Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Seleb

Solving Problems: Saputra Kori: 402 Rumah Sakit Angker Korea Sangat Relevan

Mark Martin - kabarsaji.com 3 mins read 18 views

rea" Menggambarkan Tantangan Menyelesaikan Masalah di Dunia Digital Solving Problems adalah tema sentral yang diangkat dalam film horor "402 Rumah Sakit

Solving Problems: Saputra Kori: 402 Rumah Sakit Angker Korea Sangat Relevan

Saputra Kori: Film Horor “402 Rumah Sakit Angker Korea” Menggambarkan Tantangan Menyelesaikan Masalah di Dunia Digital

Solving Problems adalah tema sentral yang diangkat dalam film horor “402 Rumah Sakit Angker Korea” yang dibintangi oleh Saputra Kori. Dalam wawancara khusus, aktor dan kreator konten tersebut menjelaskan bahwa film ini tidak hanya menghadirkan kisah menegangkan, tetapi juga mencerminkan dinamika kehidupan di ranah digital yang sering kali memaksa individu melakukan tindakan ekstrem demi menarik perhatian dan memperoleh validasi.

“Film ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat sekarang, terutama dalam hal menyelesaikan masalah melalui media sosial,” kata Saputra Kori dalam konferensi pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026. “Banyak orang memilih untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda, seperti memanfaatkan platform digital untuk mengekspresikan diri, meski kadang mereka tak sadar bahwa hal itu justru mengundang konflik.”

Konten yang Menyelesaikan Masalah: Koneksi dengan Masyarakat Digital

Menurut Saputra Kori, film ini menceritakan tentang bagaimana masalah-masalah kecil dalam kehidupan bisa memicu tindakan drastis, terutama di era di mana validasi sosial menjadi faktor penting. Ia menegaskan bahwa film horor ini menjadi cerminan dari cara masyarakat modern beradaptasi dengan dunia digital, di mana menyelesaikan masalah sering kali dilakukan dengan pendekatan yang berlebihan atau mengekor tren.

“Kita sering menyelesaikan masalah dengan menampilkan ekstrem, seperti mencari perhatian melalui konten yang mengandung unsur mistis atau dramatis. Film ini menyelesaikan masalah dengan menampilkan kehidupan sehari-hari yang diubah menjadi cerita horor, dan itu membuatnya sangat terkait dengan realitas sekarang,” ujarnya.

Saputra Kori menambahkan bahwa konsep ini dianggap relevan karena mencerminkan bagaimana masyarakat digital sering kali mengorbankan kenyamanan pribadi demi menyelesaikan masalah melalui konten yang viral. Hal ini juga menciptakan kesan menegangkan dan menyentuh, yang menjadi daya tarik utama bagi penonton.

Produksi yang Menyelesaikan Masalah: Teknologi dan Inovasi

Menyelesaikan masalah dalam produksi film juga menjadi tantangan yang dihadapi tim. Saputra Kori dan rekan-rekannya mengambil pendekatan unik dengan memasang kamera GoPro di tubuh pemain secara mandiri. Metode ini menghilangkan ketergantungan pada juru kamera, sehingga memungkinkan tim menciptakan suasana menegangkan yang lebih realistis.

“Sistem pengambilan gambarnya tidak menggunakan kameramen. Semua gambar yang kalian lihat diambil sendiri menggunakan kamera GoPro yang dipasang di tubuh kami,” katanya. “Ini adalah cara menyelesaikan masalah produksi dengan memaksimalkan keterlibatan aktor dan kamera, yang membuat pengalaman syuting lebih dinamis.”

Durasi syuting yang cukup panjang, selama delapan jam sehari, juga menjadi tantangan fisik dan mental. Saputra Kori mengakui bahwa menyelesaikan masalah dalam konteks ini membutuhkan kolaborasi yang intens, dengan setiap pemain harus menjaga konsistensi adegan sambil mengoperasikan perangkat kamera yang berat. Meski demikian, ia merasa ini menjadi pengalaman yang berharga.

Kemunculan Komunitas Penggemar

Antusiasme terhadap film “402 Rumah Sakit Angker Korea” tidak hanya terlihat dari reaksi kritis, tetapi juga dari tumbuhnya komunitas penggemar yang solid. Saputra Kori Zen @korizen_official menjadi sorotan karena mampu menghadirkan dukungan yang luar biasa dari penggemar yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan termasuk wilayah seperti Depok, Cikarang, hingga Cianjur.

“Kelompok penggemar kami tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga memiliki kehadiran di Malaysia dan Singapura. Mereka datang sejak siang hari untuk mendukung kami, dan ini menunjukkan betapa relevannya film ini dalam menggambarkan tantangan menyelesaikan masalah melalui koneksi digital,” ujar Saputra Kori.

Penggemar juga menyebut bahwa film ini menjadi bagian dari pengalaman menyelesaikan masalah dalam dunia hiburan, karena menggabungkan cerita horor dengan alur yang terasa nyata dan relatable. Dengan demikian, film ini tidak hanya sekadar menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan sosial masyarakat.

Konferensi pers yang dihadiri oleh para pemain seperti Arbani Yasiz dan Elang El Gibran, serta sutradara Anggy Umbara, menunjukkan komitmen kreatif dan teknis yang tinggi. Saputra Kori menilai bahwa film ini akan menjadi salah satu contoh bagus dalam menyelesaikan masalah dalam industri perfilman Indonesia, dengan menawarkan format baru yang lebih dekat dengan pengalaman penonton kontemporer.

“Solving Problems dalam perfilman adalah tentang menciptakan kisah yang mampu menyentuh hati, sekaligus memberikan pengalaman unik. Dengan pendekatan ini, kami berharap film ini bisa menjadi inspirasi bagi karya-karya lain yang menyelesaikan masalah dengan cara yang kreatif,” tutup Saputra Kori.

Gabung diskusi