Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

Historic Moment: Pernyataan Terbaru Prabowo Soal Antek Asing di Acara TNI

Mark Martin - kabarsaji.com 3 mins read 21 views

Pernyataan Prabowo Soal Pengaruh Asing dalam Pembangunan Nasional Historic Moment - Dalam sebuah Historic Moment yang menggambarkan komitmen pemimpin nasional

Historic Moment: Pernyataan Terbaru Prabowo Soal Antek Asing di Acara TNI

Pernyataan Prabowo Soal Pengaruh Asing dalam Pembangunan Nasional

Historic Moment – Dalam sebuah Historic Moment yang menggambarkan komitmen pemimpin nasional untuk menjaga kemandirian bangsa, mantan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan pidato penting dalam acara panen raya Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Pidato ini dianggap sebagai momen penting karena menggambarkan langkah-langkah tegas untuk mengurangi pengaruh asing dalam kebijakan pembangunan, khususnya di tengah ketidakstabilan ekonomi dan isu-isu geopolitik yang semakin mengemuka.

Momen Penting dalam Perjuangan Kemandirian Nasional

Prabowo Subianto, yang kini duduk di kursi jabatan strategis sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, memanfaatkan kesempatan pidato tersebut untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengambil keputusan berdasarkan kepentingan dalam negeri. Dalam Historic Moment ini, ia menyampaikan pesan yang jelas: bahwa pengaruh asing tidak boleh menjadi kekuatan dominan dalam proses pengambilan kebijakan, terutama dalam sektor energi yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Salah satu isu yang menjadi fokus pidatonya adalah program pengembangan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol. Prabowo menekankan bahwa peningkatan produksi pabrik etanol adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, yang selama ini menjadi sorotan dalam konteks kemandirian energi. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, Indonesia hanya mampu mencampur bensin dengan etanol hingga 20 persen (E20), dan ini masih jauh dari target ideal.

Menurut Prabowo, keberhasilan program E20 tidak cukup jika hanya bergantung pada satu pabrik etanol yang beroperasi. Dalam Historic Moment ini, ia berkomitmen untuk mendorong pembangunan hingga 50 pabrik etanol dalam jangka waktu lima tahun. Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko ketergantungan pada pasar internasional dan memastikan stabilitas harga BBM di dalam negeri. “Indonesia bisa, kan? Yang enggak mau, enggak apa-apa. Duduk saja, nonton, ya. Tapi jangan terus-terusan membebek kepada kekuatan asing, gitu lho,” ujarnya.

“Indonesia jelek. Indonesia apa? Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap, ya, gelap terus,”

Kata-kata tersebut muncul di tengah kritik terhadap narasi “Indonesia Gelap” yang sering digunakan untuk menyebarkan kecemasan terhadap kondisi perekonomian. Prabowo menyoroti bahwa narasi ini justru menciptakan kebingungan, terutama saat banyak pihak mengkhawatirkan krisis ekonomi setiap bulan. Ia mempertanyakan keakuratan informasi yang disampaikan oleh kelompok-kelompok asing, yang menurutnya kerap memperkuat persepsi negatif terhadap bangsa Indonesia.

Dalam Historic Moment ini, Prabowo juga menanggapi pernyataan yang menyebut Indonesia akan “collapse” setiap bulan. “Juni collapse, ini sudah Juli,” kata dia sambil menekankan bahwa pemerintahan masa depan tetap fokus pada pencapaian sasaran pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa tantangan ekonomi dapat diatasi jika ada kebijakan yang tepat dan kepercayaan pada kemampuan rakyat serta pemerintah.

Di akhir pidatonya, Prabowo memberikan pesan optimis kepada masyarakat. “Orang berani itu gembira, orang berani itu optimis. Orang sedih duduk di kamar saja,” pungkasnya. Pesan ini tidak hanya memotivasi pendukungnya, tetapi juga menjadi jawaban terhadap kecemasan yang sering disebarkan oleh pihak-pihak asing. Dengan pendekatan ini, Prabowo menggambarkan keberanian dan semangat membangun yang selalu menjadi ciri khasnya sebagai tokoh politik.

Pidato yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden ini juga menjadi momen strategis untuk mengubah narasi. Prabowo berusaha menunjukkan bahwa pembangunan nasional tidak boleh dihentikan oleh tekanan eksternal. Dalam Historic Moment ini, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian energi dan memperkuat daya tahan ekonomi. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program nasional bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, khususnya dalam mengawasi penggunaan bahan bakar minyak.

Dengan pidato tersebut, Prabowo Subianto tidak hanya menjadi penentu arah kebijakan energi, tetapi juga berperan sebagai penyejuk yang menawarkan solusi berbasis kebanggaan nasional. Ia berharap pernyataannya mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya-upaya pembangunan yang berkelanjutan, serta mengurangi pengaruh narasi-narasi negatif dari pihak asing. Historic Moment ini menjadi contoh bagaimana seorang tokoh politik dapat menggabungkan isu ekonomi dengan isu kemanusiaan, sehingga memberikan dampak yang lebih luas dalam masyarakat.

Gabung diskusi