berada di tengah konflik gitu,” lanjut Vino.

Vino juga menekankan bahwa film ini bukan hanya tentang konflik, tetapi juga tentang kekuatan emosi yang terbangun dari hubungan antara anak-anak dengan orang dewasa. Dalam Key Discussion, ia mengungkapkan bahwa pemeran muda seperti Yoan dan Ringgo memberikan kejutan dalam membawa peran yang kompleks. Kedua bintang ini dikenal mampu menembus lapisan emosional yang dalam, sehingga membuat penonton lebih terhubung dengan cerita.

“Saya kagum dengan kemampuan Yoan dan Ringgo. Mereka menampilkan kegelisahan anak-anak yang luar biasa. Mereka menyampaikan pesan tentang kehilangan dan keinginan yang mungkin belum pernah terdengar sebelumnya. Dalam Key Discussion, saya merasa film ini menjadi jembatan antara kisah anak-anak dengan dunia dewasa,” ujar Vino.

Produksi Tanah Runtuh dilakukan oleh Denny Siregar Production, yang selama ini dikenal mampu menghadirkan kualitas kreatif dan visual yang menonjol. Film ini akan tayang di bioskop pada Kamis, 25 Juni 2026, dan diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang signifikan. Dalam Key Discussion, Vino juga menyebutkan bahwa film ini menjadi contoh bagaimana perfilman Indonesia bisa menyentuh isu-isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Gabung diskusi