Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

Bupati Tanah Datar Geser TKD Tambahan untuk Pulihkan Irigasi 68 Hektare Sawah dan Perbaikan Dua Jembatan

Mark Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 15 views

Kabarsaji.com – ```html Bupati Tanah Datar Geser TKD Tambahan Realokasi Dana TKD Tambahan untuk Infrastruktur Vital di Tanah Datar Bupati Tanah Datar Geser TKD Tambahan untuk memperkuat sistem pengairan pertanian…

Bupati Tanah Datar Geser TKD Tambahan untuk Pulihkan Irigasi 68 Hektare Sawah dan Perbaikan Dua Jembatan

Kabarsaji.com – “`html Bupati Tanah Datar Geser TKD Tambahan

Realokasi Dana TKD Tambahan untuk Infrastruktur Vital di Tanah Datar

Bupati Tanah Datar Geser TKD Tambahan untuk memperkuat sistem pengairan pertanian seluas 68 hektare serta memperbaiki dua jembatan yang rusak. Langkah strategis ini diambil oleh Bupati Eka Putra setelah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta Kementerian Dalam Negeri.

Kunjungan Lapangan ke Kawasan Bukit Patah Gigi

Pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2026, rombongan yang dipimpin Bupati Eka Putra melakukan inspeksi langsung ke lokasi aliran sungai di kawasan Bukit Patah Gigi. Lokasi tersebut berada di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Dalam kunjungan ini, mereka didampingi oleh Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I, Fernando H. Siagian, serta Koordinator Media Satgas PRR Sumatera, Kastorius Sinaga.

Di area dekat Sabo Dam, Badan Wilayah Sungai V Padang telah memasang pipa sebagai jalur alternatif pengaliran air menuju lahan pertanian warga. Meskipun demikian, sistem irigasi darurat tersebut masih mengandalkan lapisan plastik terpal biru sebagai solusi sementara untuk menjaga kontinuitas pasokan air.

“Padahal Jalur irigasi ini sangat penting, ada 68 hektare lahan pertanian yang menggantungkan pengairan dari aliran ini,” ujar Eka Putra saat meninjau lokasi.

Kebutuhan masyarakat setempat untuk mendapatkan solusi yang lebih permanen telah disampaikan oleh warga bernama Mawardi. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan anggaran khusus untuk mengganti terpal darurat tersebut, mengingat seluruh petani di wilayah tersebut sangat bergantung pada sistem irigasi ini untuk kelangsungan usaha tani mereka.

Penyesuaian Prioritas Anggaran TKD Tambahan

Respons positif segera datang dari Bupati Eka Putra. Ia berkomitmen untuk menyesuaikan prioritas penggunaan TKD Tambahan berdasarkan hasil pemetaan lapangan yang telah dilakukan. Menurut analisis yang dilakukan, kebutuhan masyarakat saat ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan perencanaan awal anggaran.

Sebagian dari prioritas TKD Tambahan akan dialihkan untuk membangun jaringan irigasi permanen yang dapat menopang produktivitas sekitar 68 hektare sawah. Hal ini sejalan dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/10059/SJ, yang mengatur mekanisme penyesuaian penggunaan anggaran dalam kondisi tertentu, termasuk untuk penanganan kebutuhan mendesak pascabencana.

“Pemerintah daerah diberi ruang mengalokasikan TKD Tambahan selama tujuannya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” tegas Fernando.

Fernando menambahkan bahwa pergantian alokasi anggaran ini dapat ditetapkan melalui perubahan peraturan bupati, asalkan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Perbaikan Dua Jembatan yang Rusak

Selain masalah irigasi, realokasi anggaran juga mencakup perbaikan dua jembatan yang rusak akibat banjir susulan pada bulan Mei 2026. Jembatan pertama adalah Jembatan Tanjung Enau yang terletak di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Kerusakan jembatan ini sempat mengisolasi 81 kepala keluarga karena jalur utama menuju permukiman mereka tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Sebelum jembatan permanen siap digunakan, masyarakat secara swadaya membangun jembatan sederhana menggunakan batang pohon kelapa. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kemudian berkoordinasi dengan TNI AD untuk mendirikan Jembatan Bailey sebagai jalur sementara, sehingga aktivitas warga termasuk kebutuhan sekolah dan distribusi logistik dapat berjalan normal.

Lokasi kedua yang mengalami kerusakan parah adalah Jembatan Pulau di Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara. Kerusakan ini memaksa para petani untuk mencari jalur alternatif yang lebih jauh guna membawa hasil panen dari sawah mereka.

Berdasarkan evaluasi kondisi tersebut, Bupati Eka Putra memutuskan untuk menyesuaikan alokasi TKD Tambahan agar pembangunan kedua jembatan dapat segera dimulai. Masing-masing jembatan mendapatkan anggaran sebesar Rp 4 miliar melalui mekanisme pergeseran anggaran yang telah disepakati.

Dokumen Detail Engineering Design untuk kedua jembatan telah selesai disiapkan. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kini mempersiapkan proses pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas dalam setiap tahapannya. Pemanfaatan TKD Tambahan untuk proyek jembatan ini juga mendapat pengawasan dari Kejaksaan Negeri Tanah Datar, yang memberikan pendampingan untuk memastikan proses penyesuaian anggaran hingga pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar.

“`

Gabung diskusi