Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Bisnis

New Policy: Bos Bukalapak Beberkan Pemicu Pendapatan Melonjak 90 Persen

Robert Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 19 views

dapatan Melonjak 90 Persen New Policy - Sebagai bagian dari New Policy yang diterapkan pada tahun 2025, PT Bukalapak.com Tbk berhasil mencatatkan peningkatan

New Policy: Bos Bukalapak Beberkan Pemicu Pendapatan Melonjak 90 Persen

Bos Bukalapak Beberkan Pemicu Pendapatan Melonjak 90 Persen

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang diterapkan pada tahun 2025, PT Bukalapak.com Tbk berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan hingga 90 persen secara tahunan. Perusahaan juga mencatat keuntungan operasional positif di awal 2026, setelah sebelumnya mengalami kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. New Policy ini menjadi strategi transformasi yang mengubah fokus bisnis dari e-commerce fisik ke arah digital dan diversifikasi sektor lainnya, sekaligus mendorong pertumbuhan yang signifikan.

Langkah Strategis Penghentian Bisnis Fisik

Sebagai bagian dari New Policy, perusahaan mengambil keputusan berdasarkan evaluasi menyeluruh untuk menghentikan operasi bisnis e-commerce fisik sejak Oktober 2024. Menurut Victor Putra Lesmana, bos Bukalapak, bisnis fisik dinilai tidak efektif karena hanya menyumbang kurang dari 3 persen dari total pendapatan, namun menjadi sumber kerugian utama. “Kami melihat bahwa ini bisnis yang tidak pernah bisa sustainable di Indonesia. Dan akhirnya kami mengambil keputusan bahwa pada Oktober 2024 kami tidak melanjutkan bisnis physical e-commerce lagi, walaupun yang digital masih,” ujarnya dalam wawancara di Gedung Tempo, Senin, 20 Juli 2026.

Kebijakan ini bertujuan untuk memfokuskan sumber daya pada bisnis digital yang lebih memiliki potensi pertumbuhan. Victor menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan bisnis fisik adalah hasil dari pengamatan terhadap perubahan pola konsumen dan dinamika pasar yang terus bergerak. Dengan menutup operasi fisik, perusahaan dapat mengalihkan dana dan perhatian ke sektor-sektor yang lebih strategis, seperti gaming dan investasi, yang dipercaya lebih berkontribusi terhadap New Policy dan kinerja jangka panjang.

Diversifikasi Segmen Bisnis

Dalam rangka mengimplementasikan New Policy, Bukalapak melakukan restrukturisasi bisnis menjadi empat segmen utama, yakni Bukalapak, gaming, investment, dan retail. Perubahan ini dilakukan untuk memperjelas arah setiap lini usaha dan meningkatkan transparansi bagi investor serta pemegang saham. “Dengan membagi bisnis menjadi segmen yang lebih spesifik, kita bisa mengoptimalkan strategi masing-masing unit usaha dan memastikan fokus pada yang paling berpotensi,” terang Victor.

Salah satu sektor yang menjadi fokus utama dalam New Policy adalah bisnis gaming. Perusahaan mengembangkan platform Itemku dan AFAK Gaming untuk menjangkau pasar internasional, termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat. Ekspansi ini tidak hanya memperluas basis pelanggan, tetapi juga mengangkat kemampuan pengelolaan keuangan dan potensi profitabilitas. “Gaming adalah salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan perusahaan setelah restrukturisasi,” tambahnya.

Peningkatan Profitabilitas dan Indikator Kinerja

Dalam wawancara tersebut, Victor juga menyoroti peningkatan profitabilitas yang terjadi sejak penerapan New Policy. “Revenue kita tetap naik. Kalau kita lihat dari 2024 ke 2025, kenaikannya itu 90 persen year on year, sedangkan profitabilitasnya juga terus meningkat,” katanya. Meski pendapatan masih dipengaruhi oleh fluktuasi nilai investasi di pasar modal, adjusted EBITDA menjadi indikator yang lebih tepat untuk menilai kinerja operasional, karena mencerminkan efisiensi bisnis secara lebih akurat.

Victor menegaskan bahwa New Policy tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada konsistensi kinerja keuangan. “Kami tidak pernah mengklaim kalau kita sudah positif, tetapi dengan struktur yang baru, kita bisa mengukur peningkatan yang lebih nyata,” ujarnya. Perusahaan juga menargetkan setiap unit usaha bisa berkembang secara mandiri, dengan kepemimpinan dan tim yang spesifik. Model ini dirancang untuk memberi ruang bagi bisnis-bisnis dalam New Policy untuk mencapai skala yang lebih besar, termasuk kemungkinan spin-off di masa depan.

Analisis terhadap perubahan ini menunjukkan bahwa New Policy telah berhasil mengubah momentum perusahaan dari krisis ke pertumbuhan. Pendapatan yang melonjak 90 persen pada 2025 bukan hanya mencerminkan perbaikan strategi, tetapi juga respons pasar terhadap perubahan model bisnis. “Kami yakin bahwa New Policy adalah langkah yang tepat untuk menciptakan stabilitas dan kinerja yang lebih baik,” ujarnya. Perusahaan juga berharap kebijakan ini akan menjadi fondasi untuk ekspansi lebih luas di tahun-tahun mendatang.

Dengan New Policy yang diterapkan, Bukalapak tidak hanya memperkuat fondasi bisnis digitalnya, tetapi juga menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan ekonomi. Kinerja yang meningkat pada 2025 membuktikan bahwa strategi ini berhasil mengurangi risiko bisnis fisik dan memfokuskan sumber daya pada sektor yang lebih berpotensi. “Kami berharap New Policy akan memberikan dampak jangka panjang, baik dalam hal keuntungan maupun nilai investasi,” pungkas Victor.

Gabung diskusi