Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Seleb

New Policy: Band Nidji Meriahkan Kompetisi Band Jakarta Indisphere

Nancy Martin - kabarsaji.com 3 mins read 15 views

Penutup Acara Grand Final Jakarta Indisphere 2026 New Policy - Dalam rangkaian kompetisi band Jakarta Indisphere 2026, new policy yang diterapkan dalam

New Policy: Band Nidji Meriahkan Kompetisi Band Jakarta Indisphere

Band Nidji Menjadi Penutup Acara Grand Final Jakarta Indisphere 2026

New Policy – Dalam rangkaian kompetisi band Jakarta Indisphere 2026, new policy yang diterapkan dalam penyelenggaraan acara ini menjadi sorotan utama. Grand Final yang berlangsung di M Bloc Live House, Jakarta Selatan, pada Minggu, 28 Juni 2026, dihadiri oleh ratusan penonton yang antusias. Acara ini ditutup dengan penampilan mengesankan dari grup musik Nidji, yang memperkuat atmosfer kreativitas dan semangat kompetisi musik independen yang diusung oleh new policy ini. Dengan pengaturan yang lebih terstruktur, peserta memiliki kesempatan lebih besar untuk menunjukkan bakat terbaik mereka, sekaligus menumbuhkan industri musik lokal melalui new policy yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kehadiran Band Lain Menambah Keseruan

Tidak hanya Nidji yang memperkaya keseruan acara tersebut. Performa dari beberapa band lain seperti Gledek dan 510 juga mendapat apresiasi dari penonton. New policy ini mengharuskan setiap peserta menghadirkan penampilan yang lebih dinamis, sehingga memastikan setiap babak menjadi pengalaman menarik bagi para audiens. Meski demikian, kehadiran Nidji pada hari penutup dianggap sebagai puncak dari new policy yang menekankan pentingnya pengakuan terhadap musisi muda dan terus berkembangnya ekosistem musik independen.

Proses Seleksi yang Ketat

Sebelum mencapai babak grand final, lima band yang terpilih—Benny Tophot, Eleanore, Galipula, Graf, dan EGO—melewati proses seleksi yang ketat. New policy dalam Jakarta Indisphere 2026 melibatkan penilaian berdasarkan musikalitas, karakter, orisinalitas, serta kualitas penampilan secara komprehensif. Kurator Ryan Kampua dan Arden Wiebowo melakukan penyaringan melalui new policy yang memperketat standar, dengan lebih dari 50 band yang mendaftar secara daring dan hanya 10 yang lolos ke babak kualifikasi pada 23 Juni 2026.

“Kami tidak hanya menilai materi yang dikirim peserta, tetapi juga mencari referensi penampilan mereka di platform streaming musik dan YouTube agar penilaian lebih objektif. Kesulitan terbesar adalah banyak peserta hanya mengirim materi yang tidak utuh, padahal kami ingin melihat performa mereka secara lengkap, terutama saat tampil secara langsung,” kata Ryan Kampua.

Dengan new policy ini, proses seleksi terbukti lebih transparan. Juri yang terdiri dari David Tarigan, Muhammad Fauzan Lubis, dan Endah Widiastuti memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang lebih terukur, sehingga meminimalkan bias subjektif. New policy juga mendorong peserta untuk lebih memperhatikan aspek visual dan keberagaman gaya musik, yang menjadi faktor penentu kemenangan di babak akhir.

Pemenang dan Penghargaan

Setelah penilaian dari dewan juri, Eleanore berhasil meraih Juara I dengan hadiah Rp25 juta. Galipula menjadi Juara II dengan Rp15 juta, Benny Tophot menduduki Juara III dengan Rp10 juta, sementara Graf dan EGO masing-masing meraih Rp7 juta dan Rp5 juta sebagai Juara Harapan I dan II. New policy dalam penyelenggaraan Jakarta Indisphere 2026 juga melibatkan penghargaan untuk kreativitas, estetika, dan komunitas, yang menjadi poin penting dalam penilaian.

Pesan dari Panel Juri

Vokalis Nidji, Ubay, menyampaikan apresiasi terhadap new policy yang membawa Jakarta Indisphere ke level yang lebih tinggi. “Semua peserta tampil sangat baik. Siapa pun yang menang memang sudah rezekinya. Yang belum menjadi juara juga tetap pemenang karena sudah berjuang sampai sejauh ini. Jangan berhenti bermusik, terus berkarya, dan tetap berproses karena setiap orang punya jalannya masing-masing,” ujarnya.

“Dalam sebuah band, yang paling penting adalah saling mendengarkan dan memahami satu sama lain. Setiap anggota harus tahu kapan berbicara, kapan mendengar, sehingga berbagai sudut pandang bisa menjadi satu kesatuan yang harmonis,” tambah Ubay.

Dewan juri Fauzan Lubis menekankan bahwa new policy memaksa peserta untuk berinovasi dalam pengemasan karya mereka. “Tingkatkan kreativitas, estetika, dan komunitas. Kalau bisa, buat wadahnya juga dengan menggandeng pihak-pihak yang bisa menyediakan ruang untuk berkarya. Dengan begitu, band-band bisa terus berkembang dan bertahan di industri musik,” ujarnya. New policy yang diusung Jakarta Indisphere 2026 diharapkan menjadi contoh bagi acara serupa di masa depan, yang lebih fokus pada pengembangan musisi muda melalui pendekatan modern dan inklusif.

Antusiasme Penonton Memuncak

Antusiasme penggemar terlihat sejak siang hari, dengan banyak penonton yang datang khusus untuk menyaksikan pertunjukan Nidji. Hendi, warga Ciputat, misalnya, mengatakan, “Saya memang datang buat nonton Nidji. Sudah lama suka sama lagu-lagunya.” New policy juga memicu minat publik terhadap musik lokal, dengan penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengunjung lain, Aliy, mengikuti rangkaian Grand Final untuk mendukung band favoritnya, Eleanore, sementara komunitas Teman Nidji hadir dari berbagai daerah seperti Bekasi, Tangerang, hingga Cilegon. Mereka rela menunggu hingga acara usai demi bertemu langsung dengan para peserta.

Gabung diskusi