Visit Agenda: Peran Perempuan dalam Menggerakkan Ekonomi Keluarga
Peran Perempuan dalam Menggerakkan Ekonomi Keluarga dan Nasional Visit Agenda - Perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika perekonomian, baik di
Peran Perempuan dalam Menggerakkan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Visit Agenda – Perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika perekonomian, baik di tingkat keluarga maupun nasional. Peran mereka dalam menggerakkan ekonomi keluarga sering kali dianggap sebagai sumbangan alami, tetapi kenyataannya, perempuan juga berkontribusi secara aktif dalam pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut data, sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari sektor UKM, yang hampir seluruhnya dikelola oleh perempuan. Banyak dari mereka yang, meski memiliki tugas sehari-hari yang beragam, tetap tekun mengelola usaha, membangun kebutuhan keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan.
Perempuan Sebagai Penggerak Utama Perekonomian Lokal
Peran perempuan dalam ekonomi keluarga tidak hanya terbatas pada perawatan rumah tangga, tetapi juga mencakup pengambilan keputusan finansial dan pengembangan usaha. Mukit Hendrayatno, Ketua PT Etos Kreatif Indonesia, mengungkapkan bahwa perempuan sering kali menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, terutama dalam situasi sulit. “Visit Agenda ini bertujuan untuk mengapresiasi perempuan yang terus berjuang, karena mereka mampu menjaga keluarga dengan cara yang kreatif dan inovatif,” jelasnya.
Dalam dunia usaha, perempuan pelaku UMKM diakui sebagai pilar penting. Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, kontribusi mereka terasa jelas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Perempuan tidak hanya bertahan sebagai pengelola usaha, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi dan kerja keras yang tak kenal lelah,” tambahnya. Dalam kegiatan Visit Agenda, sektor UMKM ditekankan sebagai ruang yang memberdayakan perempuan secara ekonomi dan sosial.
Kolaborasi dan Dukungan untuk Peningkatan Kinerja
Perempuan pelaku UMKM membutuhkan dukungan eksternal untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Acara ‘Etawalin Dukung Perempuan Kuat di Setiap Peran’ yang diselenggarakan PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Amal Bunda menjadi contoh nyata upaya kolaboratif. Kegiatan ini menjangkau 250 perempuan pelaku usaha mikro dan memberikan bantuan sembako serta dana tunai untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka. “Visit Agenda ini bukan sekadar perkenalan, tapi juga pembangunan bersama,” ungkap Mukit.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga edukasi dan pelatihan. Lucky Hatreztyo, Direktur Utama PT Etos Kreatif Indonesia, menambahkan bahwa perempuan harus fokus pada kesehatan diri agar tetap produktif. “Visit Agenda menyediakan akses ke program kesehatan yang bisa memperkuat kinerja perempuan di berbagai bidang,” katanya. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan perempuan berdampak langsung pada keberhasilan usaha keluarga.
Emansipasi Perempuan dalam Dunia Bisnis
Peran perempuan dalam bisnis juga semakin menguatkan posisi mereka sebagai pengambil risiko dan penggerak ekonomi. Dalam sektor keuangan, jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel mencapai lebih dari 500 ribu orang, dengan sekitar 9 persen di antaranya merupakan ibu rumah tangga. “Visit Agenda membuktikan bahwa perempuan mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan pengembangan usaha,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Dukungan dari sosok seperti Maia Estianty, Brand Ambassador Etawalin, menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. “Visit Agenda ingin menjadi bagian dari perubahan yang mengakui peran perempuan dalam mengelola bisnis dan membangun keluarga,” ujarnya. Berbagai inisiatif seperti ini memberikan ruang untuk perempuan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Keluarga
Kehadiran perempuan yang terlibat aktif dalam ekonomi tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat stabilitas keuangan keluarga. Dalam keterangan pers, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa perempuan adalah aset berharga dalam perekonomian. “Visit Agenda diharapkan bisa menjadi jembatan antara perempuan dan peluang yang lebih luas,” katanya. Dengan dukungan dari sektor swasta dan pemerintah, perempuan pelaku UMKM bisa terus berkembang.
Keterlibatan perempuan dalam berbagai peran ekonomi juga mendorong keberagaman dan keberlanjutan dalam pembangunan. “Perempuan kuat di setiap peran, tidak hanya dalam mengelola bisnis, tetapi juga dalam menginspirasi generasi berikutnya,” kata Anita Ratna Faoziyah, Ketua Yayasan Amal Bunda. Dengan kata lain, Visit Agenda menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama dalam ekonomi keluarga dan nasional.
