PPATK: Deposit Judi Online Makin Sering dengan Nominal Kecil
PPATK atau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan kembali merilis data terbaru mengenai aktivitas perjudian daring di Indonesia. Berdasarkan laporan
PPATK Mengungkap Tren Deposit Judi Online yang Semakin Intensif
Kabarsaji.com – PPATK atau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan kembali merilis data terbaru mengenai aktivitas perjudian daring di Indonesia. Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan, terdapat peningkatan signifikan dalam frekuensi deposit online, meskipun dengan karakteristik nominal yang cenderung lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya.
Perubahan pola ini sangat terlihat jelas pada kuartal pertama tahun 2026. Data menunjukkan bahwa metode pembayaran melalui QRIS kini mendominasi dengan persentase mencapai 88,6 persen dari total frekuensi deposit. Sebaliknya, kontribusi transfer rekening bank mengalami penurunan menjadi 11,4 persen saja.
Analisis Mendalam PPATK tentang Pola Transaksi
Hasil analisis PPATK menunjukkan bahwa pola transaksi perjudian online semakin sering terjadi, tersebar di berbagai platform, dan cenderung menggunakan nominal yang lebih kecil dalam setiap depositnya.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyampaikan temuan ini secara resmi pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pada triwulan pertama tahun 2026, nilai perputaran dana untuk kegiatan perjudian online mencapai angka Rp 40,3 triliun. Dari jumlah tersebut, total deposit yang tercatat sebesar Rp 10,59 triliun.
Berdasarkan data komprehensif sepanjang tahun 2025, sebagian besar deposit perjudian online memanfaatkan metode pembayaran via QRIS. Angka ini mencapai 78,5 persen dari keseluruhan frekuensi deposit yang tercatat. Jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 305,35 juta kali dengan total nominal sebesar Rp 19,35 triliun.
Di sisi lain, deposit melalui transfer rekening bank dan dompet elektronik mencatatkan 83,79 juta transaksi. Kontribusi ini setara dengan 21,5 persen dari total, dengan nilai mencapai Rp 16,67 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun QRIS mendominasi, metode konvensional masih memiliki peran penting.
Peran Penting QRIS dan Tantangan yang Dihadapi
Ivan menegaskan bahwa QRIS serta berbagai instrumen pembayaran digital berbasis rupiah merupakan sarana transaksi yang sah secara hukum. Instrumen-instrumen ini juga memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional yang berkelanjutan.
Masalah utamanya terletak pada penyalahgunaan instrumen tersebut oleh jaringan judi online yang beroperasi di Indonesia. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penguatan proses verifikasi, penerimaan, dan pemantauan merchant secara berkelanjutan oleh penyelenggara jasa pembayaran.
PPATK terus memantau perkembangan ini untuk memastikan bahwa sistem pembayaran digital tetap berfungsi optimal tanpa disalahgunakan untuk aktivitas ilegal. Langkah-langkah preventif akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian finansial.
Pilihan Editor: Perangkap Situs Judi Online di Balik QRIS
