Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Seleb

Solution For: Pertemuan Pigmen Organik di Pameran Tunggal Nidiya Kusmaya

Mark Martin - kabarsaji.com 3 mins read 23 views

ran Tunggal Nidiya Kusmaya Solution For adalah karya seni yang dihadirkan oleh Nidiya Kusmaya dalam pameran tunggal pertamanya, yang berlangsung di Galeri

Solution For: Pertemuan Pigmen Organik di Pameran Tunggal Nidiya Kusmaya

Pertemuan Pigmen Organik di Pameran Tunggal Nidiya Kusmaya

Solution For adalah karya seni yang dihadirkan oleh Nidiya Kusmaya dalam pameran tunggal pertamanya, yang berlangsung di Galeri Ruang Dini Bandung dari 3 hingga 31 Juli 2026. Pameran bertajuk Meramu Sisa ini menjadi wadah bagi eksplorasi kreatif Nidiya dalam mengolah pigmen organik alami, yang berasal dari mineral dan bahan-bahan dari lingkungan sekitar. Dalam 12 tahun risetnya, Nidiya terus mengembangkan teknik penggunaan warna alami sebagai Solution For masalah lingkungan dan keberlanjutan seni. Pigmen yang digunakan tidak hanya menjadi bagian dari karya seni, tetapi juga berfungsi sebagai Solution For penggunaan bahan kimia sintetik yang merusak alam.

Proses Kreatif yang Berkelanjutan

Karya-karya di pameran ini menampilkan berbagai helai kertas dengan ukuran dan tekstur yang berbeda, masing-masing menyampaikan cerita unik tentang sumber pigmen yang digunakan. Nidiya menyematkan petunjuk melalui judul karya, seperti pada kertas berwarna merah kecoklatan seperti batu bata dengan garis pembatas kuning, yang berjudul Cigaru Brown Cijiwa Yellow Sukabumi, Jawa Barat. Selain itu, dia juga menampilkan pigmen yang diambil dari tanah merah di sawah tercemar bekas tambang batubara, serta bahan-bahan dari alam seperti kulit buah dan endapan mineral di air keruh. Solution For keberlanjutan seni ini tidak hanya berupa warna, tetapi juga konsep yang menghubungkan seni dengan lingkungan.

“Kalau airnya sering dipakai buat mencuci, warna baju jadi kekuningan,” kata Nidiya saat ditemui Tempo di sela pembukaan pameran, Jumat 3 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pigmen organik yang dipakai memiliki potensi sebagai Solution For pengurangan limbah plastik dan bahan kimia berbahaya.

Nidiya menggali bahan-bahan dari berbagai sumber, termasuk tanah di sekitar lokasi penambangan emas dekat rumahnya. Warna merah kecoklatan yang terlihat pada karya-karyanya berasal dari tanah yang kaya akan mineral. Sementara itu, pigmen kuning diambil dari endapan air keruh dan berminyak. Dalam beberapa karya, dia menampilkan pigmen berlapis, seperti tiga lapis kemerahan yang berasal dari Awajishima di Jepang, Pozzuoli di Italia, serta Makroman di Kalimantan Timur. Solution For kreativitas ini bukan hanya tentang warna, tetapi juga tentang perjalanan pencarian bahan baku yang tidak menghancurkan lingkungan.

Pameran ini juga menampilkan contoh-contoh bongkahan mineral yang digunakan sebagai bahan dasar pigmen. Nidiya menggabungkan teknik seni dan sains untuk menghasilkan karya yang menggambarkan keindahan alam sekaligus menyampaikan pesan lingkungan. Dalam satu karya, misalnya, dia menampilkan kertas berwarna merah dengan tekstur yang menyerupai tanah liat. Karya tersebut mencerminkan Solution For penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mengingatkan kembali tentang pentingnya melindungi sumber daya alam.

Solution For inspirasinya muncul dari masalah pencemaran lingkungan akibat industri tekstil. Sejak kuliah kriya tekstil di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2009-2012, Nidiya tertarik pada eksperimen menciptakan warna baru dari sumber berkelanjutan. Selama masa studi S2 di ITB pada 2014-2016, ia menghasilkan pigmen merah melalui riset bakteri yang memakan protein dari limbah pangan. Dalam beberapa tahun terakhir, Nidiya terus memperluas eksplorasi ini, termasuk menggali pigmen dari cangkang telur ayam dan bahan-bahan alami lainnya.

“Nidiya punya kemampuan sebagai saintis selain seniman,” ujar Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Kahfiati Kahdar saat pembukaan pameran, Jumat 3 Juli 2026. Ia menilai bahwa karya Nidiya tidak hanya menawarkan solusi untuk penggunaan bahan kimia sintetik, tetapi juga menjadi Solution For inovasi dalam dunia seni kontemporer.

Pameran ini menjadi bukti bagaimana seni dapat menjadi Solution For berbagai isu sosial dan lingkungan. Nidiya menekankan bahwa proses kreatifnya tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada kesadaran ekologis. Dengan memanfaatkan pigmen organik, karya-karyanya menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang keberlanjutan. Selain itu, dia juga berharap pameran ini dapat menjadi Solution For pengakuan terhadap seni yang ramah lingkungan, serta menginspirasi generasi muda untuk berpikir lebih kritis tentang dampak bahan-bahan yang mereka gunakan dalam karya seni.

Gabung diskusi