Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Seleb

Topics Covered: Cerita Purbaya Ikuti Tradisi Lewati Beringin Kembar di Yogya

Jennifer Taylor - kabarsaji.com 4 mins read 17 views

Topics Covered: Cerita Purbaya Ikuti Tradisi Lewati Beringin Kembar di Yogya Topics Covered menjadi sorotan utama dalam kisah lucu yang dibagikan Menteri

Topics Covered: Cerita Purbaya Ikuti Tradisi Lewati Beringin Kembar di Yogya

Topics Covered: Cerita Purbaya Ikuti Tradisi Lewati Beringin Kembar di Yogya

Topics Covered menjadi sorotan utama dalam kisah lucu yang dibagikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang pengalamannya menghadiri peluncuran becak listrik di Alun-alun Selatan, Yogyakarta, pada Kamis sore, 16 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Sultan HB X, yang juga menjabat sebagai Gubernur DIY, dan menjadi momen unik yang tak terlupakan bagi Purbaya.

Dalam tradisi Masangin yang merupakan bagian dari ritual Topo Bisu, Purbaya mengingat kembali pengalaman bersejarah saat masih menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Marves pada periode 2018–2020. Ia pernah mencoba tantangan berjalan kaki mata tertutup melewati dua pohon beringin kembar di Alun-alun Kidul, yang menjadi simbol keberhasilan dalam kehidupan.

“Saat itu saya sedang liburan ke Yogyakarta, lalu ke Alkid naik becak kayuh. Tukang becaknya bilang, ‘Kalau bapak tutup mata, jalan terus, bisa melewati tengah beringin itu, apa yang bapak inginkan bisa tercapai’,” ujar Purbaya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari Topics Covered yang menunjukkan bagaimana tradisi lokal bisa memengaruhi pandangan hidup seseorang.

Tradisi Masangin ini terkenal di Yogyakarta karena memaksa peserta untuk melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup. Purbaya mengakui bahwa saat itu ia merasa kaget, karena jarak antara dua pohon cukup jauh, dan tantangan tersebut dinilai tidak mudah. Banyak orang mencoba tetapi gagal, jalannya melenceng. Meski demikian, ia memutuskan untuk mencoba, dengan harapan bahwa keberhasilannya akan menjadi pertanda untuk hal-hal besar.

“Saya bilang, ‘Ah yang bener?’ Tapi ya sudah, saya coba,” tambahnya. Purbaya mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan sekadar lelucon, melainkan sebuah cerminan tentang bagaimana Topics Covered dalam kehidupan bisa mengandung makna mendalam.

Menurut Purbaya, ia memulai langkah dengan mata tertutup sambil bercanda mengucapkan doa dalam hati. “Jadi menteri, jadi menteri, jadi menteri, jadi menteri,” katanya sambil tertawa. Hasilnya, ia berhasil melewati kedua pohon beringin, yang membuatnya terkejut dan menilai bahwa hal tersebut merupakan pertanda baik. “Wah benar nih, kayaknya bakal jadi menteri,” tambahnya dengan senyum.

Sejarah dan Makna Tradisi Masangin

Tradisi Masangin bermula dari ritual Topo Bisu yang dilakukan pada Malam 1 Suro, masa Kesultanan Yogyakarta. Dalam ritual ini, para prajurit dan abdi dalem mengenakan pakaian adat Jawa, berbaris rapi mengelilingi benteng tanpa mengucapkan kata-kata. Mereka memulai perjalanan dari halaman Keraton menuju pelataran Alun-alun, melewati dua pohon beringin kembar sebagai simbol ketahanan dan keberanian.

Tradisi ini sejak dulu menjadi bagian dari Topics Covered dalam budaya Jawa, karena mengandung nilai-nilai kepercayaan dan harapan. Di masa lalu, ritual ini dilakukan untuk mencari berkah serta memohon perlindungan dari serangan musuh. Kini, tradisi tersebut tetap dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan spiritualitas daerah. Sultan HB X, yang turut hadir dalam acara peluncuran becak listrik, menekankan bahwa Tradisi Masangin masih relevan dalam konteks kehidupan modern.

Sebagai tokoh yang terlibat dalam kejadian tersebut, Purbaya menyadari bahwa keberhasilannya melewati beringin kembar berdampak signifikan. “Dulu saya pikir mana mungkin bisa jadi menteri. Jalurnya jauh, saya di Marves dulu, hubungan politik tak ada sama sekali, dan di Bank Indonesia juga di bagian belakang,” ujarnya. Hal ini menjadi bagian dari Topics Covered dalam perjalanan karier dan kehidupannya, mengingatkan bahwa kejutan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.

Tradisi Masangin dalam Konteks Kontemporer

Dalam era digital, Tradisi Masangin tetap memperlihatkan relevansi dalam membentuk mental dan karakter. Pengalaman Purbaya menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi dalam kegiatan ini mampu melatih kepercayaan diri dan ketenangan pikiran. Meski di masa kini, kegiatan ini lebih dianggap sebagai hiburan, tapi bagi Purbaya, ia menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam hidup bisa dimulai dari langkah kecil yang penuh makna.

Kisah Purbaya juga menjadi contoh bagaimana Topics Covered dalam sejarah bisa menginspirasi individu. Setelah kejutan datang pada 8 September 2025, ketika Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, Purbaya memandang peristiwa itu sebagai akibat dari keberhasilannya melewati beringin kembar. “Dari masa lalu, yang untung boleh kita ambil lah,” pungkasnya. Hal ini menegaskan bahwa tradisi tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga memiliki pengaruh pada masa kini dan masa depan.

Sebagai bagian dari Topics Covered, Tradisi Masangin memperlihatkan bagaimana budaya lokal dapat menjadi pengingat untuk menghadapi tantangan kehidupan. Pengalaman Purbaya menunjukkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan seringkali diawali oleh langkah kecil yang penuh makna. Meski berawal dari kejutan kecil, ia menekankan bahwa perjalanan menuju posisi penting membutuhkan persiapan dan kepercayaan diri yang kuat. “Keberhasilan itu bukan kebetulan, tapi hasil dari keberanian dan usaha,” tuturnya.

Gabung diskusi