Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi

Mark Martin - kabarsaji.com 3 mins read 6 views

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan - Hotman Paris Hutapea, seorang advokat kondang yang pernah dikenal

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan – Hotman Paris Hutapea, seorang advokat kondang yang pernah dikenal sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah, memberikan permintaan maaf kepada jurnalis setelah mengeluarkan ucapan keras selama persidangan di Kejaksaan Agung Jakarta Selatan pada Jumat, 18 Juli 2026. Dalam pembelaan klien yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, Hotman menunjukkan emosinya dengan menyebut “kamu punya otak tidak?” yang sempat memicu reaksi publik. Ia menjelaskan bahwa ucapan tersebut berasal dari kelelahan dan kebingungan akibat pertanyaan berulang yang diberikan oleh jurnalis.

Peristiwa di Kejaksaan Agung

Dalam sidang tersebut, Hotman mengungkapkan bahwa dirinya tidak sengaja menyebut nama Presiden Prabowo Subianto. “Saya memohon maaf atas pernyataan ‘kamu punya otak tidak?’ yang saya sampaikan,” katanya melalui akun Instagram @hotmanparisofficial pada Senin, 20 Juli 2026. Ucapan tersebut muncul setelah jurnalis kedua menanyakan keterlibatan polisi dalam kasus Febrie. Hotman mengklaim bahwa kelelahan menjawab pertanyaan berulang membuatnya tersinggung.

Saya emosi karena sudah bolak-balik menjawab pertanyaan tersebut. Saya tak punya kuasa atas jawaban itu,

kata Hotman. Ia menjelaskan bahwa pertanyaan pertama dari jurnalis pertama berfokus pada agenda tersembunyi dalam kasus kliennya. Namun, karena kapasitasnya terbatas, Hotman belum mampu menjawab secara menyeluruh. Hal ini memicu jurnalis kedua untuk mengulangi pertanyaan, yang akhirnya memicu ucapan kasar tersebut.

Kritik Terhadap Proses Penetapan Tersangka

Sebelumnya, Bambang Haryadi, Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra, memberikan pernyataan kritis terhadap Hotman. Ia mengingatkan bahwa Hotman pernah menyebut nama Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers. “Presiden Prabowo tidak pernah campuri penegakan hukum,” kata Bambang, yang menganggap ucapan Hotman mengganggu proses penyelidikan kasus Febrie.

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi,

menurut Bambang, seharusnya tidak mengaitkan nama tokoh politik dalam pembelaan kliennya. Hotman, dalam wawancara terpisah, mengakui bahwa dirinya tidak sengaja menyebut nama Presiden dalam konteks tertentu. Ia menjelaskan bahwa kliennya dinilai memiliki peran penting dalam penegakan hukum melalui kebijakan penerimaan negara bukan pajak.

Detail Kasus dan Tanggapan Publik

Kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah terkait dengan PT Asabri, di mana polisi menetapkan Febrie sebagai tersangka berdasarkan Pasal 12 B UU Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, kasus tersebut juga mengaitkan pasal-pasal dari UU Pencucian Uang dan KUHP. Hotman mempertanyakan keadilan proses ini, menyatakan bahwa kliennya belum menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

Febrie, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Satgas PKH sesuai Perpres Nomor 5 Tahun 2025, diduga menerima keuntungan sebesar Rp 300 triliun dalam setahun. Namun, ia juga mengembalikan kerugian negara senilai Rp 130 triliun, sehingga total kontribusi kembali ke negara mencapai Rp 430 triliun. Hotman mengatakan bahwa klien yang menjadi pusat perhatian ini memiliki kontribusi signifikan dalam pengelolaan dana negara.

Pengakuan dan Langkah Perbaikan

Setelah permintaan maafnya disampaikan, Hotman memperjelas bahwa dirinya menghargai peran jurnalis dalam menyebarluaskan informasi. “Saya mengakui kesalahan dalam ucapan saya dan berharap bisa memperbaikinya,” kata Hotman. Ia menekankan bahwa apa yang disampaikan di Kejaksaan Agung adalah bentuk emosi, bukan maksud untuk menyerang jurnalis secara langsung.

Dalam beberapa hari terakhir, media memperoleh reaksi yang beragam terhadap peristiwa ini. Sebagian jurnalis menganggap ucapan Hotman sebagai bentuk kesalahan sementara, sementara yang lain mengkritik kebijakan penetapan tersangka tanpa penjelasan yang jelas. Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi menjadi topik yang viral di media sosial, dengan berbagai dukungan dan kritik terhadap sikapnya.

Impact on Public Perception

Peristiwa ini juga memengaruhi persepsi publik terhadap Hotman sebagai figur publik. Sebelumnya, ia dikenal sebagai advokat yang penuh energi dan berani, tetapi kesalahan ucapan ini menghadirkan gambaran baru. Meski demikian, Hotman menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen pada keadilan dan hak setiap orang untuk mempertahankan reputasi mereka. “Saya tidak ingin menimbulkan prasangka bahwa saya sengaja menyebut nama Presiden,” katanya.

Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan: Saya Emosi menjadi contoh bagaimana emosi dalam debat publik dapat memicu reaksi yang berlebihan. Dengan permintaan maafnya, ia menunjukkan kesadaran akan kesalahan dan upaya untuk memperbaikinya. Meski begitu, kasus ini tetap menjadi pembicaraan hangat, terutama dalam konteks hubungan antara hukum dan politik di Indonesia.

Gabung diskusi