Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

Special Plan: Kritik Harga Beras Mahal, Prabowo: Tanam Padi Sendiri

Robert Hernandez - kabarsaji.com 3 mins read 14 views

Kritik Harga Beras Mahal, Prabowo Sarankan Masyarakat Menanam Padi Secara Langsung Special Plan - Sebagai bagian dari Special Plan yang dicanangkan

Special Plan: Kritik Harga Beras Mahal, Prabowo: Tanam Padi Sendiri

Kritik Harga Beras Mahal, Prabowo Sarankan Masyarakat Menanam Padi Secara Langsung

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang dicanangkan pemerintah, Presiden Prabowo Subianto memperhatikan keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga beras selama acara panen raya yang diadakan oleh TNI di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada Jumat, 17 Juli 2026, dalam pidato di acara tersebut, Prabowo menyoroti bahwa kritik terhadap harga beras yang tinggi tidak selalu diakui secara menyeluruh oleh masyarakat, terutama terhadap usaha petani dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ia menilai, keluhan tersebut seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan produksi pangan secara langsung, sebagaimana yang menjadi tujuan utama Special Plan dalam menstabilkan harga bahan pokok.

Prabowo mengajak masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga beras untuk berpikir lebih luas. Ia menyampaikan bahwa jika masyarakat ingin mengurangi ketergantungan pada harga pasar, mereka bisa mencoba menanam padi secara mandiri. “Saya berharap pihak yang mengeluhkan harga beras terlalu tinggi bisa mencoba menanam padi sendiri. Jika mereka tidak ingin petani mendapatkan penghasilan besar, maka suruh saja mereka mengelola tanaman tersebut secara langsung,” ujar Prabowo. Pernyataan ini sejalan dengan semangat Special Plan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam produksi pangan, tidak hanya sebagai konsumen tetapi juga sebagai produsen.

Mekanisme Special Plan dan Peran TNI

Dalam Special Plan, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada Kementerian Pertanian, tetapi juga pada kolaborasi multidisiplin yang melibatkan TNI, Polri, dan berbagai lembaga pemerintah. Ia menyampaikan bahwa TNI memiliki peran krusial dalam mengawasi dan mendukung program ini, khususnya melalui pengelolaan lahan pertanian secara efektif. “Kita bisa menyediakan area untuk mereka menanam padi, agar lebih merasakan kesulitan yang dihadapi petani,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, Prabowo berharap masyarakat bisa lebih memahami kompleksitas proses produksi beras, dari mulai penanaman hingga pengolahan dan distribusi.

Acara panen raya yang diadakan di Kabupaten Malang menjadi contoh nyata implementasi Special Plan dalam upaya memperkuat keberlanjutan pangan. Prabowo mengatakan bahwa TNI terus berperan aktif dalam membantu petani, termasuk melalui pemberdayaan komunitas lokal dan pengawasan ketersediaan bahan makanan. Ia juga menyinggung bahwa Special Plan dirancang untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan di tengah tantangan inflasi yang semakin tinggi. “Tujuan utama Special Plan adalah untuk menekan harga beras secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Prabowo.

Perspektif Petani dan Proyek Food Estate

Prabowo menyoroti peran petani sebagai pahlawan pertanian yang selama ini diabaikan. Ia menekankan bahwa petani dan nelayan Indonesia adalah tulang punggung pangan nasional, serta meminta masyarakat untuk menghargai upaya mereka. “Terima kasih kepada petani dan nelayan Indonesia. Anda adalah pahlawan sejati yang memberikan pangan bagi seluruh rakyat,” tutur mantan ketua umum Partai Gerindra. Pernyataan ini menjadi penekanan bahwa Special Plan tidak hanya tentang harga beras, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup para pekerja pangan.

Di sisi lain, Prabowo juga membahas proyek Food Estate yang sedang dikembangkan di Merauke, sebagai bagian dari Special Plan untuk meningkatkan produksi pangan secara besar-besaran. Proyek ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang bagi kenaikan harga beras, dengan memastikan pasokan yang cukup dan stabil. Ia mengungkapkan bahwa TNI dari semua angkatan serta instansi terkait terus berperan dalam menjaga keberhasilan program ini. “Dengan Special Plan, kita bisa membangun sistem ketahanan pangan yang lebih kuat, baik dalam kondisi normal maupun krisis,” pungkas Prabowo.

Prabowo juga menyoroti bahwa Special Plan melibatkan peran penting dari masyarakat luas, termasuk mendorong partisipasi aktif warga dalam menanam padi. Ia menilai bahwa jika masyarakat tidak hanya sekadar mengeluhkan harga beras tetapi juga terlibat langsung dalam produksi, maka keadaan akan lebih terkendali. “Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa harga beras mahal bukan hanya karena pasar, tetapi juga karena proses produksi yang kurang efisien,” kata Prabowo. Hal ini selaras dengan visi Special Plan dalam menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan dan adil.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung Special Plan sebagai langkah strategis. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. “Dengan Special Plan, kita bisa memastikan rakyat Indonesia tidak hanya memiliki akses ke pangan, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung,” tutur Prabowo. Pernyataan ini menjadi penutup yang menginspirasi bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya menstabilkan harga beras dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Gabung diskusi