Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Aksi Pasang Spanduk BEM UI di Depok, Kritik Proyek MBG

Jessica Johnson - kabarsaji.com 2 mins read 12 views

Aksi Mahasiswa Depok dan Jakarta Selatan: Kritik Terhadap Program MBG Koalisi Kampus Menggelar Penolakan di Lokasi Strategis Latest Program - Sejumlah

Latest Program: Aksi Pasang Spanduk BEM UI di Depok, Kritik Proyek MBG

Aksi Mahasiswa Depok dan Jakarta Selatan: Kritik Terhadap Program MBG

Koalisi Kampus Menggelar Penolakan di Lokasi Strategis

Latest Program – Sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan memasang spanduk berisi pesan kritik tajam terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai titik penting Depok serta daerah perbatasan Jakarta Selatan, Jumat, 26 Juni 2026. Aksi yang dilakukan pada dini hari ini dianggap sebagai upaya mengingatkan masyarakat akan dampak negatif dari program pemerintah tersebut.

Spanduk ditempatkan di lokasi ramai, mulai dari jembatan penyeberangan kaki (JPO) hingga flyover yang menghubungkan Universitas Indonesia. Pesan-pesan yang ditampilkan mencakup kritik seperti “Jalan Macet, MBG Lancar #MENUJUINDONESIABANGKRUT”, “MBG BAU PEJABAT TAK MALU”, dan “POLISI URUS BEGAL BUKAN MBG”. Ada pula klaim tentang jumlah pelajar yang diduga terkena keracunan, yaitu “33.626 PELAJAR SUDAH KERACUNAN MBG”.

“Hari ini, BEM UI, BEM NF, BPM & SEMA FH KM UP, serta Aliansi BEMFAK se-Gundar menggelar aksi pemantauan di Depok. Kami datang untuk mengingatkan rakyat bahwa MBG bukan solusi, tapi masalah besar,” ujar Hafidz Haernanda, koordinator Sosial Politik BEM UI, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Hafidz, spanduk dipasang sekitar pukul 04.00 WIB di beberapa titik kritis, seperti JPO Lenteng Agung, dua JPO di Margonda, Tol Cijago Jalan Juanda, depan reklame Depok, Stasiun Universitas Pancasila, dan jembatan akses UI. Ia menilai program MBG justru memperburuk kondisi dengan menimbulkan masalah baru, termasuk dugaan korupsi penggunaan anggaran negara.

“Program yang disebut ‘bergizi’ justru menjadi racun bagi generasi muda. Uang rakyat triliunan rupiah diklaim untuk makan siang gratis, tapi nyatanya dihabiskan dengan begitu ringannya,” kata mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi UI tersebut.

Hafidz juga menyoroti peran polisi yang dinilai tidak tepat sasaran. “Jalan Depok selalu macet, angkutan umum bermasalah, tapi aparat lebih sibuk mengurus dapur MBG,” imbuhnya.

Mahasiswa menuntut pemerintah bertanggung jawab atas dugaan keracunan, penggunaan dana negara, serta arah prioritas pembangunan. “Warga Depok, jangan biarkan mereka melupakan ini hanya karena pemberitaan manis,” pesannya.

Berdasarkan pengamatan Tempo, beberapa spanduk di Jalan Margonda, Simpang Juanda, JPO Margonda, dan flyover akses UI telah dicopot dalam beberapa jam setelah dipasang. Hafidz mengatakan bahwa pencopotan cepat ini menunjukkan ketakutan pihak berwenang terhadap pesan yang disampaikan.

“Spanduk kami ditarik dalam hitungan jam. Tapi pesan kami tak bisa dihapus,” tambahnya.

Aksi Sebelumnya Mendukung Kebijakan Prabowo

Sebelumnya, pada Selasa, 23 Juni 2026, massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Depok menggelar aksi damai di Balai Kota Depok untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Dua hari setelahnya, kelompok warga lain mengadakan aksi penolakan terhadap MBG dan meminta pemerintah mengaktifkan kembali Universal Health Coverage (UHC).

Dalih-Dalih Aparat Negara Menyempitkan Publik Berpendapat

Gabung diskusi